
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Acara 4 bulanan yang diadakan kemarin di rumah utama berjalan lancar, Aurora di limpahi ucapan doa dan selamat dari semua yang hadir dari berbagai kalangan. Ummi dan Amma yang menjadi salah satu orangtua yang berbahagia selalu ada di sisi Ibu hamil tersebut. Sampai suaminya sendiri pun sulit untuk berbicara berdua dengannya.
Dan, hari ini adalah jadwal kontrol kandungan Aurora, sebelum kerumah sakit keduanya akan mampir sebentar ke rumah Ameena untuk menjemputnya.
"Habis ini ia pasti akan ketagihan," ucap Leo sambil memutar setir mobil mewahnya sendiri.
"Katanya kalau deket-deket yang hamil tuh bisa nular loh, Mas. Gak apa-apa lah dia sama aku, kok kamu yang ribet banget, kita gak mungkin main cakar-cakaran!"
"Bukan gitu, Tapi--," Leo tak meneruskan, ia justru mendesah karna bingung sendiri.
"Tapi dipaksa bikin yaaaaaaa??" Aurora tertawa sampai Leo malu sendiri rasanya jika Aurora sudah meledek nya seperti itu.
"Dia pikir cara bikinnya beda, Aku bingung, padahal sama aja," kata Leo yang kadang kesal dan gemas pada istri pertamanya.
Ameena yang sudah bisa juga menerima memang tak pernah marah. Sama seperti madunya, ia pun tak memintanya jatah hari pada pria itu karna sadar jika ia bukan satu-satunya terlebih ada kesibukan lain yaitu bisnis Restonya yang semakin maju dan sukses.
__ADS_1
Ia yang memang sangat manja pada Leo lebih sering merengek, sifatnya memang bertolak belakang dengan Aurora yang diam dan dewasa. Dari situlah ia tak bisa memilih karna keduanya memiliki cara yang berbeda saat sedang bersamanya.
.
.
.
Sampai di rumah Ameena, ternyata wanita itu sudah ada di depan teras sedang menunggu kedatangan suami dan madunya. Memang tak masuk akal rasanya tapi biarlah suka suka yang nulis aja!
"Yuk, " ajak Ameena sambil menarik tangan Aurora masuk kembali kedalam mobil.
"Kamu gak mau cium aku, Yang?" protes Leo saat Ameena hanya mencium punggung tangannya saja.
"Ntar aja, aku mau cepetan liat dede bayi," jawab Ameena yang antusias. Leo yang mendesah kesal tapi Aurora justru tertawa.
"Sudah?" tanya Leo saat ketiganya sudah masuk kedalam mobil, hal yang sedikit menyebalkan jika sedang pergi bersama dua wanita itu akan duduk dibelakang dan ia didepan seorang diri. Dan itu adil menurut versi mereka para istri.
__ADS_1
Selama perjalanan menuju rumah sakit, banyak yang di obrolkan Aurora dan Ameena. Leo yang mendengarkan hanya sesekali melirik ke kaca spion hingga beberapa kali pandangannya bertemu dengan Aurora.
Sedikit banyak Leo sudah menceritakan tentang sifat Ameena agar Aurora tak kaget dan bisa menerimanya dengan baik. Berbeda dengan Ameena, tanpa Leo bercerita pun wanita itu sudah tahu dan bisa merasakan sebaik apa madunya tersebut.
Dan setelah sampai di rumah sakit milik Rahardian dua wanita itu jalan berdua dengan Ameena bergelayut manja di lengann Aurora.
Si calon Ibu itu langsung masuk dan di periksa oleh dokter yang di pilih langsung oleh Hujan sebagai Si pemilik rumah sakit.
"Ya ampun, detak jantungnya," gumam Ameena, entah kenapa ia begitu terharu dan menyayangi si jabang bayi yang ada di dalam perut Aurora.
.
.
.
Kak.. pokonya aku mau yang kaya gitu juga ya???
__ADS_1