Terjerat Cinta Segitiga

Terjerat Cinta Segitiga
Maureen dan Dalvin?


__ADS_3

Hay readers, apa kabar?


Kali ini Author mau cepatin Alurnya ya, Biar nanti eps konfliknya juga cepat Author tulis ๐Ÿ˜†


Tetap semangat readers, yang ibadahnya cuman di rumah aja. Biar ngehapus rasa bosan mending baca novel aja๐Ÿ˜Š


Happy Reading โค


************


2 tahun kemudian...


Akhirnya Maureen dan Maira lulus dan bisa menjadi dokter bedah dan dokter jantung. Mereka adalah salah satu lulusan termuda di kampus. Mereka senang sekali karena banyak gelar yang mereka dapat, dari depan dan belakang nama mereka.


Saat ini Maureen dan Maira sedang cek in di bandara untuk pulang kembali ke Indonesia. Kurang lebih 13 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di Indonesia.


Di bandara soekarno-hatta mereka celingak-celinguk mencari siapa orang yang menjemput mereka. Mereka berdua jalan terus dan tiba-tiba ada cowok datang dari arah yang berlawanan dan menabrak Maureen.


"Maaf" ujar pria tersebut


"Gak apa-apa kok mas" jawab Maureen


"Maureen?" ucap pria tersebut saat melihat wajah Maureen


"Dalvin?" ucap Maureen terkejut. Ya, pria tersebut adalah Dalvin.


"Kamu mau pulang ya?" tanya Dalvin memastikan


"Ya ni, kita lagi nyari orang yang jemput" ucap Maureen


"Bareng aku aja gimana?" tanya Dalvin


"Enggak usah Vin, nanti ngerepotin" ucap Maureen menolak


"Ayolah, dari pada kalian nunggu lama" bujuk Dalvin


"Ayolah Reen, lagian tadi bang Kevin bilang gak bisa jemput soalnya dia kan lagi di Prancis ada bisnis sama abang ku" ucap Maira


"Yaudah deh" ucap Maureen


"Yaudah sebelum pulang kita ke cafe dulu yuk isi perut. Perjalanan kalian berdua kan panjang" ucap Dalvin dan di jawab anggukan oleh kedua wanita yang ia tanyai.

__ADS_1


Akhirnya mereka sampai di cafe bintang. Mereka masuk dan memilih tempat duduk di samping jendela. Setelah duduk mereka pun memesan makanan. Setelah selesai memesan makanan Maira tiba-tiba bicara.


"Reen, Vin aku ke toilet bentar ya" ucap Maira


"Yaudah" jawab Maureen. Mendengar jawaban itu Maira pun pergi.


---


Saat ini Aldi mewakili Ezra yang tengah berada di Amsterdam Belanda. Aldi mewakili Ezra untuk rapat bersama kolega bisnisnya di cafe Bintang.


Saat memasuki cafe Bintang Aldi langsung memilih tempat duduk karena ia tau ia datang kecapatan. Saat Aldi mengedarkan pandangannya Aldi terlejut dengan kehadiran Maureen dan laki-laki yang duduk berhadapan dengannya.


Ngapain Maureen berduaan sama cowok, kalau Ezra tau bukan cowoknya aja yang abis, tapi Maureen bakalan di putusin batin Aldi


Aldi pun mendekati mereka untuk mengetahui siapa lelaki itu.


---


Makanan pun akhirnya datang. Maureen yang memang sudah lapar memakannya dengan cukup rakus.


"Pelan-pelan aja kali reen, gak bakalan ada yang rebut makanan itu dari lo" ucap Dalvin yang di jawab anggukan oleh Maureen


---


"Dalvin?" gumam Aldi. Aldi yang duduk di dekat mereka pun melihat adegan antara Dalvin yang sedang menghapus noda makanan di bibir Maureen. Aldi pun mengambil ponselnya dan segera mempotretnya.


Wah gila Maureen, gak tau apa kalau dia kayak gini di belakang Ezra artinya dia lagi bangunin singan jantan lagi tidur. Ni lagi si Dalvin, gak tau apa Ezra kalau marah kayak mana. Gue kirim apa gak ya ke Ezra? Ah kirim aja deh Maureen kan gebetan dia, dia harus tau lah batin Aldi


Sebelum mengirim foto itu ke Ezra Aldi mendapatkan notif pesan dari kliennya bahwa rapat mereka di undur. Aldi yang menerima pesan tersebut, langsung pergi dari meja yang ia duduki dan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya. Setelah mengambil mobilnya Aldi menancapkan gas dan pergi langsung ke kantor.


---


"Maaf lambat ya Reen, Vin" ucap Maira langsung duduk di kursinya.


"Gak apa kok" jawab Dalvin dan langsung menampilkan senyum manisnya


"Yaudah yuk kita makan" ucap Maureen


"Yaudah yuk" balas Maira


---

__ADS_1


Sesampainya Aldi di kantor ia langsung menuju ruangannya. Setelah sampai di ruangannya Aldi langsung duduk di kursinya dan membuka chatnya dengan Ezra.


Aldi:" (Sebuah foto) gue liat mereka di cafe waktu gue mau rapat"


Ezra:" Lu gak ngeditkan Di?"


Aldi:"Pinter banget gue ngedit sampai bisa kayak gitu"


Ezra:"Kenapa bisa ada Dalvin disana? Di, gue minta lo buat ngawasin Maureen selama seminggu ini bisa?"


Aldi:"Ya deh" jawab Aldi yang tak daoat balasam dari Ezra


Huh! dasar sepupu laknat bukannya ngucapin terima kasih malah di kacangin. Nasib punya sepupu kayak gitu batin Aldi


---


"Sialan lu Dalvin!" teriak Ezra


"Bisa-bisanya lu dekatin Maureen, awas aja lu" ucap Ezra marah


"Lu main-main sama ancaman gue dan lu lakuin karna ancaman gue lu jadiin mainan. Awas aja lu Dalvin abis lu di tangan gue" ucap Ezra


"Dan kalau sempat mereka emang janjian, gue gak akan lepasin lu Maureen, karena gue benci penghiatan. Hanya karna gue gak liatin lu di London selama 2 tahun ini bukan berarti lu bisa main di belakang gue. Lu gak tau, lu lagi berhadapan dengan seorang Ezra Alvian Syahab" ucap Ezra dengan sangat marah bercampur kesal dan cemburu


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


ig:@rhmsyfitri_


Makasih ๐Ÿ˜„

__ADS_1


__ADS_2