Ternyata, Aku Bukan Istri Pertama.

Ternyata, Aku Bukan Istri Pertama.
Hak Suami..


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Akhirnya, aku kembali kerumah kita, Kak"


Ameena masuk lebih dulu saat Leo membuka pintu bangunan satu lantai di sebuah perumahan elite dekat Restonya. Ini adalah rumah dimana ia dan istri sirinya itu tinggal sebelum kecelakaan terjadi. Begitu banyak kenangan manis yang masih terekam jelas di otak Ameena, hingga membuatnya tak henti tersenyum.


Layaknya sepasang pengantin baru, mereka dulu banyak menghabiskan waktu berdua. Ameena mengurus dan melayani Leo dengan begitu baik padahal ia masih muda untuk menyandang status seorang istri saat itu.


"Semua masih sama, Kak," ujarnya setelah puas mengedarkan pandangan ke seluruh sudut rumah.


"Tentu, tak ada yang berubah," sahut Leo. Ia tak menyangka hari ini akan datang, dimana ia membawa pulang kembali cinta pertamanya.


Leo yang pernah putus asa memang sempat pasrah saat katanya tak ada lagi harapan untuk Ameena sadar, tapi nyatanya keajaiban itu datang.


Datang bersama cinta yang belum ia sadari untuk seseorang yang terus menguatkan dan mendukungnya selama ini.


Aurora ArMikha Rahardian Wijaya, ya dialah orang nya yang kini sedang duduk hadapan Ummi, wanita paruh baya yang selalu menangisi nasib cinta putri kecilnya yang begitu keras kepala di setiap sujudnya.

__ADS_1


"Kenapa tak di lepaskan, Madumu sudah sembuh, Sayang. Surga-Nya bisa kamu raih dengan cara lain, percaya sama Ummi ya," rayu Khayangan sambil meneteskan air mata, ia harap cucu kesayangan Mertuanya itu akan luluh saat ini.


"Untuk apa di lepas? Bukan hanya Surga tujuanku bertahan bersamanya, itu sebab semua tak lebih karna aku sudah sangat bahagia, aku begitu nyaman didekatnya, Ummi." Aurora menjawab sembari menghapus kebasahan di pipi wanita yang sudah melahirkannya itu.


"Nak, tanyakan pada hatimu lagi. Luka yang diberinya lebih banyak di banding bahagia 'kan?"


"Luka itu, rasa sakit itu, cemburu itu selalu kalah dengan rasa nyaman saat kami bersama, Ummi. Maafkan anakmu ini yang mencintai suaminya tanpa memakai logika sedikit pun."


Tak ada yang berhasil membantah kerasnya hati Aurora, sekalipun Amma yang memohon. Padahal biasanya semua orang akan menuruti mau Sang Nyonya Besar Rahardian tersebut tanpa terkecuali.


Banyak yang ia lakukan selama Sang suami tak bersamanya. Karna sesuai kesepakatan awal, jika Leo akan pulang padanya saat pria itu sedang merindu.


Kenapa?


Karna Aurora tak mau suaminya datang karna terpaksa, mengingatnya hanya karna sebuah jatah harian. Bukankah datang saat rindu menggebu itu jauh lebih berkesan, sebab hanya fokus pada satu tujuan dengan langkah yang tak berat meninggal kan salah satunya.


.

__ADS_1


.


Ameena yang sudah membersihkan diri hanya berbaring diranjang, ia memang belum sembuh total karna masih bergantung dengan banyaknya obat dan jadwal kontrol rutin kerumah sakit.


"Kak,"


"Apa?" sahut Leo, ia meletakkan ponselnya keatas nakas setelah mengirim satu pesan pada Aurora.


"Bagaimana caranya kamu bertahan selama aku koma, aku harap Kak Leo tak mencari pelampiasan yang lain," ujar Ameena yang sedikit khawatir.


"Pikiranmu terlalu jauh, Sayang. Mana sempat aku memikirkan hal itu," jawab Leo.


.


.


Lalu, tak inginkah malam ini kamu meminta hak mu sebagai seorang suami padaku?

__ADS_1


__ADS_2