Terjerat Pesona Ilmuwan Tampan (Gila)

Terjerat Pesona Ilmuwan Tampan (Gila)
Episode 12: Pria Aneh


__ADS_3

Setelah mereka bertiga selesai dengan acara foto itu, mereka segera memasuki taman hiburan untuk memilih wahana mana yang akan dinaiki.


Al yang baru pertama kalinya memasuki sebuah taman hiburan, saja merasa sangat senang dia mulai bertingkah seperti kebanyakan anak seusianya, kejadian sambil menunjuk ke aneka wahana yang ada di sana.


"Mama, Mama Al ingin naik mobil-mobilan itu! Itu terlihat sangat asik!"


Alice lalu mulai melihat kesalah satu tempat penyewaan mobil-mobilan kecil disana, namun dirinya cukup ragu, karena sepertinya yang menaiki wahana itu, anak-anak berusia sepuluh tahunan, atau kalau tidak, itu biasanya ditemani oleh salah satu orang tua.


Namun, yang jadi masalah adalah Alice tidak tahu bagaimana caranya menyetir mobil, akan walaupun itu hanya mobil kecil seperti itu.


"Itu.... Mama pikir, itu masih belum cocok untukmu, kamu masih terlalu kecil,"


Ekpersi Al jelas segera menunjukkan ekspresi sedih.


"Yah, padahal Al sangat ingin untuk mencoba menyetir mobil mobilan itu, itu terlihat sangat keren!"


Justin disana juga melihat bagaimana Alice terlihat memiliki keraguan ketika berbicara kepada putranya dan menolak putranya itu.


Lalu, Justin segera angkat bicara,


"Baik, Mari Papa temani untuk naik itu? Nanti Al akan Papa ajari menyetirnya,"


Al yang mendengar kata-kata dari Justin, jelas saja segera bersemangat,


"Benar Papa? Al lihat sebelumnya, saat Papa menyetir mobil tempo hari sangat keren! Sebenarnya aku ingin bisa seperti itu sekeren Papa!"


Mendengar kata-kata pujian itu, yang terlihat sangat mengagumi dirinya, Justin merasa cukup senang, dan tidak tahan untuk mengelus rambut Al.


Al ini benar-benar sangat lucu dan menggemaskan!


"Tentu saja ini tidak masalah, Papa yakin, Al nanti akan bisa menyetir sekeren Papa!"


Al terlihat antusias, lalu sekali lagi menatap kearah Alice, Justin juga menatap kearah Alice untuk mencari persetujuan dari wanita itu.


Alice yang di tatap dengan penuh harapan oleh dua pria itu, jelas hanya bisa menghela nafas dan berkata,


"Baiklah-baiklah, kalian berdua bersenang-senanglah, ingat kalian harus hati-hati,"


"Yey! Ayo Papa!"


Justin lalu segera mengandeng tangan kecil itu dengan ceria.


Alice hanya bisa menatap heran kepada sepasang ayah dan anak itu, yang terlihat sangat senang sekali.


Ya, dari sini Alice menjadi semakin sadar jika Al, kemungkinan besar memang menginginkan sosok seorang Ayah.


Hah...


Namun, Justin itu...


Alice masih belum mempercayai pria itu sepenuhnya, takut takut ketika dirinya mulai percaya pria itu malah mengambil kesempatan.

__ADS_1


Alice segera menggelengkan kepalanya, mencoba menghapus pikiran buruk, lalu hanya menatap kearah permainan itu.


Cukup lama Al dan Justin bersenang-senang di wahana itu, dan Alice hanya menatap mereka berdua, ikut senang juga melihat putranya terlibat sangat bahagia.


Sampai Keduanya, mulai kelelahan dan mendatangi Alice.


"Mama, mari beli es krim, tadi Al melihat ada yang jualan es krim di sekitar sana," kata Al sambil menunjuk ke suatu arah.


"Tentu saja mari kita kesana," kata Alice sambil mengandeng Putranya itu.


Justin tidak banyak berbicara hanya mengikuti ke arah mereka berdua.


Sampai ketika mereka tiba di penjual Es Krim, ternyata antriannya cukup ramai.


Al yang melihat antrian panjang itu jelas merasa sedih.


"Ah... Kenapa begitu panjang?"


Justin tentu saja cukup peka dengan kata-kata Al, lalu segera berkata,


"Al dan Mamamu tunggu saja di kursi sebelah sana, biar Papa yang memesannya, Al mau Es krim rasa apa?"


"Benar Pa? Al mau Es Krim Mint dan Coklat!"


"Tentu, Akan Papa pilihkan,"


Alice tiba-tiba merasa kesal karena dirinya tidak ditanya, dan Justin sudah mau pergi.


"Tunggu, Aku mau Es Krim juga, kamu tidak tanya aku mau rasa apa?"


"Owh? Jadi kamu ingin es krim juga? Kamu seharusnya minta tolong dengan benar, aku mana tahu keinginanmu,"


Alice yang merasa di sindir itu segera merasa kesal.


"Dasar menyebalkan!"


Ya, Alice melihat betapa berbedanya perlakuan Justin padanya dari pada ke Al, Justin sangat lembut dan manis pada Al, namun bersikap sangat menyebalkan padanya, misalnya seperti sekarang ini, yang bahkan tidak menunjukkan senyum sedikitpun padanya.


"Hah, berurusan dengan wanita itu memang selalu menjadi hal yang merepotkan,"


Mendengar itu, jelas membuat Alice marah, dia segera berkata,


"Itukah alasan, kenapa kamu tidak laku?"


"Siapa yang kamu bilang tidak laku? Aku ini cukup populer dikalangan wanita," kata Justin tidak terima dengan perkataan Alice.


"Hah, hanya wanita buta yang menyukaimu, tidak ada hal yang menarik darimu,"


"Papa, Mama jangan bertengkar lagi, bukankah Papa tadi ingin menganti ES Krim? Mama belikan saja rasa Melon dan Vanila,"


Mendengar suara Al, Justin lalu segera mengelus rambut Al dan berkata,

__ADS_1


"Baiklah aku akan pergi kamu baik-baik dengan Mamamu disana,"


Setelahnya, Al dan Alice menuju ke tempat duduk yang sudah dimaksud sebelumnya.


Mana tahu, begitu mereka sampai di sana mereka malah bertemu sepasang Ibu dan anak yang lain.


Dan anak yang lain itu, ternyata adalah kenalan Al!


"Eh? Rio? Kamu disini?"


Seorang bocah kecil seumuran Al itu, langsung segera berdiri dan menghampiri temannya itu,


"Al? Kamu juga bermain di sini?"


"Tentu saja, sangat kebetulan kita bertemu di sini,"


Dua anak itu segara mulai berbicara asik sendiri, dan Alice segera menyapa Ibu anak itu.


"Ah, jadi kamu Ibu Al? Kamu masih terlihat sangat muda, dan cantik,"


"Anda bisa saja, anda juga masih terlihat cantik,"


Dan setelah berbasa-basi ringan, lalu mulai membicarakan hal-hal di sekolah anak-anak mereka, lalu barulah keduanya lalu mulai menanyakan soal kedatangan mereka kesini.


"Suamiku sedang mengantri untuk Es Krim disana, sungguh antrian nya panjang sekali,"


"Ah, memang antriannya panjang sekali,"


"Apakah kamu datang dengan Suamimu juga?"


Ketika mendengar pertanyaan ini, Alice menjadi cukup bingung harus menjawab apa.


Emm, jika Justin tiba-tiba datang apa yang harus dirinya jawab?


Ah, benar toh sekarang Justin tidak ada bukan?


Jadi, dengan santai Alice berkata,


"Aku kebetulan datang dengan Suamiku, sangat kebetulan suamiku juga sedang mengantri es krim,"


"Astaga, Suamimu sangat perhatian sekali,"


"Begitulah, Suamiku adalah Pria yang baik," kata Alice berpura-pura bersikap tenang, dengan mengatakan kebohongan ini.


Ya, dirinya sangat bersyukur jika tidak ada Justin disini.


Namun mana tahu, orang yang dibicarakan rupanya datang.


Itu Justin ternyata ada di belakang Alice tepat dengan seorang Pria lainnya.


"Owh? Suamimu itu? Dia terlihat sangat mirip dengan putra mu,"

__ADS_1


Alice lalu menatap kearah belakang, dan ada Justin disana.


Apakah Justin mendegarnya?


__ADS_2