Terjerat Cinta Segitiga

Terjerat Cinta Segitiga
Menyelesaikan


__ADS_3

Haii readerss semuaaaa, apa kabar?


Gak kerasa ya, besok udah lebaran aja.


Mohon maaf lahir dan batin ya, kalau author banyak salah sama kalian.


Happy Reading 💙


**********


Keesokan harinya, saat makan siang Maureen mampir ke gedung perusahaan Syahab Gruop. Saat ini Maureen sedang berada di lobby perusahaan, dengan membawa rantang yang berisi makanan yang ia buat dengan susah payah. Sebenarnya tidak terlalu susah untuk Maureen memasak, karena Maureen mempunyai hobi memasak.


Maureen pun menghampiri meja resepsionis.


"Permisi Mbak" ucap Maureen


"Ya ada apa Nona?" tanya Resepsionis tersebut, masih fokus dengan kerjaannya.


"Presdir Ezranya ada gak mbak?"


"Presdir sedang rapat nona, apakah nona sudah membuat janji?" ucap resepsionis tersebut lalu mendonggakkan kepalanya.


"Nona muda keluarga Malikh! Maaf nona muda, saya tidak tau kalau itu anda" kaget resepsionis itu.


"Tidak apa, apakah Ezra ada di dalam?" tanya Maureen ramah


"Presdir Ezra sedang rapat, nona" jawab resepsionis itu

__ADS_1


"Ah itu dia! Makasih ya mbak" ucap Maureen lalu berjalan dengan cepat kearah Ezra.


"Ezra!" panggil Maureen. Ezra pun menoleh melihat siapa orang yang berani memanggilnya dengan namanya.


"Ngapain lo kesini?" sinis Ezra


"Nih, aku ada makanan buat kamu. Ini aku yang masak sendiri lho. Kamu kan belum pernah nyobain masakan aku" ucap Maureen sambil memberikan rantang itu


"SECURITY" teriak Ezra. Dengan langkah cepat dua Security itu pun mendekat.


"Ya Presdir"


"Bawa wanita ini pergi dan jangan biarkan dia masuk ke dalam Syahab Gruop lagi!" ucap Ezra dingin lalu pergi.


"Tunggu sebentar, Di ini gue titip buat Ezra ya. Nanti kalau dia gak mau lo aja yang makan. Makasih" ucap Maureen smbil memberikan rantang itu kepada Aldi lalu pergi dengan sedih.


Aldi pun langsung ke ruangan Ezra.


"Yoo Zra, lu yakin gak mau masakan pacar lu?" tanya Aldi


"Mantan! Mana mau gue makanan gak enak. gue lebih milih gak makan 1 hari dari pada makan makanan sampah dari cewek itu!" tegas Ezra.


"Gue mah serah lu aja, Eh tapi jangan nyesel ya, kalau masakan nona muda keluarga Malikh enak" goda Aldi


"Bodo amat!" ucap Ezra lalu melanjutkan pekerjaannya. Aldi pun duduk di sofa yang ada di ruangan Ezra. Aldi membuka rantang itu satu persatu dan mulai mencoba makanan yang di buat oleh Maureen. Baru sesuap Aldi pun menghentikan kunyahannya.


Buset! Maureen ni dokter apa chef yak? enak banget masakannya sumpah! gue belum pernah makan makanan enak banget kayak gini malahan makanan di restoran mahal kalah sama makanan yang di buat Maureen batin Aldi

__ADS_1


"Hah! kenapa? gak enak? hahahaha, udah gue duga, nona besar kayak Maureen itu gak bisa masak hahahaha" tawa Ezra puas. Aldi pun mempunyai ide jahil. Saat Ezra tertawa puas. Aldi memasukkan sendok yang berisi makanan dari Maureen. Ezra pun kaget dan langsung kagum dengan rasanya.


"Lu apaansih Di, kaget gue" ucap Ezra kesal.


"Tapi enakkannn" goda Ezra


"Gak enak, mau muntah gue" ucap Ezra jijik.


"Serah lu dah, kalau lu gak mau ni makanan, gue bawa aja dah ke ruangan gue" ucap Aldi lalu pergi


"Eh.. Di" ucap Ezra telat.


"Kok gue gak nyangka ya, masakan Maureen seenak ini?" ucap Ezra sambil tersenyum tipis.


Ishh lu apaan sih Zra, ingat Maureen itu udah ngianatin lu sama temen lu sendiri, eh ralat deh bukan temen tapi musuh! batin Ezra.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2