
Setelah saling berkenalan satu sama lain, Lisa segera mengajak Al untuk masuk ke mobil Justin.
Lisa jelas saja coba untuk mendekati anak ini demi kepentingan nya sendiri.
Namun ketika Lisa berbicara dengan anak itu, nia memang melihat tentang bagaimana anak ini sangat cerdik.
Sepertinya akan cukup susah untuk mendekati anak ini.
Hal utama yang membuat dirinya rasa tertarik dengan anak ini adalah fakta jika anak ini terlihat sangat mirip dengan atasannya, Tuan Muda Justin.
Letnan wajah ini tidak mengherankan jika anak ini tahunya Justin adalah Ayahnya.
Namun suatu saat toh anak ini akan tahu kenyataan sebenarnya.
Al ndak merasa curiga ketika berbicara dengan Lisa, Al memanglah cukup pintar namun masih ada beberapa hal yang terbatas untuk Al mengerti.
Misalnya saja tentang pikiran dan hati manusia yang kadang tidak selaras dengan apa yang ditunjukkan nya.
"Al duduk bersama Tante Lisa di belakang ya, nanti kami akan segera mengantarkanmu ke rumah, Mama mu pasti sudah menunggumu,"
Al mendengar kata-kata papanya itu, gelas saja segera menjawab dengan caria,
"Tentu saja Papa, aku juga ingin segera pulang, untuk bertemu dengan Mama,"
Dengan itu perjalanannya segera dimulai ini, Lisa terus mencoba mengajak bicara anak yang saat ini berada disampingnya, sebisa mungkin memiliki begitu banyak interaksi dan juga menunjukkan sisi baik di depan anak itu.
Tidak banyak hal yang terjadi selama perjalanan itu semuanya berjalan dengan lancar.
Sampai mereka tiba di rumah Alice, Justin peraturan mobil dan membukakan pintu belakang untuk Lisa dan Al.
Alice yang kebetulan berada diluar Rumah, melihat bagaimana mobil Justin sampai, maaf hanya ingin segera mendatangi mobil itu untuk menyapa pemiliknya, dan tentu saja untuk mengambil Al.
Namun ada sebuh kejutan di sana ketika dirinya juga melihat seorang wanita keluar dari mobil itu.
Kalau tidak salah ingat, wanita itu adalah Asisten Justin sebelumnya.
Namun kenapa wanita itu juga ada di sini?
Dan kenapa pula, Justin lihat sangat akrab dengan asistennya itu?
__ADS_1
Kan tertawa dan tersenyum itu seolah-olah hubungan mereka lebih dari sekedar teman kerja.
Dirinya pikir, Justin hanya menunjukkan senyuman itu padanya.
Namun ternyata senyuman itu juga dijadikan kepada wanita lain.
Ketika memikirkan hal ini dirinya tiba-tiba merasa kesal.
Namun kenapa pula dirinya bisa kesal dengan hal-hal semacam ini?
Harusnya tidak seperti ini.
Namun jujur, dilihat Justin wanita lain terlebih terlihat sangat akrab seperti itu benar-benar membuat hatinya terasa terbakar.
Apa-apa lagi itu, kenapa pakai pelukan segala?
Dirinya menatap kearah mobil itu semakin Alice kesal.
Namun sebenarnya, kejadian yang sesungguhnya tidak seperti yang Alice kira.
Justin bisa tertawa dan tersenyum seperti itu karena Al bersikap sangat lucu dan malu-malu didepan Lisa, tak menggemaskan putranya itu jelas membuat Justin senang.
namun dari jauh memang adegan itu terlihat cukup mesra dan menunjukkan kedekatan tertentu.
Alice yang melihatnya jelas merasa salah paham.
Namun Alice is tidak mengerti kenapa dirinya seperti ini.
Keinginan kuat jika dirinya ingin nik senyuman Justin hanya boleh dirinya dan putranya yang menikmatinya bukan orang lain.
Semakin memikirkannya semakin dirinya merasa sangat bingung dan perasaannya menjadi rumit.
Hati terkadang tidak bisa diatur.
Seseorang selalu tidak bisa memilih tentang kepada siapa dirinya jatuh cinta.
Begitu pula dengan Alice, yang menyadari tentang perasaan yang dirinya miliki.
Ternyata tidak hanya sekedar terpesona pada Ilmuwan gila itu, namun terjerat dalam pesona nya lebih dalam daripada yang dirinya kira.
__ADS_1
Kedekatan mereka selama ini jelas menjadi pemicu utama soal perasaannya ini.
"Mama!"
Suara Al yang melihat Mamanya itu jelas membuyarkan lamunan Alice.
Justin game mulai menatap kearah Alice dan segera melambaikan tangannya.
Tapi sebelum Justin menyusul Al yang sudah menghampiri Alice, Justin lebih dahulu menawarkan pada Lisa untuk mampir.
Namun Lisa menolak dengan halus jika dirinya merasa tidak enak, jika harus mengganggu mereka bertiga.
Ya terutama, Lisa tidak ingin bertemu dengan Alice takut-takut, Alice nanti tidak menyukai dirinya dan malah mempengaruhi Al agar membencinya.
Jika Al dak menyukai dirinya jelas itu akan menjadi sebuah masalah.
"Aku menunggu di mobil dan,"
"Baiklah aku juga tidak akan lama mampir, kita akan segera kembali ke laboratorium setelah ini,"
"Tentu,"
Setelahnya, Justin segera menuju kearah Alice.
Namun, Justin lihat bahwa wanita itu sekarang men dia makannya dan bahkan tidak ingin menatap ke arahnya langsung segera masuk ke rumahnya bersama Al.
Hal ini jelas, membuat Justin nyatanya tentang hal apa lagi yang dirinya perbuat sampai membuat Alice marah?
Astaga, dirinya benar-benar tidak mengerti soal wanita dan tentang bagaimana cara dan urusan dengan mereka.
Lebih mudah produsen dengan percobaan dan penelitian di laboratorium.
Justin, segera mendekati Alice, dan memegang tangannya,
"Alice, sebenarnya ada apa denganmu?"
Sekarang tatapan mereka berdua bertemu.
Alice yang sedikit menyadari soal perasaan yang dirinya miliki jelas tiba-tiba merasa malu dengan sentuhan tiba-tiba ini.
__ADS_1
Dan ketika tatapan mereka bertemu dirinya tidak tahu harus berkata apa.