Terjerat Cinta Segitiga

Terjerat Cinta Segitiga
Berusaha Mendekat


__ADS_3

"Bagaimana cara agar aku bisa dekat dengan mu? Apa salah aku menginginkan cinta mu?


---------------------------------------------


Akhirnya mereka bersepuluh pun pulang dari pantai. Seperti biasa mereka segera masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat. Kevin mengantarkan Maura ke kamarnya karna kaki Maura yang terluka membuat Maura tidak bisa berjalan. Kevin pun membuka kamar di depan kamarnya. Ya, kamar Maura berdepanan dengan kamar Kevin.


Sesampainya di kamar Maura, Kevin pun langsung mendudukkan Maura di tempat tidurnya.


"Makasih ya, Kevin udah mau hanta aku" ucap Maura


"Ya" jawab Kevin singkat dan tak lupa tatapan dingin dan datarnya


"Boleh bicara sebentar gak?" tanya Maura hati-hati takut Kevin Marah


"Aku sibuk" jawab Kevin dengan nada datarnya dan langsung pergi.


"Bentar aja pliss" ucap Maura dengan tatapan memelasnya.


"5 menit" jawab Kevin


Kevin pun kembali ke tempat Maura.


"Duduk dulu sini" ucap Maura sambil menepuk tempat tidurnya. Kevin pun menuruti dan duduk di tempat tidur Maura.


"Apa?" tanya Kevin yang sebenarnya malas bicara dengan Maura.


"Kamu punya pacar gak?" tanya Maura to the poin.


"Bukan urusan mu" ucap Kevin kembali ke nada datar khasnya.


"Kamu emang biasanya dingin ya sama cewek?" tanyanya lagi


"Baru lu" ucap Kevin malas


"Emang kenapa kamu gak suka sama aku?" tanya Maura


"Lu kenapa? Tentang penilaian gue sama lu itu privasi gue, lu gak berhak tau" ucap Kevin dengan dingin dan langsung pergi dengan membanting pintu kamar Maura dengan cukup keras.


Sebegitunya kamu benci sama aku Vin? padahal aku gak salah apa-apa sama kamu. Kamu harus kuat Maura, Kamu gak boleh terlihat lemah. batin Maura


Maura pun menangis dalam diam karena perilaku orang yang ia suka berbanding balik dengan pikirannya. Maura kini meredam tangisnya dalam selimut dan berusaha keras untuk tidak menangis.


Jam makan malam pun akhirnya tiba, semua orang berkumpul di meja makan, kecuali Maura.


"Ada yang liat Maura gak?" tanya Verrel


"Gue gak liat dia dari tadi bang" jawab Ezra


"Coba Maureen cek deh kekamarnya." sahut Maureen


"Ya ren, Cek aja" ucap Ezra

__ADS_1


"Kita bertiga temenin gak ren?" tanya Bella


"Yaudah ayo" ucap Maureen


Keempat wanita itu pun pergi kekamar Maura dan mengetuknya. Mereka menunggu jawaban tetapi tidak ada jawaban dari Maura sama sekali. Maureen mencoba memanggil nama Maura tetapi hasilnya nihil. Maureen pun mencoba lagi dan akhirnya Maura membukakan pintu kamarnya.


"Maura, kamu gak makan?" tanya Maira


"Mulai sekarang panggil aku Jessy aja ya, Maura kayak udah lama aja gitu." ucap Maura


"Jessy, kamu gak makan?" ulang Maira


"Gak deh, aku gak lapar" jawab Jessy


"Jes, kamu kenapa?" tanya Maureen


" Ga ada kok" jawab Jessy lagi


"Kamu bohong, buktinya mata kamu sembab gini" sahut Bella


"Oh tadi kelilipan doang kok" ucapnya lagi


"Jangan bohong sama kita Jessy" ucap Laura


"Kamu kenapa?" Tanya Maureen


"Gini aja deh kalian makan dulu, nanti kalau udah makan aku certain deh" ucap Jessy


"Yaudah ayo makan bersama" ucap Maira


Mereka pun sampai di meja makan. Para cewek pun duduk.


"Maura kamu kenapa?" tanya Verrel khawatir


"Tak pe lah bang panggil aku Jessy jangan Maura lagi" jawab Jessy


"Oh oke" jawab Verrel


"Mata mu kenapa sembab gitu kayak habis nangis?" tanya Ezra yang juga khawatir dengan sepupunya itu.


"Oh mata aku tadi gatal jadi aku gosok makanya jadi sembab" jawab Jessy


"Jes jangan bohong ya" ucap Verrel


"Ye bang Jessy tak bohong lah" ucap Jessy


Mereka pun kembali makan. Setelah makan mereka berempat menangih janji Jessy untuk menceritakan kenapa dia sampai nangis.


Jessy pun mengiyakan dan mereka berlima mencari tempat yang cocok. Mereka pun akhirnya menemukan tempat yang cocok yaitu taman belakang.


Mereka semua duduk di gazebo yang sudah di sediakan oleh Ezra hanya untuk sekedar bersantai.

__ADS_1


"Jadi gimana kronologinya?" tanya Laura memulai pembicaraan


"Oke aku mulai, jadi gini ceritanya....." Jessy pun mengutarakan semua yang ia rasakan dan menjelaskan apa yang terjadi samapai akhir.


Mendengar cerita itu Maureen merasa geram dengan abangnya sendiri, karena tidak biasanya abangnya bersikap dingin terhadap cewek, yang ada dia akan mengeluarkan jurus seribu gombalnya untuk mendekati cewek.


"Yang bener aja bang Kevin bisa sedingin itu, setau gue ya, bang Kevin itu playboy tingkap kakap lo" ucap Laura tak percaya


"Tapi gue percaya, karena kalau bang Kevin gak suka atau keganggu adengan kehadiran seseorang dia akan bersikap dingin terhadap orang itu" ucap Maureen yang memang memahami abangnya tersebut.


"Tapi gue juga ada rasa gak percaya sama abang gue, kalau dia gak suka sama kehadiran seseorang dia akan bersikap dingin, tapi hanya sama laki-laki aja kalau sama cewek dia biasa aja gitu" ucap Maureen lagi


"Abang lu kurang obat kali Reen" timpal Bella


"Kampret, enak aja lu bilang abang gye kurang obat, abang gue ganteng-ganteng kok di bilang kurang obat" ucap Maureen


"Kali aja Reen" ucap Bella


"Continues?" ucap Maira


"Aku sih udah coba bicara sama dia kenapa gak suka aku, tapi dia menjawab kalau menilai seseorang dari penglihatannya itu privasi dia dan dia langsung pergi" ucap Jessy.


"Jadi kamu beneran suka dan cinta sama abang ku?" tanya Maureen


"Ya, dari pandangan pertama" jawabnya


"Besok ada kesempatan. Kan kita besok pergi ke Painan kata Ezra jadi mobilnya itu di siapkan 2 orang 1 mobil, nah kamu ambil kesempatan di situ. Ajak bang Kevin semobil sama kamu, kalau dia nolak katanya ada mobil yang lain kenapa harus sama gue?, kamu jawab aja mobil lain penuh, lagi pula kan 1 mobil 2 orang" ucap Maureen menjelaskan


"Tapi kalau dia nggak mau juga cem mane?" tanya Jessy


"Nanti aku bujuk deh, terus di dalam mobil kamu bicara terus sama dia ambil perhatiannya. Nanti kalau udah sampai di Painan kaki kamu pura-pura kambuh aja sakitnya biar nanti di gendong sama bang Kevin, dan so pasti dia mau kalau bantuin cewek yang kakinya lagi terluka kayak kamu" ucap Maureen lagi


"Boleh, terimekasih untuk kalian semua yang udah mau tolong aku" ucap Jessy


Mereka semua pun masuk ke kamar dan kembali istirahat untuk hari esok, karena hari esok mungkin membutuhkan stamina yang besar untuk naik bukit yang Ezra pernah bilang sama Maureen yaitu Bukit Langkisau, Pesisir Selatan atau yang lebih di kenal dengan Painan.


.


.


.


.


.


bersambung...


ig:@rhmsyfitri


Jangan lupa like, comment, vote, tip, dan yambahkan ke favorit biar gak ketinggalan updatenya πŸ˜ŠπŸ˜„

__ADS_1


Maaf kalau banyak Typo πŸ™πŸ™


Untuk yang penasaran Visual mereka semua bisa lihat di eps 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 12, 14, 17, 19, 20, 21, dan 24 ya !πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2