Terjerat Cinta Segitiga

Terjerat Cinta Segitiga
Resepsi


__ADS_3

Setelah melakukan akad nikah, Verrel dan Maira pun melangsungkan resepsi. Setelah beberapa lama menunggu dengan cara menyalami para tamu hadiri akhirnya acara inti pun sudah tiba. Acara yang dinanti-nanti oleh Maira, karena jujur, kaki nya sudah pegal karena hils 5 cm yang ia kenakan


"Baiklah para hadirin semua, akhirnya kita memasuki acara inti. Kepada pengantin pria kami persilahkan naik kepanggung untuk menyanyikan lagu buat istri tercinta" ucap mc tersebut.


Verrel pun naik kepanggung dengan gagahnya membuat semua wanita terpukau olehnya, termasuk Maira.


"Baiklah, saya akan menyanyikan lagu paling romantis untuk istri saya dengan menggunakan gitar. Sebelum itu, Maira ayo naik keatas panggung, menemani aku bernyanyi" ucap Verrel. Maira pun nauk dengan senang hati.


"Ay.. kamu bisa main alat musik apa?" tanya Verrel


"Biola dan piano" jawab Maira


"Kamu main piano aja ya, kita akan berkolaborasi berdua" ucap Verrel


"Oke" jawab Maira dan langsung pergi ketempat piano berada.


Verrel pun memulai petikan gitarnya dan di lanjutkan oleh suara indah piano yang dimainkan oleh Maira


*Mereka begitu serasi ya


Ahh! pasangan yang serasi


Mereka sangat cocok*


itulah sebagian dari banyak omongan yang di dengar oleh Maira


***Aku tak tau apa yang lain


Dari mu hari ini.


Apa itu karena sepatu flatmu?


Atau kukumu


Yang baru kau warnai?


Pernahkah kau bertanya


Seperti apa bentuk air tanpa wadah?


Pernahkah kau mengira


Saperti apa bentuk cinta?


Rambut warna-warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Membuat ku tersadar


Bentuk cinta itu...


Ya kamu..


Kini ku tau apa yang lain


Dari mu hari ini


Itu bukan karena sepatu flatmu


Atau kukumu yang baru kau warnai


Pernahkah kau bertanya


Seperti apa bentuk air tanpa?

__ADS_1


Pernahkah kau mengira


Seperti apa bentuk cinta?


Rambut warna-warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Membuat ku tersadar


Bentuk cinta itu....


Ya kamu..


Cuma dirimu


Bentuk cinta itu kamu..


Ya kamu..


(Bentuk Cinta-Eclat***)


Prok.. prok..Prok...


Suara tepukan tangan menggema di seluruh ruangan. Mereka semua bertepuk tangan dan terharu akan kesan lagu yang mereka bawakan. Mereka membawakannya dengan penuh perasaan.


"Terima kasih" ucap Maira dan Verrel


"Wah! bagus sekali kolaborasi antara kalian berdua. Gitar dan piano itu adalah suatu kolaborasi musik yang bagus, apa lagi di tambah dengan suara Tuan muda Verrel yang merdu." ucap Mc


"Baiklah, kita akan melanjutkan acara. Acara selanjutnya adalah pemotongan kue!" ucap Mc. Seluruh hadirin pun kembali bertepuk tangan.


Verrel dengan romantisnya memegang tangan Maira dengan lembut dan mereka bersama-sama memotong kue. Setelah memotong kue mereka beruda pun masuk sesi acara suap-suapan, dan banyak acara lainnya.


Gue kok baru liat Jessy ya. Tapi bodo ah! apa peduli gue sama dia, eh tapi dia cantik sih pake pakaian gini. Eh, apaan sih, woy Kevin sadar Jessy itu HAMA di hidup lu. batin Kevin sambil melihat Jessy dengan tatapan yng sulit di artikan. Eric yang melihat sepupunya melihat Jessy dengan tatapan itu pun langsung menggoda Kevin.


"Ekhmm.. Jangan di liatin lama-lama nanti naksir jadi kebablakan lo Tuan muda" goda Eric


"Apaan sih lu Ric? gaje banget tau gak?" ucap Kevin kesal


Gue kerjain ahh! batin Eric


"Gue udah selidiki hubungan Jessy sama tu cowok, berdasarkan info yang gue dapet, tu cowok adalah cowok yang bakalan di Jodohin sama Jessy" ucap Eric dan sedikit menekankan kata 'jodohkan'


Masa? Setau gue di keluarga Syahab, kalau ada yang mau di jodohin pasti dunia entertaint heboh. batin Kevin


"Bodo!" ucap Kevin lalu naik ke salah satu kamar yang ada di gedung.


Kevin kayaknya suka sama Jessy deh! apa gue comblangin aja ya? Hmm! tapi gue liat dari sorot mata Mervin ke Jessy tu beda. Sorot mata Mervin itu sama kayak sorot mata Kevin ke Jessy yaitu sorot mata Cinta. Tapi kalau Kevin punya lawan kayak Mervin, Kevin bakalan susah ni, soalnya Keluarga Malikh dan keluarga Arvi derajatnya sama walaupun beda negara. Batin Eric


"Bang!" panggil Maureen


"Bang! " Panggil Maureen lagi tetapi masih tidak ada sahutan dari si empunya.


"Bang Ericcc!!" teriak Maureen di telinga Eric dengan suara lima oktaf


"Maureen!! ngagetin aja sih" ucap Eric


"Lagian, ngelamun serius amat. Kesambet baru tau"


"Kesambet? apa itu kesambet?" tanya Eric polos


"Hahahaha" tawa semua orang yang ada di ruangan itu.


"Hahahaha, makanya bang kalau main sama bang Kevin bahasanya di serap juga. Kesambet itu kesurupan sama arwah gitu " Jelas Maureen sambil menahan tawanya

__ADS_1


"Oalah, mana abang tau. Btw ada apa manggil abangnya Maira yang ganteng ini?" tanyanya dengan nada narsis


"Cih. Narsis" umpat Maureen


"Cepat apaan?"


"Ga usah galak-galak juga kale, Ini teman Maureen mau kenalan" jawab Maureen


"Oh, bilang kek dari kemaren"


"Emosi gue lama-lama sama ni anak!" gumam Maureen dan hanya dapat di dengar oleh orang di sampingnya yakni Laura dan Bella


"Hahaha, oke kenalin nama gue Eric Gevino Malikh, kakak laki-laki Maira paling tampan, umur gue 23, lebih muda setaun dari Verrel" ucap Eric kembali dengan nada Narsisnya


"Oh, Gue Ezra Alvian Syahab, pacar Maureen, umur gue 21" ucap Ezra sambil menjabat tangan Eric


"Tuan muda keluarga Syahab" gumam Eric


"Gue Kevan Alvaro Ridawan, sahabat Ezra, pacar Laura, umur gue 21" ucap Kevan sambil membalas jabatan tangan Eric


"Gue Erdin Syarif Rivi, sahabat Ezra, pacar Bella, umur gue 21" ucap Erdin sambil melakukan hak yang sama kepada Eric


"Gue Bella Ratunia Karin, Sahabat Maureen, pacar Erdin, umur gue 20" ucap Bella


"Gue Laura Khanaya Hava, Sahabat Maureen, pacar Kevan, umur gue 20"


"Kalau aku, kamu pasti udah kenal" ucap Jessy


"Oh, tentu, kita sudah bertemu di Prancis?"


"Ya gitu deh" jawab Jessy


"Kau pasti udah kenal denganku, tapi mereka belum. Aku akan memperkenalkan namaku. Perkenalkan nama ku Mervin Leonard Arvi, Sahabat Jessy di Prancis dan umur aku 23 tahun "


Mereka menyambut Mervin dengan hangat. Mereka semua kembali berbincang untuk saling mengenal.


————


"Maira.., Ayang" panggil Verrel yang habis mandi. Verrel yang tak mendapatkan jawaban pun membuka selimut yang menggembung. Verrel menemukan seorang bidadari cantik sedang terdidur dengan pulasnya tanpa mengganti pakaian pengantinnya.


Pasti dia capek nungguin gue. batin Verrel


Verrel pun menatap wajah Maira dengan serius. Verrel lalu mencium kening Maira dengan lembut.


"Mai, sayang. Mandi dulu. Siap itu baru tidur lagi ya" panggil Verrel lembut


"Aku banget ngantuk kak, kakak tau sendiri tamu tadi banyak" jawab Maira dengan suara serak seperti orang habis bangun tidur.


"Tamunya banyak ya, jadi kamu capek, kacian istriku. Mandi sendiri atau kakak mandiin?" tanya Verrel mengancam. Sontak Maira langsung bangun dan turun dari ranjang dan segera mandi.


Gemesin banget sih istri ku. batin Verrel


—————


"Gue kenapa sih? setiap liat Jessy dekat sama cowok tengil itu, hati gue kayak ada desiran. Hati gue sakit. Apa gue sakit hati ya? Besok gue harus periksa ke dokter" ucap Kevin frustasi dengan apa yang ia alami.


Sumpah! aneh banget. Waktu gue dekat sama Jessy gue kayak sakit jantung terus kalau Jessy dekat sama si tengil gue sakit hati . Vin! lu kenapa sih? batin Kevin. Kevin mencoba untuk tertidur, tetapi Jessy malah berlari di pikirannya.


FIKS! gue GILA! batin Kevin


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2