
Hai readers apa kabar?
Kalian harus selalu sehat dan jangan panik di saat seperti ini ya.
2 Minggu ini mungkin author bakalan jarang update karena hari selasa depan Author sudh mulai ujian kenaikan kelas. Jadi readers tetap semangat yaa!
Happy reading 💙
**********
Sedangkan di rumah Maureen, Maureen tengah membujuk kedua orang tuanya agar tak melangsungkan perjodohan antara Maureen dan Dalvin.
"Gak, gak bisa. Ayah udah terlanjur janji sama pak Bara jadi Ayah harus tepati" ujar Sigit menolak bujukan anak bungsunya itu
"Tapi yah, Maureen sama Dalvin itu sahabatan" jawab Maureen
"Apa salahnya menikah dengan sahabat kamu sendiri. Ayah sama Bunda dulu juga sahabatan kok" jawab Angel
"Tapi kan bun.. " ucapan Maureen langsung di potong oleh Sigit.
"Gak ada tapi-tapian Maureen Hazel Malikh!" tegas Sigit yang membuat nyali Maureen menciut. "Kenapa? gak berani lawan ayah!" ucap Sigit mulai Emosi
"Maafin Maureen Yah, Maureen bakalan terima perjodohan Maureen sama Dalvin" jawab Maureen
"Anak pintar" ucap Sigit kemudian pergi
Kenapa harus kayak gini sih? Di saat hati gue bingung, gue malah dapatin lebih banyak masalah batin Maureen. Maureen pun hanya bisa terduduk lemas di sofa. Tiba-tiba hp Maureen berbunyi dan memperlihatkan nama dari si penelfon
Dalvin? batin Maureen
Maureen:"Ya Dal ada apa? "
Dalvin:"Lo udah tau kan, kita mau di jodohin?"
__ADS_1
Maureen:"Udah"
Dalvin:"Terus, menurut lo apa yang harus kita kerjakan? "
Maureen:"Gue rasa gak ada sih Dal, Kalau menurut gue sih, mending kita jalanin aja dulu. Nanti kalau misalnya udah gak nyaman, itu terserah diri sendiri, mau menetap atau meninggalkan"
Dalvin:"Hmm gue setuju sama lo, Reen kencan yuk!"
Maureen:"Langsung tancap gas Dal"
Dalvin:"Hehehe Iya dong, gue jemput ya"
Maureen:"Oke"
Gak ada pilihan lain, gue harus jalanin dulu hubungan ini sama Dalvin. Siapa tau aja gue bisa ngelupain cowok brengsek yang udah ngebuang gue karena kesalah pahaman batin Maureen. Maureen pun segera naik kekamarnya untuk bersiap-siap.
Tak lama kemudian, Dalvin datang dengan mobil kesayangannya yang bermerk Lamborgini Venano. Dalvin pun langsung memencet bel pintu.
"Eh, ada tuan muda Dalvin. Silahkan masuk Tuan" ucap salah satu pelayan yang membukakan pintu. Dalvin pun hanya membalas dengan anggukan dan senyuman.
"Ada Dalvin, Sini sayang" ucap Angel yang sedang melihat Dalvin berdiri.
"Ya tante" ucap Dalvin langsung duduk di samping Angel.
"Jangan panggil tante, panggil bunda aja. Biar sama kayak Kevin dan Maureen" ucap Angel
"Iya Bunda" jawab Dalvin
"Bun, Yah. Kevin balik nih!!" teriak Kevin
"Kevin, sini sayang" panggil Angel
"Ada apa bun?" tanya Kevin. "Lah kok ada Dalvin? " tanya Kevin lagi
__ADS_1
"Sini minum dan duduk dulu biar bunda jelasin" ucap Angel, Kevin pun hanya mengangguk dan kemudian meminum teh yang telah tersedia untuknya. "Dalvin bakalan jadi adik ipar kamu" ucap Angel senang
Byurr...
Mendengar itu Minuman yang di minum Kevin seketika menyembur, untung tidak kena Angel dan Dalvin
"Ihh bang Kevin jorok" ucap Maureen yang baru saja turun
"Diem lu, Emang bener Maureen mau di nikahin sama kulkas ini? " tanya Kevin
"Hahahaha, eh bang lo nyadar diri dong. Dalvin Kulkas, lo gunung es" tawa maureen terbahak-bahak
"Gue mah kayak gitu kalau sama cewek doang Reen" jawab Kevin
"Iya Maureen mau bunda jodohin sama Dalvin" jawab Angel
"Trus mereka langsung nikah gitu bun" tanya Kevin
"Ya gak lah, Maureen katanya lagi banyak pasien di rumah sakit dan Dalvin lagi sibuk sama kerjaannya di Perusahaan keluarga Saga, jadi Dalvin dan Maureen kami tunangin dulu dan acara pertunangannya besok!" ucap Angel
"APA?!!!" teriak Dalvin, Maureen dan Kevin secara bersamaan
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1