Ternyata, Aku Bukan Istri Pertama.

Ternyata, Aku Bukan Istri Pertama.
Ada apa denganmu?


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Kangen," bisik Leo yang tiba-tiba memeluk Aurora dari belakang.


Wanita itu tentu kaget luar biasa, tapi ia tersenyum kecil saat tahu itu suara suaminya.


"Mas datang?"


"Aku menjemputmu, La."


Jika saja tak banyak tamu di acara pernikahan Aish ingin rasanya Aurora berjingkrak senang. Bagaimana pun ia sama seperti istri lainnya yang akan senang jika pria halalnya datang setelah berpisah.


"Tunggu sebentar ya, aku pamit pada Aish dulu."


Leo mengurai pelukannya, ia biarkan istri keduanya itu berjalan semakin jauh meninggalkannya untuk berpamitan pada Si pengantin baru yang kini resmi menjadi suami istri yang sah secara agama dan negara bagai dirinya dengan Aurora.


Wanita cantik yang hanya terlihat matanya itupun kembali, ia menerima uluran tangan Leo untuk keluar dari tempat diadakannya acara pernikahan.


.


.


Didalam mobil, Leo selalu melirik kearah Aurora yang selalu duduk tenang disampingnya. Tak seperti awal mereka menikah dulu yang selalau gugup dan menunduk malu.


"Kita langsung pulang?" tanya Aurora.


"Kamu mau mampir dulu?" Leo balik bertanya yang di jawab gelengan Kepala.


"Apa Ameena tahu, kamu kesini? apa dia tak mencarimu? bukankah baru beberapa waktu kalian pulang?" Aurora yang khwatir dan ingat hal lain mulai memberondong banyak pertanyaan pada suaminya.

__ADS_1


"Bisa kita tak membahasnya?"


"Mas!" protes Aurora yang kaget dengan permintaan Leo. Jika istri lain akan senang tapi tidak dengannya.


"Aku sudah banyak menghabiskan waktu dengannya. Kini saatnya aku bersamamu, biarkan aku fokus dengamu, La."


"Apa itu juga yang kamu lakukan saat dengannya nanti? ketika Ameena tahu jika dia punya madu?"


"Maksud mu apa?"


"Kamu akan fokus pada istrimu yang sedang bersamamu saja, begitu ' kan?"


Leo menarik napas dalam-dalam, rasanya ia sedang salah bicara pada Aurora. Tak ingin terus berdebat, ia pun memilih diam.


.


.


"Sudah sampai?"


Leo mengangguk, sedang Aurora langsung bersiap untuk turun dari mobil mewah suaminya.


Lagi, pria itu dibuat tak mengerti sikap aneh istrinya. Saat rindu sudah sampai di ubun-ubun si Pemiliknya juga merajuk tak jelas.


\*\*\*\*


"Kamu marah padaku?" tanya Leo sambil menyandarkan tubuh langsing Aurora ke dinding samping pintu Unit Apartemen.


"Aku kesal," jawabnya sambil membuang pandangan.

__ADS_1


"Padaku? kenapa?"


"Entah."


Aurora mendorong tubuh Leo sampai pria itu mandur satu langkah, ia pergi begitu saja masuk kedalam kamar untuk berganti baju.


Gamis rumahan berwana coklat muda terbalut indah di tubuh Aurora, rambutnya di biarkan tergerai panjang karna memang tak ada siapapun disana jika bukan suaminya sendiri.


"Gak usah masak, nanti aku pesen di Resto aja buat kita makan," cegah Leo sambil memegang tangan Istrinya yang hendak ingin melangkah ke kamar.


"Tumben? sudah kenyang ya dirumah istrimu yang lain?" sindir Aurora, kini kedua alis Leo pun langsung bertautan tak paham.


"La!"


"Baru pulang beberapa hari, kamu seakan tak butuh aku, Mas." rajuknya tiba-tiba.


"Hey, kamu kenapa?" Leo lekas menarik Aurora untuk ia peluk.


"Kamu cemburu?"


"Sangat, dan aku ingin bilang padanya, kalau aku begitu mencintai suaminya, Mas. Apa aku salah?" tangis itupun pecah didalam dekapan pria halalnya.


"Tak ada yang salah, La. Aku sayang kamu. Jangan merajuk lagi ya, aku merindukanmu. Aku tak ingin kita bertengkar seperti ini," ucapnya yang kemudian menciumi seluruh wajah istri keduanya tersebut.


Aurora mengangguk, ia biarkan Leo terus mencumbu nya hingga sesuatu ia rasakan secara mendadak.


.


.

__ADS_1


.


Oeeeeeek....


__ADS_2