
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sembilan bulan sudah, kini Hari Perkiraan Lahir Aurora adalah besok tapi tak ada satupun tanda bayi dalam rahimmya itu ingin menyapa dunia.
Aurora dan Leo begitu sudah tak sabar ingin menimang buah hati mereka tapi tidak dengan Ameena karna Madunya akan memilih pulang ke kediaman Rahardian usai melahirkan. Dan itu berarti ia tak lagi leluasa bertemu dengan Aurora apalagi ikut mengurus Sang bayi.
Terlebih sudah lebih dari setahun pun ia tak kunjung bisa hamil, harapan untuk bisa memiliki anak sendiri pun harus terkikis saat dokter menyatakan rahimmya tak baik karna efek obat yang ia konsumsi selama ini. Kemungkinan untuk hamil pun kecil meski Leo sudah melakukan hal yang terbaik.
Obat penyubur kandunganpun tak bisa diberikan dokter sembarang, minuman herbal justru membuat Ameena pernah sampai tak sadarkan diri karna tubuhnya seolah menolak. Kini ia hanya bisa pasrah menunggu keajaiban, berharap Sang suami tak akan meninggalkannya setelah tahu betapa tak sempurnanya ia kini.
"Mules gak?" tanya Leo saat duduk berdampingan di sofa usai mengantar Ameena pulang.
"Enggak, biasa aja."
"Aku pengen pulang tapi, Mas." pinta Aurora yang langsung di iyakan oleh Leo. Dalam keadaan begini apapun akan ia turuti agar istrinya tak stress.
"Ya sudah, ayo." ajak Leo yang langsung memapah Aurora berjalan.
.
__ADS_1
.
Baru juga keluar dari area Apartemen, siap sangka jika Aurora justru merasakan sakit luar biasa di bagian perutnya hingga keringat membasahi seluruh pakaian yang ia kenakan. Leo yang merasa panik langsung memutar setir mobilnya menuju Rumah sakit untungnya semua keperluan bersalin sudah ada di dalam mobil jauh jauh hari. Pihak rumah sakit pun sudah siap dengan segala alat, dokter dan perawatnya kapanpun di butuhkan.
Jadi, memang benar adanya jika Rejeki, jodoh, lahir atau maut itu semua rahasia Yang Maha Kuasa.
Tak ada yang mampu memprediksi sekalipun manusia terpintar.
Sampai di di Rumah sakit, Aurora tak lagi di bawa keruang pemeriksaan karna cairan ketuban yang sudah merembes sejak didalam mobil. Ia langsung di bawa keruang bersalin karna dokter sudah menyatakan ia sudah pembuakaan tujuh. Tapi tak ada rasa sakit dan mules sama sekali yang dirasakannya sejak kemarin hingga hari ini. Semua terlalu mendadak bagi Aurora dan Leo yang baru akan menjadi orang-tua baru.
Kini semua pihak keluarga sudah datang dan menunggu di ruang rawat yang akan di pakai cucu perempuan Rahardian tersebut usai melahirkan. Tiga wanita disana terlihat sangat khawatir. Amma, Ummi dan Ibu.
"Sakit loh, Mas. kamu kan gak pernah rasain."
"Siapa bilang? itu waktu kamu lahiran jambakin, cubitan sama gigit aku apa itu gak sakit?" jawab Sang gajah tak mau kalah.
Sedang di ruang bersalin kini Aurora ArMikha Rahardian Wijaya sedang bertarung antara hidup dan mati demi seorang bayi yang akan menjadi penerus dua keluarganya yaitu Barata dan Rahardian.
"Mas, jika terjadi sesuatu, ku mohon jaga anak kita dengan baik ya," pesan Aurora yang membuat tangis suaminya semakin pecah.
__ADS_1
"Kamu ngomong apa sih? gak akan terjadi apapun, kita akan urus anak itu bersama. Ku mohon jangan bilang apa-apa yang membuat ku semakin takut kehilanganmu, aku mencintaimu Ya Zawjatii," jawab Leo tepat di telinga Aurora, ia ciumi terus wajah yang sedang menahan nikmat yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
"Pembukaannya sudah sempurna, Nona sudah siap? masih ingat dengan semua yang saya ajarkan kan?" tanya salah satu dokter.
"Iya Dok. Saya siap," lirih Aurora.
Tak ada teriakan, jeritan bahkan drama jambak jambakan, semua begitu tenang sampai Leo sendiri justru tak kuat melihat bidadari surganya terus menitikan air mata. Ia tahu rasa sakitnya itu pasti sangat luar biasa, tapi wanita itu memilih memejamkan mata dengan hati dan bibir terus mengingat pada Sang Pemilik Kehidupan.
Aurora menarik napas dalam-dalam, ia buang secara pelan sebagaimana yang pernah di ajarkan dokter padanya. Serasa ada sesuatu yang ingin keluar, ia pun berusaha mengejan dengan sekuat tenaga hingga beberapa detik kemudian terdengarnya suara tangis bayi yang menggema ke seisi ruang bersalin.
#TerompetKiamatLagiLedekinBapaknya.
Gak usah pake Welcome...
Udah tau kan namanya 😭😭😭😭😭😭
Baru kali bikin cerita gak main tebak-tebakan 😂😂
__ADS_1