Ternyata, Aku Bukan Istri Pertama.

Ternyata, Aku Bukan Istri Pertama.
Dari hal sederhana


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Aku cantik gak? aku di pinjemin baju sama kak Olla tapi besar banget," adunya pada Sang suami yang sedari tadi melihatnya tak percaya.


"Cantik, cantik banget, Sayang." Ameena yang tadi bergelayut manja ditarik untuk di peluk, pujian pun terus di layangkan Leo untuk istri pertamanya itu sampai harus salah tingkah karna malu.


"Udah yuk, kita cari sarapan," ajak Leo yang kini mengulurkan tangannya pada Aurora. Ia yang sedang hamil tentu harus dijaga agar tak terjadi apapun padanya saat berjalan.


Seperti biasa, Leo bak seorang supir jika sedang pergi bersama dua orang istrinya yang duduk di kursi belakang, tapi tak apa dari pada salah satunya di depan yang akan membuat rasa iri dan cemburu dalam hati mereka.


Mobil mewah itu terus melaju ke arah salah satu kedai nasi uduk yang di inginkan oleh Aurora, sudah sejak kemarin ia ingin kemari tapi baru pagi ini mereka bari sempat datang.


"Tiga ya, Mas. Yang satu komplit, yang satu jangan pakai bawang goreng dan yang satu jangn pakai kerupuk," ucap Leo pada seorang pria yang mencatat pesanan.


Aurora dan Ameena saling pandang lalu tersenyum bersama. Tanpa mereka bicara ternyata pria yang ada didepannya kini tahu apa yang kurang disukai para istrinya.


"Aku pikir Kakak lupa kalau aku gak suka bawang goreng," kata Ameena terharu, suaminya tak pernah lupa tentangnya meski ada wanita lain di hatinya.


"Hem, aku juga baru mau bilang kalau jangan pakai kerupuk, ternyata kamu sudah kasih tahu duluan, makasih ya, Mas," timpal Aurora yang tak kalah senangnya.


"Semua kan dari hal yang sederhana dulu, ingatkan aku jika aku lupa," jawab Leo yang dijawab anggukan kepala oleh Ameena dan Aurora.

__ADS_1


Ketiganya sarapan bersama dengan lahap sambil mengobrol, banyak yang mereka bicarakan termasuk tentang hari ini.


Leo akan mengantarkan Ameena pulang kerumah, habis itu Aurora ke Apartemen sedang ia akan langsung ke beberapa Restonya dan tak bisa menjanjikan akan pulanh kapan dan kemana.


Ameena yang tahu bagaimana pekerjaan suaminya tak pernah banyak berkomentar, apalagi ia dulu adalah salah satu pelayan di Resto milik Leo, ia tahu betul bagaimana sibuknya Sang suami mengontrol usahanya yang tak hanya satu, dua dan tiga tapi puluhan di berbagai kota.


Selesai mengisi perut, kini kendaraan mewah itu langsung melesat kerumah Ameena. Leo dan Aurora hanya mampir sebentar lalu memilih cepat pulang.


"Hati-hati dirumah ya, hubungi aku jika ada apa-apa," pesan Leo setelah menciumi seluruh wajah cantik istri pertamanya yang begitu manja.


"Iya, Kak."


Pelukan hangat pun di berikan Aurora untuk madunya sebelum ia yang nanti di tinggalkan sama seperti Ameena.


.


.


"Hem, mau ada kak Ara nanti datang, kalau kamu gak pulang ke aku ya paling aku yang pulang ke rumah Ummi, gak apa-apa ya," jelas Aurora.


"Ya sudah, nanti aku kabari ya, aku belum tahu pulang kemana."

__ADS_1


"Pulanglah padanya, kamu sudah berapa hari ini denganku. Dia butuh kamu, Mas. Ajak dia Quality time berdua," saran Aurora yang selalu berbesar hati.


"Hem, baiklah. Tapi cepat telepon aku ya jika kamu butuh sesuatu, jangan andalkan orang lain, aku suamimu," mohon Leo.


"Tentu, tapi anakmu ini tak rewel, jadi jangan khawatir," kekeh Aurora sambil mengelus perutnya.


"Oh, Ya Zaujati, Terima kasih ya," ucap Leo yang langsung membuat Aurora menoleh.


"Untuk apa, Mas?"


.


.


.


***Telah mengubah Ameena dari kunti jadi ukhty


🌻🌻🌻🌻🌻***


Otewe Ending ya, nanti lanjut ke novel ini pokonya.

__ADS_1



__ADS_2