
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Leo yang berusaha memberi waktu sebaik-baiknya pada kedua istri, tetap saja kadang hatinya selalu condong pada salah satu, entah pada yang siri ataupun juga pada yang sah dimata hukum dan agama.
Seperti hari ini, hampir dua hari berada di luar kota karna harus mengurus salah satu restonya yang bermasalah iapun pulang lebih dulu pada Ameena yang tentunya itu sudah mendapat izin dari Aurora.
"Assalamu'alaikum," sapa Leo saat ia masuk kedalam rumah yang selalu nampak sepi tersebut karna hanya di tempati berdua saja.
"Waalaikum salam, kak." Ameena yang mendengar suara suaminya tentu langsung menyambut pria itu dengan senyum khasnya yang membuat seorang Archi Leo Barata jatuh cinta untuk yang pertama kalinya beberapa tahun lalu.
"Kangen," ucapnya dengan rengekan manja.
Itulah Ameena, Si wanita baik hati penuh keceriaan tapi malang dalam urusan percintaan. Ia di madu dan tak di restui oleh orangtua suaminya sama sekali sejak masih berpacaran hingga menikah.
"Akupun, Sayang." Leo mencium kening Ameena dengan lembut lalu beralih ke bibirnya sekilas.
Istri manapun akan bahagia diperlakukan begitu manis oleh pasangannya, begitu pun dengan Ameena tapi itu dulu, saat prasangka buruk tentang waktu bersamanya kini berkurang.
__ADS_1
"Kakak mandi dulu ya, biar ku siapkan makanan."
"Tak perlu, aku masih kenyang. Aku mau mandi lalu tidur sebentar," tolak nya pada Ameena saat wanita itu ingin beranjak ke dapur.
"Baiklah, Kak." Ameena pun langsung mengangguk paham. Ia menatap punggung pria tercintanya itu dengan begitu banyak pertanyaan.
.
.
.
Leo meraih tangan Ameena, ia genggam penuh dengan perasaan sambil mengumpulkan keberanian.
"Boleh aku jujur satu hal padamu, Sayang?"
"Katakan, ada apa?" tanya Ameena, jantung nya berdetak hebat sampai tubuhnya terasa tak bertulang lagi saat kini sudah duduk di hadapan suaminya.
__ADS_1
"Aku punya istri lain selain dirimu, Maaf," ungkap Leo yang ucapannya bagai petir disiang bolong yang menghujam dada Ameena seketika.
Sikap Leo dalam hal ini jelas berbeda dengan sikapnya saat ia harus jujur pada Aurora. Jika bersama wanita itu ia begitu dingin dan tak acuh, berbeda dengan wanita ini yang sampai Leo harus menitikan air matanya.
"Aku dijodohkan," jujur Leo.
"Kenapa mau?" tanya Ameena dengan menggit bibir bawahnya, bahkan ia ditahan saat ingin bangun dari duduknya.
"Karna aku ingin melindungimu, Sayang. Aku tak ingin ibu terus mencari keberadaanmu. Ibu tahu kita masih bersama, aku terpaksa menerima perjodohan itu dan mau menikahinya agar ibu yakin jika aku tak lagi ada hubungan denganmu. Aku harap kamu paham, hanya itu alasan ku menikah dengannya," jelas Leo dengan berurai air mata, kisah cintanya semakin rumit saat hati mulai tergoda dengan sosok kedua yang memberinya rasa nyaman.
"Aku yang tak sadarkan diri karna kecerobohanmu dan justru kamu berselingkuh di belakangku, begitu, Kak?" cetus Ameena, matanya yang merah jelas sekali tersirat kekecewaan.
"Maaf, sudah ku bilang, aku terpaksa, Sayang."
"Lalu, apa kamu masih terpaksa sampai detik ini?" tanya Ameena yang tak bisa dijawab oleh Leo, pria itu menunduk dan memohon maaf berkali-kali. Ia tahu, dibalik manjanya Ameena, ada sifat keras kepala yang sering menguji kesabarannya.
.
__ADS_1
.
Temui kami, aku ingin tahu siapa wanita yang sudah berhasil membagi cinta suamiku.