Terjerat Cinta Segitiga

Terjerat Cinta Segitiga
Malikh dan Saga


__ADS_3

Hai readers, apa kabarr?


Maaf kemarin gak up ya, karena temen- temen aku banyak yang ngajakin lebaran, jadi aku gak bisa nulis.


Happy reading💙


**********


"Jadi keluarga Malikh yang dijodohin sama keluarga Saga siapa?"


"Dari keluarga Saga ada Dalvin, dari keluarga Malikh ada Maureen" jawab Aldi


"Maureen?!"


"Ya, Maureen" jelas Aldi


"Berarti Maureen sama Dalvin bakalan nikah? tapi bukannya Maureen di jodohin sama gue, kok jadi sama Dalvin?"


"Jadi lu nyangka Maureen di jodohin sama lu? hahahaha, lu Geer banget si Zra" tawa Aldi puas.


"Jahat banget sih lu Di"


"Lu bilang gue jahat? Lu yang jahat Zra, lu udah nyia-nyiain Maureen. Dan gue yakin lu bakakan nyesal" ucap Aldi kesal.


"Iya!! gue emang jahat. Gue benci Dalvin gue benci Maureen! Biarin aja mereka nikah, apa perduli gue? cewek di dunia masih banyak kali Di!"


"Gue tau Zra, tapi cewek kayak Maureen langka"


"Iya langka, Langka selingkuhnya!" tegas Ezra


"Terserah lu dah, males gue" ucap Aldi lalu pergi.


"Sialan!!!" teriak Ezra


------


"Jessy Awas!!!" teriak Kevin dan mendorong Jessy. Alhasil Jessy terjatuh dengan Kevin berada di atasnya. Mereka saling menatap dengan waktu yang cukup lama.


Flasback on🍃


Kevin sedang berjalan di trotoar. "Ininsemua salah Eric. Ya kali dia ninggalin gue di sini. Mobil-mobil siapa? yang ngatur siapa? Emosi gue lama-lama sama ni anak" gerutu Kevin.


Kevin terus berjalan, dan tiba-tiba berhenti. "Itu bukannya Jessy ya? Lah Mervin kemana? Biasanya mereka nempel terus kayak surat ama prangko" gumam Kevin. Kevin pun mengedarkan pandangannya. Ia melihat Jessy yang hendak menyebrang, dan di sisi lain ada sebuah truk yang melaju dari arah kanan.


"Jessy!" teriak Kevin. Melihat Jessy yang tak merespon, Kevin berlari dan menghampiri Jessy.

__ADS_1


"Jessy Awas!!" teriak Kevin setelah mendorong Jessy. Karena Kevin mendorong Jessy dengan sedikit kuat, tubuhnya tidak dapat menahan keseimbangan. Alhasil ia jatuh di atas Jessy.


Flasback off🍃


Kevin pun bangun dari atas tubuh mungil Jessy. "Lu gak apa kan?" tanya Kevin panik.


"Gak apa kok Vin" jawab Jessy.


"Jessy! lo kenapa?" tanya Mervin yang baru saja keluar dari cafe.


"Eh! lu kalau jaga cewek itu yang bener dong. Lu gak liat Jessy hampir ketabrak, kalau gue lambat sedetik aja, gue gak tau apa yang akan terjadi sama Jessy" tegas Kevin


"Eh lu gak usah ngegas juga kenapa sih?" tanya Mervin kesal.


"Lu denger ya, Lu kalau gak busa jagain Jessy mending lu gak usah jalan sama Jessy lagi, biar Jessy sama gue"


"Apa hak lu? Lu bukan pacar dia dan lu juga bukan suami dia, jadi apa maksud lu bilang gitu sama gue?" ucap Mervin yang mulai terpancing emosinya.


"Gue Calon Suaminya" ucap Kevin dengan menekan kan kata 'calon suami' dan pergi dengan menarik Jessy.


"Vin, lepasin!" rintih Jessy. "Vin, sakit!" ucap Jessy sekali lagi. Mendengar kata sakit yang berasal dari mulut Jessy, Kevin pun langsung melepaskan tangan Jessy.


"Sorry" ucap Kevin dengan tampang dinginnya.


"Lo kenapa sih Vin? lo kalau cemburu tinggal bilang aja, apa susahnya sih?" tanya Jessy


Kevin menelan ludahnya dengan susah payah, karena melihat bibir tipis milik Jessy. Kevin pun mendekati wajahnya dengan wajah Jessy dan mengecup lembut bibir Jessy. Jessy yang hanya pasrah sontak terkejut dengan apa yang di lakukan Kevin.


Agar memperdalam ciumannya, Kevin menarik tengkuk Jessy dan mengabsen seluruh hal yang ada di mulut Jessy.


Jessy yang merasakan itu, melawan dengan sekuat tenaganya, tetapi iti tidak berhasil, karena kekuatan yang Jessy miliki kalah dengan kekuatan yang Kevin miliki.


Kevin pun melepaskan bibirnya dari binir Jessy. Lalu ia mengelap bibirnya dengan ibu jarinya.


"Manis" ucapnya lembut.


Ciuman pertama gue, hikss. batin Jessy


"Lo apaan sih Vin? Seketika lo bikin gue kecewa. Lo udah ambil ciuman pertama gue. Gue benci sama lo Vin hiks.." tagis Jessy lalu berlari dengan tenaga yang ia punya.


Kevin hanya menggerutuki dirinya sendiri. Ia melakukan hal bodoh dengan mengambil ciuman dari Jessy. Sejujurnya Kevin sudah jatuh hati pada Jessy, tetapi ia sendiri tidak tau apa yang ia rasakan.


Gue harus konsultasi ke Verrel, kayaknya gue punya penyakit kelainan sikap dan sakit jantung. batin Kevin


Kevin pun langsung berangkat ke apartement yang sekarang di tinggali oleh Maira dan Verrel. 15 menit berlalu, sekarang Kevin sudah berada di ruang tamu Maira dan Verrel.

__ADS_1


"Lu ngapain datang ke apartement gue?" tanya Verrel heran


"Kak, ga boleh gitu sama bang Kevin" sahut Maira


"Mai, boleh gak abang bicara 4 mata sama suami lo?" tanya Kevin


"Oh yaudah, kalau gitu Mai masuk kamar aja ya bang Kevin, kak Verrel" ucap Maira dan di balas anggukan oleh kedua pria dewasa tersebut.


"Apa masalah lu?" tanya Verrel to teh point


"Gue sakit jantung Ver"


"Apa yang lo rasain?"


"Jantung gue lebih sering berdetak cepat kalau lagi ada di dekat Jessy" jawab Kevin polos.


"Whaaaaa. Vin, lu kan Playboy kelas kakap, masa lu gak oernah merasain kayak gini waktu lu pacaran?"


"Gak pernah, waktu gue pacaran gue cuman merasa biasa aja. Tapi kalau udah sam Jessy, jantung gue rasanya mau keluar"


"Woi, lu tu nyadar gak sih, kalau lu udh jatuh cinta sama Jessy?"


"Mana gue tau?" ucap Kevin sambil mengangkat kedua bahunya


"Terus apa yang lu lakuin sama Jessy?" tanya Verrel


"Gue cium" jawab Kevin santai


"Apa?! habis deh lu kali ini. Ku bakkn susah dapatin cinta Jessy karena lu udah ambil ciuman pertama dia. Jessy biasanya paling benci orang yang kayak gitu, bakalan susah dapatin maaf dia"


"Ngapa gitu Ver?"


"Mana gue tau. Nih yah, sedangkan gue ngebohongin dia kecil aja, minta maaf sama dia tu susah"


"Terus gue harus gimana?"


"Tenang ada gue, gue pasti bakalan bantu lu"


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2