Terjerat Cinta Segitiga

Terjerat Cinta Segitiga
Menyerah


__ADS_3

"Aku menyerah tak ada lagi kata pantang menyerah untuk mendapatkan mu, Aku menyerah"


---------------------------------------------


**Rumah Dalvin dan Angga**


Saat ini Dalvin sedang mandi. Sangking asiknya dia mandi, ia tak sadar kalau airnya mati.


Kok mati sih, untuk gue udah selesai mandi batin Dalvin


Dalvin pun keluar dan menghampiri Angga yang sedang nonton tv


"Nga kok airnya mati sih? " tanya Dalvin


"Hah masa? gue udah bayar air lo"


"Gak percaya liat gih" ucap Dalvin


Angga pun ke kamar mandi dan mengeceknya, dan benar kata Dalvin airnya mati. Ia pun ke tempat pencucian piring di dapur dan airnya pun mati.


"Iya mati" ucap Angga


Tiba-tiba lampu di rumah mereka pun ikut mati.


"Ah sial banget ni hari semua mati. Air mati, lampu mati" ucap Angga kesal


Tok.. Tok.. Tok..


"Siapa lagi yang datang, tau lampu orang mati" ucap Angga


Angga pun membuka pintunya dan menemukan 8 orang pria.


"Mau ngapain kalian?" tanya Angga


"Kami berempat mau memperbaiki listrik bapak yang mati" ucap Ezra yang saat ini menyamar menggunakan baju PLN, Masker, dan juga topi dan di ikuti oleh Kevin, Kevan dan Verrel


"Kalian berempat? " tanya Angga lagi


"Kamu mau memperbaiki air bapak, kami dapat laporan dari kantor pusat" ucap Erdin yang menyamar juga


"Yaudah kalian berempat masuk, dan yang 4 lagi di luar" ucap Angga


Kejebak lu Nga! batin Ezra


Mereka pun benar-benar memperbaikinya, setelah air di perbaiki, mereka pun kedepan dan melihat perbaikan listriknya. Sampai di depan listriknya hidup dan melihatkan wajah Ezra, Kevin, Verrel, dan Kevan di depan, serta wajah Erdin, Dion, Aldi dan Leo di belakang

__ADS_1


"Mau ngapain kalian?! " tanya Dalvin mulai ketakutan


"Kami cuman mau kalian ngaku aja kalau kalian yang terus kirim paket misterius ke Maureen?" ucap Ezra santai


"Kalau gak jujur bom ini akan meledak di rumah kalian dan kalian akan kami lempar ke dalam bom itu" ucap Verrel sambil menunjukkan remot pengendali bom


"Atau mau peluru kami bertujuh bersarang di otak kalian berdua? " tanya Kevin dengan senyum devilnya


"Black Blue!!! " Teriak Angga


"Hah!! Black Blue lu itu udah gue habisin" ucap Ezra dengan pistol masih berada di tangannya


"Angsa Hitam!! "teriak Ezra


"Blood!!" teriak Verrel


"The Snow Black!!" teriak Kevin


"The Panters!!" teriak Erdin


"The Ester!! " teriak Kevan


"Kepung mereka!!" ucap mereka berlima selaku pemimpin


"A a apa ini?" tanya Dalvin


"Kemana semua Blue Black?" tanya Angga lagi


"Udah di selesaikan sama mereka semua ketika lu sedang melihat air di dalam" ucap Ezra menampilkan senyum devilnya


"Kalian menyerah atau mau kami penjarakan di penjara bawah tanah milik The Snow Black?" tanya Kevin


"Siapa The Snow Black?" tanya Angga pasrah karna selain kalah jumlah ia juga tak memegang senjata


"The Snow Black adalah PCP yang gue ubah namanya, jadi Angga dan Dalvin kalian mau menyerah untuk gak gangguin adek gue lagi?" tanya Kevin


"JAWAB!!! KITA MASIH BERBAIK HATI SAMA LU BERDUA YA!!" teriak Verrel


"Oke, oke kita nyerah" ucap Dalvin


"Vin, lu kok nyerah aja sih?" tanya Angga


"Setidaknya hanya itu yang terbaik untuk Maureen dengan gue mengiklaskannya dengan Ezra, selain itu kalau kita nyerang terus keluarga Saga akan hancur karna posisi keluarga Saga menjadi posisi ke-3 dan keluarga Malikh posisi ke-2 kit hanya bisa nyerah Nga" ucap Dalvin panjang lebar


"Oke, oke kita nyerah. Puas lu semua sekarang?!"

__ADS_1


"Oke puas, Blood kita cabut" ucap Verrel meninggikan suara


"Jangan pernah lu sakitin Maureen lagi karna dia juga sahabat gue, The Panters kita cabut!" ucap Erdin meninggikan suaranya


"Lu harus camkan perkataan lu, atau keluarga Saga akan hancur dengan bergabungnya keluarga Syahab, Malikh, Ridwan, dan Rivi" ucap Kevan mengancam


"The Ester kita cabut!" ucap Kevan ikut meninggikan suaranya


"Lo gue lepasin kali ini, sempat lu bikin Maureen cemas gue yang bakalan habisin lu dengan tangan gue sendiri dan juga akan menghancurkan keluarga Saga dengan menurunnya saham kalian" ucap Kevin mengancam dan menampakkan senyum devilnya


"The Snow Black jaga rumah ini jangan sampau mereka kabur!" ucap Kevin meninggikan suara


"Lu gak bisa kayak gitu!! lu udah janji sama kita gak bakaln penjarain kita, ini sama aja dengan memenjarain kita kalau kita di awasi!!" ucap Angga membentak tak terima


"Jangan pernah membentak seorang Kevin Valendro Malikh kalau sempat lu sekali lagi bentak gue habis lu di tangan gue" ucap Kevin sambil menodongkan pistolnya


"Ingat ini!, gue gak bakalan segan-segan buat menghabisi keluarga Saga termasuk lu, kalau lu masih gangguin Maureen dan membuat cewek gue resah" ucap Ezra menarik kerh baju Dalvin


"Angsa Hitam jaga mereka jangan sampai Kabur!" ucap Ezra menaikkan suaranya lalu pergi bersama Kevin.


Gue gak bakalan biarin itu terjadi karena gue bakalan tetap ngejar Maureen walau dari jauh lu camkan itu Ezra batin Dalvin


Kali ini gue emang kalah karna kalian ada 5 geng sedangkan gue hanya 1 tapi lain kali gue gak bakalan kalah dari lu Ezra, Kevin, dan Verrel gue pasti bakalan kalahin Angsa Hitam,The Snow Black, dan Blood karna prinsip gue adalah tak mau kalah dari Ezra, Kevin, dan Verrel batin Angga


Saat ini Angsa Hitam dan The Snow Black masih menjaga mereka walau sebenarnya mereka kira ucapan Kevin dan Ezra hanya main-main, karna yang mereka lihat sekarang tidak ada geng Angsa Hitam dan The Snow Black hanya ada suara angin yang sedang berhembus karna awan sudah mulai gelap dn akan menurunkan hujannya


:


:


:


:


:


:


bersambung..


ig:@rhmsyfitri_


Maaf kalau banyak Typo πŸ™


Mohon tinggalkan jejaknya berupa like, comment, vote, tip dan tambahkan ke favorit biar gak ketinggalan updatenya πŸ˜ŠπŸ˜„

__ADS_1


__ADS_2