Terjerat Pesona Ilmuwan Tampan (Gila)

Terjerat Pesona Ilmuwan Tampan (Gila)
Episode 13: Salah Tingkah


__ADS_3

Alice jelas saja merasa sangat malu ketika kepergok, menyebut Justin sebagai Suaminya, terutama ketika hal itu didengar oleh Justin sendiri.


Wajah Alice jelas sekarang memerah, ingin sekali menyembunyikan dirinya ke dalam suatu lubang karena merasa terlalu malu.


Justin yang melihat ekspresi Alice, entah kenapa hatinya sedikit geli ingin rasanya menggoda wanita itu lebih banyak, ingin melihat lebih banyak ekspresi dari wanita menyebabkan itu.


Jadi, Justin segera menyuruh Al untuk membawa Es Krim-krim itu, lalu segera mendekat kearah Alice.


"Itu benar, Aku adalah Suaminya, benar bukan sayang? Aku Suamimu," kata Justin dengan nada centil, sambil merangkul Alice.


Gerakan yang tiba-tiba itu, hampir membuat Alice tersentak dan hampir jatuh.


"Astaga, hati-hati sayang, kamu kan memakai sepatu hak tinggi, bagaimana jika kamu jatuh?" Kata-kata itu, ucapkan dengan sangat lembut seolah-olah menggambarkan seorang Suami yang perhatian pada Istirnya.


Alice jelas merasa jika pria yang ada di hadapannya ini saat ini mulai menjahilinya.


Sungguh tidak tahu malu!!


"Sayang, kenapa kamu diam saja? Kamu tidak membalas ucapan suamimu?"


Ibu-ibu yang tadi Alice ajak bicara, segera mulai angkat bicara dengan antusias,


"Astaga, Suamimu itu terlihat sangat perhatian sekali, Nyonya Alice, kalian berdua benar-benar seperti pasangan yang serasi, sangat cocok satu sama lain, yang satu Tampan, yang satu cantik, apalagi kalian memiliki seorang anak yang begitu menggemaskan dan lucu seperti Al,"


Dan sekarang, Justin yang mendengar kata-kata bahwa dirinya dan Alice sangat cocok, terlihat menjadi cukup malu juga.


Bagaimana bisa, dirinya cocok dengan wanita menyebabkan ini?


Bagian mananya dari wanita menyebalkan ini yang cocok dengannya?


Alice disisi lainnya, ketika di bilang cocok dengan Justin, negara merasa marah dan mendorong Justin menjauh dari dirinya.


Sungguh, bagaimana bisa dirinya terlihat serasi dengan Pria aneh seperti Justin?


Yang tidak lebih seperti Ilmuwan gila, yang sangat menyukai percobaan percobaan aneh.

__ADS_1


"Ibu bisa saja," kata Alice setelah kembali menormalkan ekspresinya.


"Tapi sungguh, kalian berdua terlihat sangat serasi, benar bukan sayang?" Kata Ibu itu pada Suaminya, yang sepertinya tadi datang bersama dengan Justin.


Seorang Pria yang ada di belakang Justin itu, lalu segera menambahkan komentar,


"Itu benar sekali, kalian benar-benar sangat serasi, benar-benar seperti pasangan yang ideal,"


Al yang mendengar soal hal hal ini lalu mulai menambahkan,


"Tentu saja, Papa dan Mama Al, adalah pasangan paling serasi sedunia, benar bukan Papa? Mama?"


Al tentu saja tahu, jika tadi Mamanya berbohong soal Papanya adalah Suami Mamanya, namun tidak apa-apa untuk mencoba mengoda mereka berdua?


Barangkali, Mama dan Papanya menjadi lebih dekat?


Ya, itu hanyalah keinginan tulus dari seorang anak kecil, yang sekarang menatap kearah kedua orang itu dengan ekspresi polosnya.


Alice yang menatap putranya itu mau tidak mau tersenyum dan berkata,


Justin yang akhirnya mendengar Alice mengatakan itu entah kenapa merasa senang.


"Hmm, Mamamu benar, kami sangat beruntung memiliki kamu, Al,"


Pembicaraan itu tidak berlangsung lama, karena Alice mulai mencoba mengalihkan pembicaraan dengan pasangan orang tua dari teman Al itu.


Sampai kemudian, mereka memutuskan untuk pergi bersama menaiki beberapa wahana.


Anak-anak selalu menyukai bisa bermain dengan teman seumuran nya, jadi tentu saja Al sangat senang bisa bermain dengan Rio.


Jadi, setelah menghabiskan Es Krimnya, mereka segera menuju ke wahana komedi putar.


Al jelas langsung menarik Rio untuk segera menuju kesana.


Lalu, orang Tua Rio juga tertarik untuk ikut naik wahana itu.

__ADS_1


Sedangkan, Alice dan Justin, mereka sebenarnya hendak ikut naik, namun sayang sekali tempatnya sudah penuh.


Mereka membiarkan Al naik dengan Rio, oh mereka berdua juga sudah diawasi oleh orang Tua Rio.


Dan lagi, Alice dan Justin bisa melihat mereka dari luar dengan jelas.


Tepat ketika komedi putar itu mulai berjalan, sekarang hanya ada Justin dan Alice yang akhirnya menghabiskan waktu hanya berdua.


Namun itu benar-benar terasa canggung ketika hanya ada mereka berdua.


Karena, biasanya Al yang akan selalu mereka berdua aja cara, dan jika mereka hanya berdua saja paling-paling keduanya akan bertengkar.


Namun jelas bukan hal baik bertengkar di tempat semacam ini.


Alice akhirnya memilih untuk diam dan tidak mengatakan apa-apa.


Justin merasa sangat bosan dengan kediaman ini dan segera berkata,


"Hmm, aku penasaran kenapa kamu tadi menyebut ku Suamimu? Apakah kamu benar-benar sangat menginginkan untuk menjadi Istirku?"


Itu hanya sebuah lelucon, namun itu malah membuat wajah Alice menjadi merah karena malu, benar Alice masuk merasa sangat malu ketika ketahuan menyebut Justin suaminya.


"A... Apa? Kamu pikir aku menjawab itu karena ingin menjadi Istirmu? Jelas saja aku tidak sudi, aku menjawab hal itu karena demi, Al. Bagaimanapun juga, mungkin aku menjawab jika Al anak hasil dari...."


"Dari Percobaan,"


"Hah, itu jelas jawaban yang tidak masuk akal bukan? Jadi kamu jangan terlalu percaya diri,"


Justin yang mendengar jawaban itu hanya segera tertawa,


"Pfff... Kamu terlihat serius sekali saat menjawab, pada hal aku hanya bercanda,"


"Dasar menyebalkan!" Kata Alice sambil mulai memukul kecil kearah Justin.


"Kamu itu yang menyebalkan dasar jelek,"

__ADS_1


"Siapa yang kamu panggil jelek? Kamu itu yang jelek,"


__ADS_2