Ternyata, Aku Bukan Istri Pertama.

Ternyata, Aku Bukan Istri Pertama.
Bagaimana jika??


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Panggilan telepon lewat video call pun tersambung, Leo langsung tersenyum saat melihat wajah Aurora yang begitu segar seperti baru selesai membersihkan diri, wanita cantik alami itu memang baru sampai dari rumah utama dan mungkin baru sempat mandi dan bersiap untuk tidur dikamarnya.


Tak ada suara apapun, keduanya hanya saling menatap dalam diam tapi sorot mata tak bisa berbohong jika mereka sedang meluapkan rasa rindu.


Ingin rasanya Leo menyapa, tapi ia takut terdengar Ameena, begitupun dengan Aurora.


Cukup lama mereka melakukan itu dengan posisi Aurora tidur menyamping, wajahnya terlihat lelah dan sedikit tirus dengan rambut panjang hitam sepinggang membuatnya terlihat begitu manis.


Sampai tak sadar akhirnya ia terlelap terbuai mimpi yang Leo harap mimpinya itu lebih indah dari kenyataan yang sedang mereka alami.


Malam yang semakin Larut akhirnyanya membuat Leo mamatikan sambungan teleponnya. Ia berjanji pada dirinya sendiri akan kembali menghubungki Aurora saat pagi nanti.


Dan sialnya, baru saja Leo bersiap untuk tidur Ameena justru bergeliat kecil lalu membuka kedua matanya.


"Kakak, belum tidur?" tanyanya dengan tatapan aneh.


"Baru mau, kamu sendiri kenapa bangun?"


"Aku ingin pulang, Kak. Kita masih bisa memulai lagi dari awal kan? aku ingin sembuh, aku ingin bersamamu lagi," lirih Ameena yang menyesakkan dada Leo, apalagi ada cairan bening yang keluar dari ujung mata wanita cinta pertamanya itu.

__ADS_1


"Fokuskan saja pada kesehatanmu. Semua masih sama, percayalah," sahut Leo sambil mengusap pipi Ameena.


Sama seperti Aurora, ia pun sama kerasnya jika sudah ingin sesuatu. Ia akan mempertahankan apa yang sudah susah payah ia dapatkan.


Dan sepertinya itu yang akan membuat Leo pusing menghadapi dua istrinya nanti.


#KetawaJahatHeula.


.


.


.


"Assalamu'alaikum, Cantik," goda Leo tiba-tiba, ia yang merayu tapi ia juga yang tersipu malu.


"Wa-- waalaikum salam, Mas." Aurora menjawab dengan bingung dan tak percaya.


"Maaf yang semalam, aku meneleponmu tapi malah memintamu untuk tak bersuara," ucap Leo penuh sesal.


"Tak apa, aku paham. Bagaimana keadaan Ameena?" tanya Aurora.

__ADS_1


"Aku habis dari ruangan dokter. Jika kesehatannya terus membaik, ia bisa pulang meski belum tahu kapan," jawab Leo. Ekspresinya sungguh tak bisa ditebak.


"Pulang? apa kamu akan membawanya kesini?"


Leo diam, hal ini belum di pikirkan olehnya sama sekali karna terlalu fokus pada kesembuhan Ameena saja.


"Kami punya rumah disana, La."


Aurora mengangguk paham seolah Sang suami ada didepannya.


"Apa kamu mau aku jujur tentang pernikahan kita? aku tak bisa menyembunyikan ini darinya. Aku sadar betul kamu siapa, dan ia pasti tahu itu."


"Kita tunggu waktu yang tepat ya, Mas. Jangan gegabah karna aku tak ingin ada penyesalan nantinya," saran Aurora yang langsung membuat Leo tenang meski hanya mendengar suaranya saja.


Ia rindu istri keduanya, sangat!


"Bagaimana jika ia marah? bagaimana jika ia meminta ku untuk memilih, La?" pertanyaan itu mendadak hinggap di kepalanya.


.


.

__ADS_1


Jangan memilih, aku akan bertahan jika kamu tahan dan aku akan mundur jika tak lagi diharapkan. Tugas ku masih sama, mendoakan mu adalah caraku memelukmu dari kejauhan...


__ADS_2