
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Kini hanya tersisa Leo dan Aurora di Apartemen setelah semua pulang usai mengunjungi di Ibu hamil yang masih saja terlihat lesu.
"Aku buatkan susu dulu ya," ucap Leo sambil mengusap wajah cantik istrinya yang kini hanya memakai gamis biasa.
Waktu yang sudah malam membuat Aurora langsung naik keatas ranjang selepas semua orang pergi.
Badannya masih sama seperti kemarin-kemarin, mudah mengantuk dan lelah. Meski tak ada mual dan muntah tapi tetap saja rasanya aneh.
"Jangan banyak-banyak nanti gak habus."
"Biar bayinya cepet sehat, La," kekeh Leo saat ia sudah duduk di tepi ranjang.
Aurora hanya mampu menghabiskan setengah gelas karna Ummi dan Ibu mertuanya tadi begitu banyak membawa makanan untuknya.
"Mas, mau nginep?" tanya Aurora saar pria tinggi putih itu membuka bajunya.
"Hem, kan aku kangen," jawab Leo, tatapan matanya sudah lain dan Aurora paham akan hal itu.
#Acara tengok bayi pun terjadi.
.
.
.
Aurora mengernyitkan dahi saat melihat suaminya tak memakai kemeja melainkan kaos rumahan biasa yang sering ia pakai jika tidur atau santai bersamanya. Ia pun menghampiri sembari melayangkan beberapa pertanyaan.
__ADS_1
"Aku mau disini, La."
"Gak ke Resto?" tanya Aurora lagi sambil berjalan dibelakang suaminya keluar dari kamar.
"Nanti sore Indra kesini cuma kasih laporan, kamu mau jalan-jalan?" tawarnya kemudian.
"Enggak, males!" jawab Aurora cepat sambil menggelengkan kepala.
"Jangan males terus, kamu harus banyak gerak, La."
"Iya, tapinya MALES!"
Leo tertawa, apalagi saat wanita itu berhambur memeluknya, Aurora sudah jarang sekali mengeluh meski sesekali menolak saat di cumbu.
"Tapi nanti malem boleh deh, itupun kalau kamu gak pulang, Mas," ujarnya sedikit menyindir karna Leo sudah tiga hari bersamanya.
"Hem, nanti malam kita pergi."
Ia ingin senang, tapi rasanya malu sendiri karna bagaimanapun ia bukan wanita bar-bar yang bebas mengekspresikan diri. Ia tahu batasan dalam bersikap meski di depan suaminya sendiri.
Indra datang di jam 4 sore, ia hanya di temani Leo tanpa Aurora di ruang tengah, wanita itu semenjak hamil memang selalu menghabiskan waktu di dalam kamarnya.
"Lo jadinya tinggal dimana? gue pusing nyari lo sekarang," ledek Indra, jika ingin tahu bagaimana hubungan Leo dan Ameena tentu kuncinya ada di sahabatnya itu.
"Dimana aja," sahut Leo sambil memeriksa tumpukan berkas yang di bawa Indra dari beberapa Resto miliknya.
"Ameena keren, dia terima lo nikah lagi padahal dulu lo ada client cewek aja dia udah manyun," kekeh Indra seolah mengulang masa masa Leo dan Ameena pacaran dulu.
"Sekarang juga masih," jawab Leo santai.
__ADS_1
"Serius? berarti dia gak ikhlas tuh di madu. Lagian, lo ada ada aja!" Omel Indra yang memang jauh lebih dekat dengan Ameena dibanding Aurora.
"Wanita mana juga gak ada yang ikhlas di duain?!" sahut Leo yang kemudian menghela napas panjang.
Bukan ini maunya, tak terbersit dalam hati pria itu akan menikah lagi setelah mengikrarkan janji suci didepan penghulu dan ayah wanita pilihannya tersebut. Semua terjadi terlalu cepat hingga tanpa pikir panjang ia menerobos batasan restu orang-tuanya yang sejak awal tak setuju. Ia pikir, dengan seiringnya waktu hati ibu akan melunak untuk bisa menerima Ameena. Tapi, musibah tak bisa ia hindari saat kecelakaan hampir merenggut nyawa cinta pertamanya. Rasa takut dan bersalah dan tak semakin kehilangan membuatnya ada diantara dua pilihan.
Menikah lagi agar Ameena aman adalah jalan yang ia setujui dengan orangtuanya.
"Iya dah, udah nyebur sekalian aja mandi," ledek Indra lagi.
.
.
.
Lagian apa yang salah, gue nikahin Olla bukan karna napsu sesaat yang tergoda terus selingkuh kan?
\*\*\*\*\*\*\*
Hatur nuhun buat yang tahan baca sampai di bab ini. Mumpung lagi kena promo jadi fokus sini dulu gak apa-apa ya. Memanfaat kesempatan 😌
Makasih buat yang komen A sampe Z.. dari yang bisa berbesar hati sampai besar marahnya juga 🤭
Ambil baiknya, buang buruknya!
Buat yang nyalahin Leo katanya gak jujur, tolong di baca lagi JUDULny ya Sayang.
Kalian pinter, teteh yakin paham ☺
__ADS_1
Ternyata, Aku bukan istri pertama
Cig, geura itu apa maknanya? teteh bikin judul kudu sama kaya isinya.. masa teteh jualan seblak isinya mie ayam.