
Keesokan harinya mereka sudah membuat kesepakatan untuk pergi ke Batusangkar. 3 Jam perjalanan akhirnya mereka sampai di mansion milik Ezra. Mereka pun segera merebahkan tubuh mereka di kamar mereka. Tak tersadar semua otang terlelap karena kecapekan.
Saatnya makan siang. Semua orang turun dari kamar dan makan. Setelah makan mereka pun membuat rencana.
"Apa kegiatan hari ni?" tanya Verrel
"Main di sawah aja bang, tangkap belut sama panen padi" ucap Ezra
"Asik, seru tuh" ucap Kevan
"Kapan pergi?" tanya Erdin
"Sekarang lah" ucap Ezra
"Panas tau Vian" ucap Maureen
"Reren kamu aja ke pa *** gak takut hitam. Di Batusangkar ni udaranya sejuk jadi gak perlu takut panas" ucap Ezra lagi
"Ya deh" ucap Maureen pasrah
Mereka akhirnya pergi ke sawah yang ada di belakang rumah bi Ayum dan pak Firman. Mereka adalah orang yang menuaga mension Ezra.
"Panda, kotor banyak lumpur" ucap Bella
"Gak apa kali beruang madu, liat aku ya" ucap Erdin lalu loncat ke dalam lumpur untuk mencari belut. Erdin tersenyum jahil. Ia tiba-tiba menarik Bella. Bella yang hilang keseimbangan pun jatuh di pelukan Erdin.
"Beruang maduku makin cantik aja" ucap Erdin sambil mencium pipi Bella
"Ihh, Panda apaan sih" ucap Bella yang merasa pipinya memanas.
"Rara si dong lompat nanti Varo tangkap deh" ucap Kevan kepada Laura
"Banyak lumpur Var" ucap Laura
"Gak kok" ucap Kevan naik dari kubangan lumpur dan menggendong Laura untuk kebawah
"Ihh, Varo turunin" pinta Laura
"Katanya gak mau pijak lumpur"
"Ihh, Varo turunin gak"
"Iya deh" ucap Kevan lalu menurunkan Laura
"Mai turun sini" ucap Verrel
"Licin kak. Mai takut jatuh" ucap Maira
"Gak Mai nanti kakak tangkap" ucap Verrel membentangkan kedua tangannya lebar-lebar
"Yaudah deh" Maira pun turun dan tidak sengaja terpeleset dan akhirnya jatuh ke dalam lumpur dan di peluk oleh Verrel yang menyelamatkannya.
"Makasih kak" ucap Maira
"Sama-sama Mai ku cayang" ucap Verrel
"Vian kamu gak boleh turun nanti kamu gatal- gatal" ucap Maureen
"Gak bakalan Reen" ucap Ezra langsung turun
__ADS_1
"Terserah kamu deh" ucap Maureen
"Reren turun lah enak tau, dingin" ucap Ezra
"Ya aku turun" ucap Maureen. Maureen pun turun ke lumpur dengan hati-hati
"Aaa" teriak Maureen
"Kenapa ren?" ucap Ezra khawatir
"Kaki aku kayak di gigit sesuatu, aku takut lintah" ucap Maureen
"Bentar" ucap Ezra. Ezra pun meraba dalam lumpur dan mendapati 1 belut besar.
"Ren ini belut besar" ucap Ezra
"Enak di bakar" ucap Maureen
"Ngapain lu di atas?" tanya Kevin
"Takut terpeleset di bawah" ucap Jessy
"Turun lah ngapain lu sendiri di atas" ucap Kevin
"Ya lah" ucap Jessy
Jessy pun turun dengan berhati-hati dan menginjak lumpur dengan hati-hati agar tidak terjatuh. Tetapi keseimbangannya hilang dan Jessy terjatuh dengan di tangkap oleh Kevin. Posisi mereka saat ini sedang berpelukan dengan jarak antar muka hanya 4 cm.
Jessy ni kalau di lihat anaknya baik, cantik juga rupanya. Ehh Kevin lu kan udah janji gak mau dekat-dekat sama dia batin Kevin
Kevin ni kacak, tapi garang lah. Coba je dia tak garang mesti aku tak mau lepaskan dia batin Jessy
Kedelapan sahabat Kevin melihat Kevin seperti berpelukan dengan Jessy membuat mereka menahan tawa. Mereka punya ide yang jahil untunk mengganggu mereka.
"2" ucap Verrel
"3" ucap Kevan
"WOII PACARAN JANGAN DI SINI LAH" teriak mereka berdelapan. Seketika Kevin dan Jessy yang saling melihat pun terkujut. Jessy yang ada di pelukan Kevin pun tiba-tiba di jatuhkan oleh Kevin.
"Ihhh, Kevin sakit tau. Liat karna kamu kotor baju ku" ucap Jessy geram
"Eh maaf Jes gue gak sengaja" ucap Kevin mengulurkan tangannya untuk membantu Jessy berdiri.
Mereka pun menangkap belut dengan riang gembira dan tangkapan belut mereka yang banyak membuat mereka bahagia. Mereka pun pulang kerumah.
Di rumah pun mereka memberi belut itu kepada Bi Ayum untuk di masak. Mereka semua pun masuk kekamar untuk membersihkan tubuh. Setelah membersihkan tubuh mereka pun turun kebawah.
Sambil menunggu Bi Ayum selesai masak mereka pun nonton tv bersama. Saat sedang asyik nonton tv tiba-tiba Ezra merasa sangat gatal di seluruh tubuhnya.
"Bang Verrel, Ezra gatal banget ni" ucap Ezra sambil menggaruk semua tubuhnya secara bergantian
"Adek tadi turun ke lumpurkan?" tanya Verrel memastikan
"Iya" jawab Ezra singkat karena ia sedang menggaruk tubuhnya
"Jangan di garuk. Anak ni degil lah di bilangin jangan turun main lumpur, main juga dia" ucap Verrel marah kepada adiknya itu.
"Jangan banyak ngoceh bang, tolongin Ezra dulu gatal nihh" ucap Ezra
__ADS_1
"Yaya abang ambil obatnya dulu" ucap Verrel naik keatas untuk mengambil obat untuk Ezra
"Vian gatel banget ya?" tanya Maureen khawatir
"Iya Reren" jawab Ezra
Maureen pun mengechek suhu tubuh Ezra dengan telapak tangannya.
"Alergi kamu parah banget sampai badan kamu merah-merah dan kamu jug demam" ucap Maureen
"Tu lah Ezra ni degil kali udah di bilang jangan main, main lumpur juga dia" ucap Verrel datang dengan obat di tangannya
"Maureen udah tau tentang cara mengobati Alergi kayak Ezra kan?" tanya Verrel
"Udah bang" jawab Maureen
"Bantu abang" ucap Verrel yang diangguki oleh Maureen
Mereka pun mulai mengobati Ezra dengan bantuan semua orang agar memegang Ezra untuk tidak menggaruk tubuhnya. Verrel di bantu Maureen segera mengambil tindakan untuk mengobati alergi berat yang dialami Ezra.
1 jam berlalu akhirnya pengobatan Ezra pun selesai. Sedikit lama karena Ezra yang selalu memberontak karena tak tahan dengan gatal tersebut. Mereka pun lega kerena saat ini Ezra sudah tertidur di kamarnya. Gatal dan demamnya sudah berangsur membaik.
"Gila si Ezra, gue gak tau kalau alerginya separah ini" ucap Kevan
"Ya, biasanya gak seprah ini" ucap Erdin
"Beda lah, yang dulu tu bukan lumpur tapi tanah yang basah karna air hujan. Air hujannya juga dikit. Yang ini lumpur makanya alerginya berat. Kalau sampai kena pasir pantai bisa pingsan dia" ucap Verrel
"Kok bisa dia kayak gitu?" tanya Kevin
"Gak tau, dari kecil dia kayak gitu" ucap Verrel
"Ehh Maureen kenapa nangis?" tanya Kevin
"Sedih liat Ezra kayak gitu. Hikss.. pasti dia kesakitan" ucap Maureen dengan sedikit menahan tangisnya
"Ya mau gimana lagi emang dianya kayak gitu" ucap Verrel
"Yaudah kalian cape kan, tidur gih. Biar kami yang cowok yang jagain Ezra" ucap Erdin
"Maureen jagain Ezra ya" ucap Maureen
"Jangan dek, kamu kan capek juga" ucap Kevin perhatian kepada adiknya
Maureen pun hanya menuruti dan mengikuti sahabatnya untuk tidur.
.
.
.
.
.
Bersambung....
ig:@rhmsyfitri_
__ADS_1
Maaf kalau banyak typo ya๐
Jangan lupa tinggalkan jejaknya berupa like, comment, vote, tip, dan tambahkan ke favorit agar tidak ketinggalan updatenya ๐๐