Terjerat Pesona Ilmuwan Tampan (Gila)

Terjerat Pesona Ilmuwan Tampan (Gila)
Episode 32: Penelitian


__ADS_3

"Alice, kamu tidak perlu untuk membalasnya sekarang, aku akan memberimu waktu untuk berpikir jika kamu sudah memberi keputusan kamu bisa memberitahukan kepada ku sewaktu-waktu, tidak perlu terlalu buru-buru," kata Kevin ambil tetap menjaga senyumannya didepan Alice.


Alice sejujurnya, jadi merasa tidak enak soal itu.


"Dokter itu...."


"Alice, kamu perlu memikirkan tawaran ku ini baik-baik, tidak perlu terlalu buru-buru dan tidak perlu merasa canggung padaku,"


Alice dian sebentar sekolah sedang memikirkan sesuatu.


Dokter Kevin adalah sosok yang sangat baik yang selama ini selalu menolong dirinya ketika dirinya menghadapi berbagai macam kesusahan, sejujurnya dirinya berhutang budi banyak pada pria yang ada di hadapannya ini.


Yang entah bagaimana cara membayarnya.


Dan lagi, Doker Kevin ini sangat dekat juga dengan Al, Al sangat menyukai Dokter Kevin ini dari dulu.


Dari segi kepribadian juga tidak perlu dilakukan lagi, Doker Kevin juga memiliki pekerjaan yang sangat baik.


Jadi, apa yang membuat dirinya ragu untuk menjawab?


Sial.


Alice merasa cukup pusing ketika dirinya kembali mengingat soal Justin.


Ya, dirinya perlu memikirkan Pria bodoh dan gila itu ketimbang memikirkan soal Pria yang ada di hadapannya ini?


"Mari, Apakah kamu ingin menghabiskan makan siang denganku?"


"Itu... Aku akan pulang,"


Dokter Kevin melihat tentang bagaimana wanita yang ada di hadapannya ini menjadi cukup canggung padanya setelah percakapan serius sebelumnya.


"Alice, tidak apa-apa, aku suka bilang sebelumnya juga kamu tidak perlu buru-buru untuk menjawabnya, hanya ingin menyampaikan perasaanku dan keseriusan ku, tidak perlu canggung jika berada di hadapanku, setidaknya mari saat ini kita bisa memiliki hubungan seperti biasanya?"


Alice merasa semakin tidak enak jika menolak lagi.


Lagipula, makan siang di rumah kan sangat membosankan karena tidak ada Al.


Yah, lebih baik dirinya menerima tawaran dari Dokter itu.


Lalu, mereka berdua cara menuju ke salah satu restoran untuk menikmati makan siang bersama mereka.


####


Disisi lainnya, Al yang saat ini berada di Laboratorium, kelas merasa bingung ketika dirinya mulai bertemu dan banyak orang yang belum pernah dirinya lihat.


"Astaga, anak ini benar-benar sangat mirip dengan Tuan Muda Justin,"


"Benar sekali, aku sempat mengira anak ini merupakan versi mini dari Tuan Muda,"


Orang-orang berjas putih itu, mulai membicarakan Al dengan senang.


Al yang penasaran dengan orang-orang itu segera bertanya pada Lisa.


"Siapa mereka Tante Lisa?"


"Ah? Mereka? Mereka adalah teman-teman Papamu, jadi kamu tidak perlu khawatir,"


"Jadi begitu,"


Al yang melihat sepertinya tidak ada yang mencurigakan segera duduk di salah satu kursi yang ada di ruangan itu.


Sampai, Lisa tiba-tiba mengajak Al ke salah satu mesin.


"Apa ini Tante?"


"Ini hanya mengecek beberapa hal, kamu masuk lah dulu ke dalam mesin ini."


"Tapi kenapa? Ini terlihat seperti mesin yang mencurigakan, apa aku harus masuk ke sana?"


Itu adalah mesin scanner untuk memeriksa keadaan tubuh, namun jelas itu berkali-kali lipat lebih canggih daripada kebanyakan mesinnya ada di Rumah Sakit.


Detail hasilnya, jauh lebih akurat, dan bahkan bisa meneliti sampai tingkat genetiknya.


Al yang menatap mesin besar itu jelas sekarang merasa curiga dan ada yang tidak beres.

__ADS_1


Ya, Al putus aja merupakan anak yang pintar dan tidak begitu mudah untuk dibohongi.


"Ayolah, Al ini bukan apa-apa kamu hanya harus segera masuk,"


"Tante, Apakah Tante berbohong soal Ulang Tahun Papa?"


Lisa yang melihat bocah kecil itu mulai curiga segera tetap memasang senyumannya dan mencoba meyakinkan Al lagi.


"Tidak, Tante benar tidak berbohong,"


"Kalau begitu, kenapa Aku tidak boleh langsung bertemu dengannya? Apakah Papa benar-benar ada di Laboratorium ini?"


Lisa yang semakin dicurigai itu segera menujukan pada Al ke ponselnya.


Ya, kebetulan Lisa memiliki rekaman data CCTV tempat Justin saat ini melakukan penelitianya.


Al melihat Video Justin di ponsel itu, yang memang mengenakan jas laboratorium seolah sedang meneliti sesuatu, yang entah apa itu.


"Ini Papa?"


"Bener, Papamu masih sibuk dengan penelitiannya sekarang, jadi kamu harus bersabar,"


"Tapi Al tidak ingin masuk ke mesin ini,"


"Ini hanya sebentar tidak apa-apa jika kamu masuk,"


"Tapi Aku tidak mau Tante,"


Al terlihat memberontak dan ingin pergi dari ruangan itu karena tiba-tiba memiliki firasat tidak enak.


Setidaknya, Al yakin jika Papanya Justin ada di dalam gedung itu, dengan petunjuk yang cukup mungkin dirinya nanti bisa melarikan diri dan pergi ke tempat Papanya?


Jelas, Tante Lisa dan beberapa orang ini terlihat mencurigakan.


Melihat Al ingin melarikan diri itu, Lisa segera berkata,


"Jangan biarkan anak itu pergi bawa ke sini!"


Al hanyalah seorang anak kecil jadi tentu saja dirinya tidak bisa memberontak ketika ada beberapa orang dewasa yang memegang nya dan membawanya ke mesin itu.


"Astaga, Al kenapa kamu itu tidak menurut saja?"


"Lepaskan Al!! Al akan bilang pada Papa, jika kalian jahat pada Al!"


Lisa yang mendengar itu segera tertawa.


"Al, apakah kamu tahu? Jika Justin itu sebenarnya bukan Papamu?"


Al yang mendengar itu jelas menjadi sangat kaget dan jelas sekali merasa tidak percaya.


"Tidak! Tidak mungkin! Papa Al adalah Papa Justin! Mirip jadi tentu saja kami adalah Ayah dan Anak! Tante jangan berbicara omong kosong!"


"Kamu itu masih kecil jadi kamu tidak tahu apa-apa,"


"Tapi Al tahu, jika Papa adalah Papa Al!"


Lisa melihat anak itu memberontak dan masih keras kepala itu jelas merasa tidak sabar.


"Kamu itu ya, benar-benar tidak mengerti. Kamu mungkin tidak mengerti, namun Aku akan mencoba untuk memberitahumu kenyataan, kamu itu, Al tidak lebih dari Hasil dari Percobaan yang Tuan Muda Justin buat, Percobaan dan Penelitian untuk rekayasa genetika membuat anak jenius, Tuan Muda Justin yang kebetulan mendonorkan sebagaian DNA nya, wajar jika kamu mirip dengannya. Kamu itu tidak lebih dari sebuah hasil percobaan, dan Mamamu itu, membawa pergi hasil percobaan Tuan Muda Justin, menyembunyikan kamu sampai sekarang! Kamu itu bahkan bukan Putra dari Mamamu Alice!"


Al yang mendengar itu semua jelas merasa cukup binggung, dan banyak istilah yang tidak dirinya mengerti.


Namun, ada beberapa hal yang Al tahu.


Setidaknya, Al tahu profesi utamanya Papanya Justin di Internet, itu kabarnya suatu seperti Rekayasa Genetika?


Al tidak benar-benar mengerti apa itu Rekayasa Genetika, namun yang pasti...


"Tidak! Al Anak Mama Alice dan Pala Justin!"


"Itu sangat keras kepala sekali!"


Sebuah jarum suntik, pernah disuntikkan kepada Al.


Al jelas merasakan sakit lalu mulai memberontak dan menangis lagi.

__ADS_1


Al jelas merasa begitu takut apalagi setelah mendengar hal-hal sebelumnya.


Semua anak, pasti merasa takut jika tiba-tiba ada seseorang yang menyebut jika dirinya bukan anak orang tuanya.


Namun apa yang bisa Al lakukan?


Al hanya bisa ketakutan sambil menyanyi karena tidak tahu harus bagaimana, apa lagi perlahan-lahan obat yang disuntikkan itu membuat Al mulai kehilangan kesadaran nya.


Lisa yang melihat akhirnya, Al sudah terkena obat bius itu segera memasukkan Al dalam mesin itu bang murai melakukan pemeriksaan menyeluruh pada anak itu.


Ya, yang paling penting saat ini adalah mengumpulkan data sebanyak-banyaknya dari anak itu, karena akan sangat susah nantinya.


Ketika pemeriksaan itu berjalan, pintu keruangan itu di buka oleh seseorang.


"Tuan Abraham? Anda sudah datang?"


Ya, yang datang itu adalah Abraham Crownely, Ayah dari Justin Crownely.


"Seperti yang kamu bilang katanya kamu ingin menunjukkan sesuatu yang menarik? Hasil dari Percobaan Putraku?"


"Itu benar, hantu percobaan yang hilang 7 tahun yang lalu sekarang sudah ditemukan, lihat anak itu,"


Pria paruh baya itu, lain segera menatap kearah seorang anak yang ada di dalam mesin scanner, yang punya dipantau dari sebuah layar monitor.


Dari arah layar monitor itu wajah anak itu terlihat jelas.


"Hah? Justin benar-benar mengunakan DNA nya sendiri untuk melakukan percobaan itu? Itu benar-benar sangat mirip dengannya, sama ketika Justin masih muda,"


"Ya, kurang lebih begitu, Tuan Muda Justin yang mendonorkan Sp3rmanya, jadi wajar jika itu mirip,"


"Lalu bagaimana soal hasil penelitiannya?"


Lisa segera mengambil kan beberapa dokumen yang ada di laci.


Itu adalah dokumen-dokumen tentang Al dari hasil pengamatan yang Justin buat.


Abraham membaca dokumen itu dengan seksama, merasa cukup puas dengan itu.


"Jadi bener, anak ini adalah seorang anak jenius? Penelitian Putraku berhasil?"


"Itu bener, Tuan Abraham. Tuan Muda berhasil dalam penelitiannya, kami masih melakukan penelitian lebih lanjut soal anak ini,"


"Ya, lakukan apapun untuk penelitian anak ini, Aku benar-benar sangat senang setidaknya hal yang putra kubuat benar-benar sangat bagus, anak ini benar-benar hasil percobaan yang sempurna, aku benar-benar tidak sabar ketika nanti saatnya menggemukkan ke media sekolah atau penelitian ini, Laboratorium ini dan Keluarga Crownely pasti akan mendapatkan banyak penghargaan dari ini semua,"


"Itu bener, Tuan Abraham,"


Orang-orang yang ada di sana terlihat benar-benar memeriksa Al yang kehilangan kesadaran nya itu dengan serius.


Mereka juga mulai menyuntikan beberapa obat ke Al, untuk melihat kekebalan anak itu.


Lisa mulai mengamati dan mencatat data-data yang di dapatkannya itu.


Abraham, memantau dari samping semua hal itu.


Sampai salah satu pegawai Laboratorium itu berkata,


"Apakah kita benar akan menyuntikkan obat ini pada anak itu?"


Salah satu Ilmuwan itu terlihat cukup ragu.


"Tidak apa-apa,"


"Namun tubuh anak ini terlalu kecil, Saya takut, ikan nanti akan ada efek sampingnya, bagaimanapun juga ini adalah tubuh berharga hasil penelitian kita,"


Lisa menjadi terdiam sebentar.


"Tapi ini untuk melihat hasil penting,"


"Tapi Nona Lisa...."


Lisa lalu segera mengambil jarum suntik itu dari Ilmuwan itu.


"Jika kamu tidak mau melakukannya biar Aku saja,"


Lisa mulai mendekati ke arah Al yang saat ini berbaring tidak berdaya itu, dengan berbagai alat yang ada di tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2