Terjerat Pesona Ilmuwan Tampan (Gila)

Terjerat Pesona Ilmuwan Tampan (Gila)
Episode 7: Mencoba Mendekati


__ADS_3

Siang itu Alice kera kembali menuju ke rumahnya dengan buru-buru.


Begitu sampai di rumah, Alice langsung menutup semua pintu memastikan tidak akan ada yang bisa masuk.


Lalu, setelah itu, Alice segera membawa Al untuk masuk ke kamar yang sebelumnya sudah disiapkan, mendudukan Al di atas tempat tidur.


"Al, dengarkan Mama, di masa depan kamu tidak boleh dekat dekat dengan pria yang kamu temui tadi,"


Al yang mendengar perkataan dari mamanya itu jelas menjadi bingung dan segera bertanya,


"Namun dia kan Papaku? Kenapa aku tidak boleh dekat dengannya? Aku ingin bertemu dengannya,"


Alice melihat ekspresi putranya itu yang sepertinya menunjukkan ketulusan dari permintaannya itu.


Ya, Alice juga paham soal ini, bagaimanapun juga Al masihlah anak-anak walaupun dia sedikit pintar dari anak-anak lainnya.


Semua anak, lalu menginginkan sebuah keluarga lengkap dengan Ayah dan Ibunya.


Namun, ketika Alice memikirkan soal pria yang ditemuinya tadi ekspresinya menjadi buruk.


Menurut Alice, Keberadaan Pria itu cukup bahaya.


Dirinya tidak tahu apa yang akan direncanakan pria itu, ku takut pria itu malah akan membawa putranya pergi untuk dijadikan objek percobaan.


Jelas, Putranya ini bukankah objek percobaan, Alice tidak ingin membiarkan putranya menjadi suatu objek percobaan yang harus diteliti dan diamati semacam itu.


Yang dirinya inginkan adalah putranya untuk hidup berbahagia, dan menjalani masa kecil seperti anak-anak lainnya.


Saat ini, Alice hanya bisa berdoa jika dirinya kita akan pernah bertemu dengan Pria itu lagi.


Namun harapan hanya sebuah harapan.


Beberapa hari kemudian, ketika Alice hendak mengurus soal pendaftaran Al ke TK, di depan rumahnya, munculah wajah familiar yang benar-benar tidak ingin Alice lihat.


Pria yang berada di depannya itu mengenakan setelan jas yang cukup rapi, dengan tampilan semacam itu, terlebih dengan wajah Tampan nya itu, sesuatu yang akan membuat setiap wanita terpesona.


Bahkan Alice, sempat tiket silau on memandang penampilan pria yang ada di depan pintu rumahnya itu.


Butuh beberapa detik, untuk Alice kembali menuju ke wa rasanya agar tidak tertipu oleh senyuman manis dari dia yang ada di depannya.


"Kenapa kamu ada di sini? Bagaimana kamu tahu jika aku tinggal di sini?"


Justin lalu hanya menunjukkan sebuah senyuman yang terlihat ramah dan berkata,


"Aku dengar, hari ini kamu ingin mendaftarkan Al untuk sekolah? Jadi Aku ke sini untuk menemanimu mendaftarkan Al untuk sekolah,"


Ya, perkataan Justin jelas sekali tidak menjawab sedikitpun pertanyaan dari Alice.


Yang membuat Alice kesal, terutama setelah Alice tahu bahwa bahkan pria di depannya itu sampai tahu jika dirinya ingin mendaftarkan Al ke sekolah.


Sial!


Bagaimana pria di depannya itu tahu?

__ADS_1


Apakah dirinya ternyata sudah diselidiki?


Ini bahkan belum satu minggu sejak mereka bertemu, namun sepertinya Pria yang ada di hadapannya ini sudah tahu semua detil identitas dirinya.


Sungguh, sangat menyebalkan sekali jika memikirkan itu.


Padahal, Alice tidak tahu apapun tentang Pria didepannya itu.


Ah tidak, sebenanya dirinya pernah mencari tahu Informasi soal Justin enam tahu lalu, yah hanya Seorang Ilmuwan Jenius semacam itu, yang memiliki begitu banyak prestasi dan yang jelas, Tuan Muda dari Konglomerat Kaya Raya.


Namun, hal itu jelas tidak ada hubungannya dengan Alice.


"Itu jelas tidak ada hubungannya dengan mu,"


Justin yang mendengar kata-kata sini situ tetap mempertahankan senyumnya dan berkata dengan manis,


"Namun Aku kan Ayahnya, Aku juga ingin melihat sekolah mana yang ingin didatangi oleh putra ku, bagaimanapun dia adalah putra ku satu-satunya jadi wajar bukan jika aku khawatir padanya?"


Alice yang melihat senyuman itu, tiba-tiba merasa merinding, senyuman itu walaupun terlihat sangat manis dan mempesona namun entah kenapa membawa Alice pada firasat buruk.


Sungguh!


Pria didepannya, benar-benar sangat mencurigakan!?


Jelas saja maksud dari Pria di depannya itu tidak mungkin hanya sekedar mengantar mereka berdua untuk berkeliling ke calon sekolah Al?


Benar-benar akting yang hebat!


Jelas dirinya tidak akan mudah tertipu.


Justin lalu menatap wanita yang ada di hadapannya ini dengan ekpersi kaget, seolah-olah dirinya terkejut setelah mendengar wanita di depannya itu menyebut namanya.


"Owh? Kamu juga tahu soal namaku,"


Alice lalu mencoba berpura-pura untuk berkata dengan tenang,


"Ya, siapa yang tidak tahu Tuan Justin Crownely, seorang Ilmuwan hebat yang terkenal dengan kejeniusannya itu sejak lama,"


"Ini tidak ada hubungannya soal siapa aku sebenarnya. Aku di sini hanya ingin melihat Putraku yang manis dan mengantarkan nya untuk mendaftar ke sekolah, benar bukan Al sayang?" Kata Justin sambil mengelus rambut Al.


Al yang di sapa oleh Papanya itu, segera tersenyum senang dan memeluknya.


"Papa ingin mengantar Al untuk mendaftar sekolah?"


"Iya, benar sayang, apakah Al senang?"


"Tentu saja,"


Alice melihat entah bagaimana sepasang 'Ayah' dan Anak itu, terlihat sudah begitu kompak, hanya bisa merasa heran.


Ini harusnya pertemuan kedua mereka, kenapa mereka berdua sudah terlihat begitu akrab semacam itu!


Guna-guna apa yang Pria bernama Justin itu lakukan pada Putranya!

__ADS_1


Putranya, biasanya sangat sulit untuk didekati oleh orang.


Apakah memang ada ikatan antara Ayah dan Anak?


Namun apakah itu benar-benar layak di sebut Ayah dan Anak?


Itu hanya kebetulan saja berbagi DNA yang sama.


"Al, sayang kamu tidak perlu merepotkan Papamu, dengan Mama saja sudah cukup untuk kita mendaftarkan mu, Tuan Justin benar tidak perlu repot-repot untuk mengantar kami.


Justin yang melihat wanita didepannya itu, sangat keras kepala dengan menolaknya, lama-lama menjadi kesal juga.


Dirinya dah mencoba bersikap baik seperti ini seperti saran yang diberikan temannya, untuk mencoba melakukan pendekatan pelan-pelan.


Namun, lihat bahkan karang dirinya terlihat ditolak seperti ini!


Benar-benar menyebalkan!


"Ini benar-benar tidak merepotkan, Aku akan sangat senang jika bisa mengantar Putraku,"


"Tapi sungguh, itu benar-benar tidak perlu, aku hanya benar-benar mengucapkan banyak terima kasih atas perhatianmu, mari Al, tas segera pergi dan menuju ke sekolah mu," kata Alice segera mengandeng Al untuk pergi dari sana.


Justin, yang sudah kehilangan kesabaran nya itu segera menarik tangan Alice, mencoba mencegahnya untuk pergi.


Namun tarikan Justin, jelas terlalu kencang, dan Alice tidak siap dengan tarikan tiba-tiba itu yang membuat Alice tergelincir, dan sekarang jatuh tepat dalam pelukan Justin.


Kejadian itu begitu cepat, dan Justin hanya secara refleks menangkap wanita didepannya itu.


Alice yang tiba-tiba berada di pelukan seorang pria itu, jelas merasa jantungnya hampir meledak.


Terutama, setelah melihat wajah tampan itu dengan begitu dekat!


Kulitnya yang putih, wajahnya yang mulus, hidungnya yang mancung, juga bulu matanya yang letik, benar-benar menunjukkan anugrah dari sang Pencipta.


Ketampanan, yang bisa meluluhkan begitu banyak hati wanita.


"Kenapa kamu begitu keras kepala sih!"


Namun suara dingin dari Pria itu, segera membuyarkan lamunan Alice.


Itu benar, Pria didepannya itu boleh tampan!


Namun dia itu hanya Ilmuwan Gila!


Alice, tolong jangan tertipu dengan wajah tampan itu!


Alice mencoba meyakinkan dirinya sendiri agar tetap tidak terpengaruh dengan Pria didepannya itu.


Tapi astaga...


Wajah Tampan itu...


Akhhhh....

__ADS_1


Sial!


Kenapa musti tercipta laki-laki begitu tampan seperti ini?


__ADS_2