
Saat ini Laura sedang berada di lobi perusahaan Kevan yakni Ridwan Confty. Laura pun langsung ke meja repsesionis.
"Permisi mbak, Kevannya ada di ruangan gak?" tanya Laura
"Maaf mbak, Tuan muda sedang ada rapat, apakah mbak sudah membuat janji?" tanya repsesionis tersebut.
"Belum sih mbak, tapi saya ada kepentingan sama Tuan muda Kevan mbak. Gini aja mbak, bisa gak saya nunggu Tuan Muda Kevan di ruangannya?" tanya Laura
"Gak bisa mbak, di sini siapapun di larang memasuki ruangan CEO tanpa izin dari CEOnya mbak" ucap repsesionis itu
"Yaudah deh mbak, saya nunggu di sini aja deh" jawab Laura lalu mencari tempat duduk.
"Siapa banget dia? langsung mau masuk ruangan Tuan muda Kevan"
"Iya, mungkin aja itu penggemar Tuan Muda kali"
"Mungkin sih, kan banyak penggemar Tuan muda yang ngaku-ngaku jadi pacarnya Tuan muda Kevan terus masuk keruangan Tuan Muda Kevan tanpa ijin"
"Iya, nanti akhirnya kita yang di pecat"
Itulah sebagian dari obrolan dua repsesionis yang Laura.
Setelah 2 jam menunggu, Laura pun mulai kesal. Ia memaksa masuk kedalam.
"Mbak, mbak tunggu di sini aja. Mbak gak boleh masuk lagi" ucap resepsionis
"Tapi saya udah nunggu 2 jam, tapi Kevan gak keluar-keluar juga!" ucap Laura kesal
Wih! berani bener ni cewek. Manggil Tuan Muda Kevan hanya nyebut nama aja. batin resepsionis tersebut.
"Nona Laura?" ucap Ednan. Ednan adalah asisten sekaligus sekretaris Kevan.
"Nona ada apa kesini?" tanya Ednan
"Gue mau ketemu Kevan! gue udh nunggu 2 jam tapi Kevan gak keluar juga. Gue udah paksa buat masuk, tapi mereka ngehalangin gue!" ucap Laura kesal
"Siapa yang berani ngalangin Rara?" tanya Kevan yang baru saja tiba di tempat kejadian.
__ADS_1
"Jawab saya!" ucap Kevan menaikkan nada bicaranya kepada resepsionis.
"Varo, kamu kemana aja sih. Masa rapat sampai 2 jam?!" tanya Laura kesal.
"2 jam? aku baru rapat sekitar 1 jam yang lalu Yang" jawab Kevan jujur
******! dia memang pacarnya tuan muda batin resepsionis yang menghalangi Laura.
Tamat riwayat gue! batin resepsionis di sebelahnya
"Lah, resepsionis kamu bilang tadi kamu rapat. Jadi aku nunggu kamu sampai 2 jam" jelas Laura.
"Kalian Berdua saya PECAT!" tegas Kevan.
"Nan, urus mereka" ucap Kevan lalu pergi dengan Laura. Mereka pun menaiki lift khusus CEO dan naik ke lantai 50 lantai paling atas. Setelah mereka sampai di lantai 50 mereka pun duduk di sofa.
"Kenapa? tumben kamu datang ke kantor aku. Kamu gak ada pasien?" tanya Kevan lembut.
"Ada kabar buruk Var" ucap Laura panik
"Kabar buruk apa?" tanya Kevan
"Di jodohin sama siapa?"
"Sama kak Angga dari keluarga Saga, Dia sepupu Dalvin"
"Kok bisa?!"
"Papi sama ayahnya kak Angga itu kolega bisnis. Mereka udah lama bekerja sama, jadi untuk mempererat kerja sama itu Papi sama om Andrew ayahnya kak Angga berencana menjodohkan anak mereka. Karena aku anak tunggal dan kak Angga anak sulung, jadi aku sama kak Angga yang bakalan di jodohin" ucap Laura mulai terisak
"Hanya karena untuk mempererat kerja sama aja, kamu mau di jodohin sama Angga yang gak ketulangan licik itu?"
"Bukan itu aja, Papi ada hutang yang cukup besar sama perusahaan om Andrew. Kalau Papi gak terima perjodohan ini, perusahaan Papi bakalan bangkrut Var" ucap Laura yang sekarang menangis
"Udahh, kamu gak perlu nangis, aku bakalan pikirin gimana caranya agar kamu gak di jodohin sama Angga ya. Kamu tenang aja" ucap Kevan sambil memeluk lembut Laura
"Kayak mana Var, aku udah bilang aku udah punya pacar sama Papi dan aku juga udah bilang kamu pacar aku, tapi Papi masih bersikeras buat jodohin aku"
__ADS_1
"Cup, cup, cup kamu tenang aja ya. Aku bakalan pikirin caranya gimana ya. Kamu gak perlu takut ya, kan ada aku" ucap Kevan sambil memeluk dan mencium kening Laura dengan lembut
"Yaudah aku pulang dulu ya Var"
"Mau aku anterin gak?"
"Gak usah, aku bawa mobil kok"
"Yaudah hati-hati ya Ra"
"Iya, Byee honey" ucap Laura lalu pergi
Tak berselang lama Ednan pun masuk dengan membawa berkas.
"Ini berkas yang perlu di tanda tangani tuan muda" ucap Ednan sembari memberikan sebuah berkas
"Nan, cari tau keadaan saham di Saga Imperial dan Hava Protial, kalau perlu, beli saham di Saga Imperial dan Hava Protial. Kita harus bisa masuk ke salah satu perusahaan itu, kalau bisa saham kita harus ada di kedua perusahaan itu "
"Baik tuan muda"
"Dan satu lagi, cari keberadaan Blue Black dan ketua mereka, Angga"
"Baik tuan muda" ucap Ednan lalu keluar.
Awas aja lu berani nyentuh Laura gue. Gue gak bakalan tinggal diam kalau lu nyakitin Laura seujung rambut pun Angga. Gue akan kerahkan semua kekuatan The Ester untuk melawan semua pasukan Blue Black. batin Kevan.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Ednan Bagas Prayoga