
Apa kabar para readers?
Selamat berpuasa ya ๐
Happy Reading....
*****
Akhirnya mereka semua pun sampai di gedung XX tempat penyelenggaraan pesta ulang tahunnya Maureen. Ezra pun menuntun Maureen dengan hati-hati.
"Zra mau kemana sih?" tanya Maureen
"Bentar lagi sampai reen" jawab Ezra
Ezra pun memberi kode kepada semua orang agar bersiap-siap. Maira yang tak tau menahu hanya diam saja. Verrel yang melihat Maira seperti itu pun menjelaskan semuanya.
"Ini semua untuk pesta ultah Maureen ay.." jelas Verrel yang di jawab anggukan oleh Maira
"Nanti waktu aku hidupin lampunya kmu ikutan juga ya bilang supries ya ay.." ucap Verrel lagi yang di jawab anggukan oleh Maira.
Ezra kemudian mengajak Maureen masuk.
"Udah bileh di buka belum Zra?" tanya Maureen
"Udah, aku buka ya" ucap Ezra lalu membuka penutup mata Maureen
"Kok gelap?" tanya Maureen kepada Ezra
Seketika terdengar suara tangan Ezra yang betepukan. Dan dalam sekejap mata lampu ruangan pun hidup.
"SUPRIES" seketika terdengar suara teriakan semua orang. Maureen bisa menutup mulutnya dengan tangan dan berkali-kali mengucapkan terima kasih.
"HAPPY BRITHDAY MAUREEN" ucap mereka semua dengan semangat.
"Makasih banyak" ucap Maureen senang dan terharu
"Happy brithday yang ke 20 adik ku sayang" ucap Kevin sambil memeluk dan mencium kening Maureen.
"Ehh, enak aja main nyosor. Ada pacarnya di sini" ucao Ezra sambil berusaha memisahkan kakak adik yang sedang berpelukn itu.
"Lu pacarnya gue abangnya" ucap Kevin singkat dengan nada khasnya yang dingin.
"Ya elah gak ngehargai gue apa sebagai calon suaminya" gumam Ezra yang di dengar oleh Kevin
__ADS_1
"Calon suami kalau Maureen udah lulus jadi dokter spesialis bedah" ucap Kevin dengan nada penekanan
"Udah lah, gak bisa apa kalau ketemu gak berantam" ucap Maureen yang pusing terhadap dua lelaki kesayangannya ini. Kevin yang over protektif dan Ezra yang posesif.
"Hehe, Happy brithday yang ke 20 baby" ucap Ezra sambil memeluk dan mencium kening Maureen
"Ekhm... Woi belum sahh" ucap Kevin menarik adik kesayangannya itu dari pelukan sang kekasih.
"Yaelah bentaran doang kali bang" ucap Ezra kesal karena Kevin yang mengganggu acara romantisannya dengan Maureen.
"Eh iya Ren, Mai. Nanti di London jangan lupain kita ya" ucap Laura
"Kapan-Kapan kita ngumpul deh" ucap Bella
"Iyaa" ucap Maureen memeluk keempat sahabatnya itu.
"Kalian juga jangan lupain kita ya" ucap Maira terharu.
Mereka pun melepaskan pelukan mereka.
"Sayang tiup dong lilinnya" ucap Ezra sambil memegang kue ulang tahun Maureen. Maureen pun mengangguk dan berdoa. Selesai berdoa ia pun meniup lilinnya.
"YEEE" teriak mereka
"Makasih bang udah jadi abang terbaik Maureen, udah jadi teman curhat Maureen, dan udah ngelindungin Maureen. Potongan pertama ini Maureen kasih ke abang karena Maureen anggap abang itu sebagai orang tua kedua setelah ayah dan bunda" ucap Maureeb penuh arti
"Makasih dek, selama ini abang lakuin semua itu demi kebaikan kamu juga" ucap Kevin. Maureen lalu memeluk abangnya itu dengan erat. Lali potongan kedua ia kasih kepada Ezra.
"Vian, makasih buat semuanya. Buat kamu yang mau terima aku apa adanya, buat kamu yang selalu kasih aku kasih sayang yang berlimpah, buat kamu yang udah sabar banget ngehadapin aku. Thank you so much honey" ucap Maureen memeluk Ezra.
"You're welcome baby" jawab Ezra.
Maureen pun melangkah menuju keempat sahabatnya.
"Potongan ketiga buat kalian berempat. Makasih udah mau sabar ngehadapin aku, makasih buat segala kasih sayang yang klian berikan untuk aku. Merci beaucoup mon ami (terima kasih banyak sahabat ku)" ucap Maureen langsung memeluk keempat sahabatnya itu.
"VOTRE ACCUEIL (sama-sama)" ucap mereka semua
Mereka pun melanjutkan acara gembira mereka. Acara gembira yang terselip rasa sedih akan kehilangan sahabat mereka yakni Maureen dan Maira. Di tengah-tengah itu semua terselip rasa ingin memiliki yang besar tapi apa daya orang yang di perjuangkan malah bersikap dingin terhadapnya.
"Gue denger-denger lo manggil gue gunung es?" tanya Kevin dengan nada dinginnya.
"Eng, enggak kok kata siapa hehe?" tanya Jessy dengan terbata-bata karna Jessy merasa ada yang menantapnya sangat tajam.
__ADS_1
"Kata Laura, sama Bella" jawab Kevin masih dengan nada datarnya
Dah agak dah, pasti mereka yang kasih tau memang nak kena mereka berdua batin Jessy kesal
"Enggak kok, mereka mungkin asal bicara" ucap Jessy sambil melambaikan tangan tanda ia tidak melakukannya.
"Eh denger ya, sampai kapan pun gue gak akan pernah sudi ada hubungan sama lu kecuali Ipar. Gue gak suka cewek kayak lu yang selalu ngejar cowok. Lu bukan murahan kan? Cewek murahan yang selalu ngejar cowok demi hartanya" ucap Kevin dengan penuh penekanan di bagian kata ipar. Ucapan sangat pedas Kevin di iringi dengan melipat kedua tangannya. Jessy yang mendengar itu hanya diam.
"Upss, lu kan berasal dari keluarga Syahab, keluarga yang hartanya gak bakalan habis tujuh turunan. Mana mungkin lu ngincar harta gue" ucap Kevin kembali dengan nada pedasnya. Jessy hanya terdiam
Salah gue suka sama orang kayak lu Vin, yang suka nyindir cewek, padahal cewek itu gak melakukannya sama sekali. Oke kamu bisa Jessy kamu kuat, kamu gak boleh nangis hanya karna laki-laki brengsek kayak dia. Dia gak mikir apa adiknya perempuan ehh malah nyakitin hati perempuan batin Jessy
"Kenapa lu diam?" tanya Kevin kembali dengan nada dinginnya
"Karna aku lagi mikir, bodoh banget aku suka sama cowok yang kerjanya nyakitin hati cewek, padahal adik dan bundanya perempuan berarti dia sama aja nyakitin hati adik dan bundanya dong. Sadis banget kan pak Kevin yang terhormat" ucap Jessy penuh penekanan
"Lu nyindir gue?!" tanya Kevin mulai terbawa emosi
"Wow, wow sabar dulu Vin, kamu merasa kan kalau aku nyindir kamu. Berarti kamu udah ngaku dong" ucap Jessy langsung pergi karna ia tak mau memperpanjang perdebatan ini
"Cewek sialan!" umoat Kevin dengan menggenggam tangannya seperti orang yang mau mukul sesorang yang ada di depannya sekarang
.
.
.
.
.
Bersambung....
Maaf ya updatenya telat๐๐
Author lagi gak ada inspirasi soalnya
Maaf kalau banyak Typo๐
ig:@rhmsyfitri_
Selamat menjalankan ibadah puasa ya readers ๐๐
__ADS_1