Ternyata, Aku Bukan Istri Pertama.

Ternyata, Aku Bukan Istri Pertama.
Pertama dan Kedua


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Oooooeeeek"


Leo yang di dorong tubuhnya oleh Sang istri tentu langsung mundur, tapi ia segera menyusul ke dapur bersih saat Aurora sedikit berlari kearah sana untuk memuntahkan isi perutnya.


"La, kamu gak apa-apa?" tanya Leo panik.


"Kamu sakit?" sambungnya lagi saat tak ada jawaban dari wanita yang terlihat sangat mual tersebut.


Leo lekas mengambil air putih hangat, berharap apa yang bergejolak didalam perut Aurora segera reda. Dan bersyukurnya semua jauh lebih baik dari barusan.


"Kamu kenapa?"


"Gak tau aku enek banget, awas!"


Lagi, Aurora mendorong suaminya. Leo yang kaget hanya bisa menatap punggung Sang istri yang masuk kedalam kamar mereka.


Cek lek


"Aku kenapa ya? perasaan dari kemarin gak apa-apa," gumam Aurora, ia berbaring di ranjang karna mulai merasa pusing.


Ia yang baru saja memejamkan mata akhirnya mengerjap saat merasa ada tangan yang melingkar di perut ratanya, belum lagi bibir yang mulai merayap dari tengkuk dan leher.


"Mas!"


"Aku rindu, La."


Aurora diam, pusing di kepalanya membuat wanita itu pasrah dan malas untuk membalikan badan. Ia biarkan suaminya melakukan apapun yang ia mau saat ini. Sampai akhirnya,

__ADS_1


"Aku gak mau!" tolak Aurora.


"Kenapa?" tanya Leo yang ternyata kemejanya sudah lepas dari tubuh.


"Aku gak mau, Mas!"


"Tapi aku mau, La." Leo yang awalnya bingung kini mulai mende sah kesal karna penolakan dari Sang istri.


Aurora kembali tidur menyamping, ia tetap tak acuh saat merasakan pergerakan di kasur yang ia pastikan itu Leo yang sedang turun ditambah ada suara pintu juga yang terbuka.


.


.


.


Dua jam, tak terasa selama itu Aurora terlelap terbuai mimpi hingga ia harus buru-buru melakuan kewajibannya yang tertinggal.


"Gak tega," jawab Leo.


Ya, pria itu memang tak tega membangunkan bidadari hatinya, padahal ia sudah bolak balik masuk kamar untuk melihat dan memastikan keadaan istri keduanya itu yang terlihat aneh hari ini.


"Jahat!" omelnya lagi sambil berjalan kearah meja makan yang sepertinya sudah banyak makanan disana.


"Mas, makan yuk," ajak Aurora.


Leo yang sedang ada di sofa depan TV pun langsung bangun dan menghampiri Aurora.


"Aku panasin dulu deh, gak enak kalau dingin," ucapnya kemudian.

__ADS_1


Leo hanya mengangguk, ia menarik kursi lalu mendudukkan bokongnya disana, ia menatap lekuk tubuh istrinya yang sedang ingin ia jamah.


Tak sampai dua puluh menit, Aurora kembali menata makanan yang di pesan suaminya dari resto ke atas piring, semuanya pun kini sudah siap di santap oleh keduanya.


"Mas mau pulang kapan?" tanya Aurora di sela makan mereka.


"Besok, kenapa?"


"Ameena gak akan cari? Mas bohong apa ke dia sampe dia izinin Mas buat nginep?" selidik Aurora.


Kini, keadaan bagai berbanding terbalik, jika dulu Aurora yang di bohongi saat Sang suami mendatangi madunya, justru mulai sekarang wanita itulah yang harus rela menerima suaminya yang sedang tak bisa jujur.


"Gada," jawab Leo singkat. Ia sedang tak ingin membahas Ameena saat ini, karna hati dan pikirannya ingin bersama Aurora.


.


.


Jangan begitu, Mas. karna istri kedua kadang masih bisa menerima istri pertama. Tapi tidak dengan istri pertama sebab tak semua bisa menerima kehadiran yang kedua.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Kalian nanya?


Kalian bertanya-tanya??


Sama, teteh geh ker ngahuleng bae nanya ka jempol, asa teu nulis NinuNinu kunaon bisa Oeeeeeeeeeek 🙄🙄🙄


Alamat teu jadi di cium gajah ini sih 😭😭😭

__ADS_1


Ente kadang-kadang ente ya Leo, diem diem nyicil kuping Si Skala gak ngajak-ngajak 😔


__ADS_2