Ternyata, Aku Bukan Istri Pertama.

Ternyata, Aku Bukan Istri Pertama.
Tak sadarkan diri


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Kata demi kata yang terlontar dari bibir Ameena tentu saja itu diluar dugaan Leo, ia pikir wanita itu akan mengamuk dan marah-marah seperti kemarin saat tahu suaminya sudah beristri lagi.


Tapi, Ameena justru terlihat sama tenangnya dengan tetap menunduk membiarkan Aurora bercerita. Semua sama, tak ada yang di lebihkan dan kurangi dari setiap penggalan kisah rumah tangganya selama ini.


"Aku tak mungkin memintamu melepaskan suamiku, karna ia juga sudah mencintaimu. Meletakkanmu didalam hatinya sama sepertiku," ucap Ameena pasrah, terlihat halaan napasnya yang berat.


"Jadi?" tanya Leo.


"Jadi apa?" Ameena balik bertanya.


"Kamu tak keberatan jika aku tetap mempertahankan Aurora?"


"Lantas aku bisa apa? Aku juga sama dengannya yang ingin mempertahankan milikku meski kini tak lagi utuh," balas Ameena, kesabarannya sedang di uji mulai hari ini.


Aurora diam, ia pasrah tentang bagaimana akhirnya rumah tangga mereka karna ia akan pulang jika Sang suami lah yang melakukannya. Tapi jika melihat Ameena yang sama kerasnya sepertinya ia harus rela tetap berbagi pria yang sama-sama mereka cintai ini.


"Aku takan menuntut apapun darimu, Mas. Sekarang dia sudah tahu semuanya, tugasku masih sama, menyambutmu datang disaat kamu merindukanku," jelas Aurora yang ingin semua seperti biasa tak perduli dengan Ameena yang kini sudah tahu tentang pernikahannya.

__ADS_1


Ameena menoleh lagi kearah Leo, dan disaat itulah ia menjelaskan jika tak ada jatah hari diantara Ameena dan Aurora.


"Aku ngantuk, mau tidur," pamitnya kemudian karna dirasa tak ada yang perlu dibicarakan lagi terlebih ia merasa tubuhnya begitu lelah padahal hanya berbaring sejak pagi.


Baru saja Aurora bangun dari duduknya, rasa sakit di kepala menghujam begitu saja saat ia berdiri, ia yang memejamkan mata sambil memegang kepala pun langsung ditahan oleh Leo saat hampir terjatuh.


.


.


Aurora yang tak sadarkan diri langsung dibawa ke rumah sakit, jangan tanya bagaimana panik dan khawatirnya Leo karna pria itu sampai menitikan air matanya. Ia tak beranjak sama sekali meski ada Ameena juga disampingnya.


"Minum dulu, Kak." tawar Ameena saat Sang suami sedang duduk di tepi ranjang pasien dimana kini ada Aurora terbaring lemas tak berdaya.


"Dia belum juga bangun, aku takut," lirih Leo, kejadian Ameena saja dulu sudah sangat membuatnya frustasi. Ia tak akan memaafkan dirinya sendiri jika Aurora pingsan karna kejadian tadi di Apartemen.


"Kia tunggu saja hasil dokter nanti, Kak," sahut Ameena yang tak bisa berbuat banyak kecuali menekan rasa cemburunya karna Sang suami sedang menggenggam tangan wanita lain tepat di depan matanya.


Tak berselang lama, Aurora akhirnya sadar. Ia diperiksa kembali oleh seorang dokter yang memintanya untuk menyingkap baju sebatas dada.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Aurora bingung.


"Semoga sehabis melakukan pemeriksaan USG kita bisa tahu hasilnya," jawab Si dokter perempuan berkaca mata dengan hijab merah maroonnya.


Leo yang belum berpengalaman tetap diam disisi Aurora, Ia memperhatikan apa yang sedang di lakukan oleh dokter tersebut pada perut istrinya.


"Hem, udah keliatan nih, selamat ya Nona dan Tuan. Usia kandungannya baru Enam minggu, tolong di jaga dengan baik ya," pesan dokter yang membuat ketiganya kaget bukan kepalang.


Ameena yang lemas sampai memegang dadanya sendiri, satu hal yang belum terbersit dalam pikirannya adalah tentang keintiman suaminya dengan madunya tersebut.


Sedang Aurora yang tak percaya hanya bisa menitikan air mata, bagaimana mungkin kini didalam rahimnya ada buah cintanya bersama Sang suami.


"Aku hamil, Mas."


"Iya, kamu akan jadi ibu, Terima kasih ya," jawab Leo yang tak bisa menyembunyikan rasa bahagia dan harunya saat ini.


.


.

__ADS_1


.


Kak Meena, boleh aku memeluknya?


__ADS_2