TERNYATA DIA YANG TERBAIK

TERNYATA DIA YANG TERBAIK
Biji mata lo jogging


__ADS_3

"May, fell.. bangun, ujan nih bete gue, sepi" kata ivan yang membangunkan kedua temannya


"hoaaaaaaaammm ngantuk banget gue" saut maya menguap


"Udah sampe ya van?" tanya felly sambil mengucek matanya


"Sampe pala lo, masih jauh, liat tuh ujan jalanan banjir, macet" jawab ivan


"Eh gue laper, lo berdua ada makanan ga?" tanya ivan kelaperan


"Tas gue van ambil aja" saut maya lemas yang masih memejamkan matanya, ivan pun langsung menggapai tas maya yang ditaruh diatas


"Vann..mau jugaaa;(" rengek felly ikut laper


"Yeh ikut-ikut aja lo, nih" saut ivan memberikan roti


"Keren juga ya van disini, tempatnya sejuk banget, apalagi pas dibukit kemaren" ucap felly yang melihat-lihat kaca karna ia duduk dipojok


"Bukit? emang kita ke bukit kemaren? bukit yang mana ya" tanya ivan mengerutkan dahinya


"Eh ngga deng bukan" kilah felly


"Ceritain gaaa?!" ucap maya yang langsung membulatkan matanya


"Pas sore itu lo kemana sama kavirgo?" tanya maya bete


"Gara-gara ivan nih gue jadi ketemu dia" ujar felly


"Ko gue?" kata ivan


"Gue tadinya mau nyamperin lo, eh ngeliat lo lagi ngobrol sama anak-anak yaudah gajadi, pas gue mau balik ke kamar, gue tabrakan sama dia, yaudah ngobrol" jelas felly


"Terus?" tanya maya


"Yaa gue juga gak ngerti tiba-tiba dia ajak gue keliling daerah situ, jalan kaki coba bayangin, sampe pegel-pegel kaki gue, tapi pegel gue terbayar karna gue sampe dibukit yang keren banget sumpah"


"Terus?" kata ivan


"Yayaudah karna itu bagus banget, gue foto-foto deh"


"Lu foto bareng dia juga?" tanya maya


"Iya, emang kenapa?"


"Wah nusuk gue dari belakang lo, bilangnya gak bakal suka, tapi nyatanya?" Kecewa maya


"Santai may santai, jangan bilang lo berdua bakal ribut cuma gara-gara cowok ya" ujar ivan


"Bukannya gitu may, kemaren gue cuma terbawa suasana aja saking senengnya" jelas felly dan maya hanya diam tidak menanggapinya


"May.. ko diem? lo marah sama gue?" tanya felly melas


"May?" panggil felly lagi


"Maaf gue bukan bermaksud nusuk lo dari belakang, gue juga ga suka ko sama dia"


"May? sini dong liat gue"


"Yaudah deh terserah lo mau anggap gue apa, yang jelas, gue gak mau kita berantem cuma gara-gara cowok, lagian gue juga belum bisa buka hati ke siapapun, jadi lo tenang aja, gue gak bakal ambil virgonya lo" jelas felly yang langsung memalingkan wajahnya ke kaca


"Lo berdua apaan sih, drama gini, jangan sampe gue aduin ke orangnya langsung nih" ancem ivan


"Apaan sih van gak lucu" ketus felly


"hahahahahaa" ketawa maya tiba-tiba namun felly masih tetap memalingkan wajahnya ke kaca

__ADS_1


"Heh lo berdua, lo kaya gak kenal gue aja, yakali gue drama gara-gara beginian doang, cihh! yaa emang sih gue suka sama kavirgo, secara gitu dia kan ganteng, alumni terbaik, banyak yang suka pula, siapa coba yang gak mau jadi pacarnya, tapi asal lo berdua tau aja, gue suka cuma sebatas kagum aja ko, gak lebih, lagian juga kalo gue perhatiin, dia cuma open sama lo doang fell" jelas maya


"lo serius may?" tanya felly


"Seriuslah fell, kapan gue pernah bohong sama kalian, kalian berdua mulu kan yang suka bohongin gue" celetuk maya


"Dih kapan kita bohongin lo?" tanya ivan


"Perlu gue sebutin nih yang waktu itu?" ucap maya


"Itu mah sorry may hahaha, lo masih aja diungkit, katanya udah gapapa huh" saut felly


"Ya lagiannn"


"Uluh uluh maya cantiQ pake qyu, marah marah aja sih" ledek felly sambil mencubit lembut pipi maya


"Najis geli gue fell"


Mereka bertiga pun tertawa


"Ohya, waktu gue gak bisa tidur ditenda, gue kan ngobrol tuh sama ka rio, eh sivirgo dateng, yaudah kan tuh kita bertiga ngobrol bareng jadinya" cerita felly.


"Terus?" tanya ivan dan maya


"Si virgo ngajakin ka rio liburan ke pantai, gue diajak gitu, terus mau ajak yang lain juga, lo berdua mau ikut gak? kalo lo berdua gak mau yaa gue juga gak mau"


"Mau mau mau, udah lama gue gak mantai" kata ivan semangat


"Lo may?" tanya felly pada maya


"Gue sih ayo aja, biasanya kan di pantai banyak cowok-cowok gantengnya kan hahahaha" jawab maya centil


"Yehh dasar lo" ucap felly sambil menoyor pundak maya


"Biji mata lo jogging, gue abis jambak-jambakan sama sinenek lampir tau gak!" kata maya emosi


"Hah? ko bisa? ada masalah apa emang lo sama dia?" tanya felly


"Panjanglah ceritanya, intinya dia ngatain kita najis fell, trus ngejelek-jelekin lo gitu" jelas maya


"Lho ko ngejelek-jelekin gue? emang punya masalah apa gue sama dia?" tanya felly yang memang tidak tahu


"Gara-gara lo deket sama ka virgo" ucap maya


"Yaelahhh, kenapa virgo mulu sih heran" jawab felly sambil tertawa


"Ko lo gak marah sih fell? kan gue bilang dia udah jelek-jelekin lo" tanya maya


"Yaa ngapain mesti marah, dia yang gak suka sama gue ya itu urusan dia, bukan urusan gue, " jawab felly santai


"Emang dah felly doang temen ter the best gue" bangga ivan sambil bertepuk tangan ringan


"Gue engga nih?" cemburu maya


"Ngga! lo mah cewek yang emosian kaya belatung nangka" ledek ivan


"Enak ajaaa! Gue gigit lo!" ancem maya becanda


Dan mereka bertiga pun akhirnya tertawa bersama sambil menikmati perjalanan, bertukar cerita satu sama lain hingga akhirnya muncul sebuah cerita mengenai hubungan dara dan virgo.


Ivan dan maya yang baru saja mengetahui hal itu merasa kaget tidak menyangka kalau lelaki yang selama ini diceritakan oleh kakak seniornya itu adalah Virgo,


Yaa! Virgo Agustino Loko, dia adalah anak tunggal dari keluarga mapan, yang sudah lulus dari Universitas Manggala dan sekarang bekerja di perusahaan milik keluarganya sendiri dengan posisi sebagai Direktur Utama.


Karna itulah semua wanita di kampus begitu memujanya, tidak hanya junior saja melainkan yang setara dengan dara pun turut memujanya,

__ADS_1


tidak banyak orang yang tahu bahwa sebenarnya lelaki yang begitu dipuja mereka itu adalah mantan Dara Christianty, senior ternama di Universitas Manggala yang tak kalah juga penggemarnya.


Saat mereka bertiga sedang asyik bercerita, tiba-tiba bus berhenti, dan membuat mereka bertanya-tanya.


"Ka rio..! ka?" panggil ivan


"Eh iya van ada apa?" jawab rio dari depan


"Ini kenapa ko berhenti?"


"Istirahat dulu van, mau ganti driver" jawab rio


"Ooooh kirain kenapa, okedeh"


Serentak mereka yang tertidur pulas sejak pagi tadi terbangun karna merasa panas, bahkan beberapa dari mereka ada yang turun untuk menghirup udara luar yang membuatnya merasa lega.


20 menit kemudian bus pun mulai jalan,


waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore,


Suasana didalam pun kembali ramai, apalagi dibagian belakang, banyak anak laki-laki yang bernyanyi dan bersorak, ditambah ada 1 gitaris andalan kampus yaitu, Meldy Maldini, mahasiswa baru yang terkenal karna kulitnya yang hitam manis dan suaranya yang bagus, bahkan beberapa temannya ada yang menyukainya karna berharap akan dinyanyikan lagu setiap hari, termasuk Siska Wulandari teman revi.


Setiap kali ada meldy, kadang disitulah ada siska, siska selalu berusaha untuk bisa selalu dekat dengan meldy, dan meldy yang selalu bersikap baik pada semua orang, membuat siska juga merasakan kebaikannya itu, bahkan sampai beranggapan bahwa meldy memiliki perasaan yang sama padanya, padahal jelas tidak.


Wanita yang meldy inginkan adalah Maya Mawanda, sahabat felly dan ivan.


Namun hal ini sampai sekarang tidak diketahui oleh maya, hanya felly dan rashya yang tahu.


Meldy adalah tipical orang yang tidak mudah bercerita pada siapapun, namun ia menceritakan ini pada rashya dan felly, karna menganggap mereka berdua adalah orang yang tepat untuk diceritakan, rashya yang sahabatnya, juga felly sahabat wanita pilihannya itu.


********


Di belakang,


terdengar suara iringan musik yang menyanyikan lagu "3 Doors Down - Here Without You Baby"


semua yang dibelakang dengan kompak menyanyikannya dengan keras


I'm here without you baby


But you're still on my lonely mind


I think about you baby and i dream about you all the time


I'm here without you baby


But you're still with me in my dreams


And tonight girl, it's only you and me.


Karna lagunya yang enak didengar, dan tak sedikit juga yang tahu lagu ini membuat yang lain juga ikut menyanyikannya, suasana seperti inilah yang membuat mereka tak akan bisa untuk tidak mengingatnya selama masa hidupnya,


bernyanyi bersama dengan teman-teman seperjuangan.


********


Bersambung,


Terimakasih buat para pembaca yang masih setia sampai episode 14 ini.


Jangan lupa like dan komen ya, biar author semangat untuk lanjutin ceritanya..


Buat kalian yang setia baca dari awal sampai akhir nanti, author akan adain give away untuk kalian yang selalu memberi like, komentar disetiap episode dan vote untuk novel ini.


Sekali lagi terimakasih❤️

__ADS_1


__ADS_2