
"Ka dara saya mau nanya ka" panggil ivan ketua kelompok 3
"Iya van tanya aja, mau tanya banyak atau dikit? panjang atau pendek? gampang atau susah?" jawab dara sambil becanda
"Anjay ka dara, kirain cuma cantik doang, gataunya bisa bikin ketawa juga" saut ivan sambil ketawa
"Mau gue aduin ke aira lo van? haha" celetuk maya
"Ooooh ivan, maba yang katanya paling ganteng kata anak-anak kampus, ternyata udah punya gandengan? maba lain pasti bakal patah hati nih kalo tau ivan udah punya pacar" ledek dara pada ivan
"Ah ganteng darimana ka, buluk gitu kayak lap ga dicuci setahun" cela maya
"Eh maya gak boleh gitu, nanti kualat loh kamu" saut rio sambil ketawa
"hahaha kualat kata ka rio? kualat apa? aku bakal suka sama siivan gitu? ya nggak bakal dong ka rio, ah gimana sih" jawab maya sambil ketawa
"Ka rio ga bilang kamu bakal suka loh, mungkin aja maksud ka rio kamu bakal kualat sama buluknya kayak lap ga dicuci setahun" saut dara sambil ketawa
"hahaha mampus lo may, emang enak gaada yang dukung" jawab ivan bangga
"awas ya vannnnnnnn" geram maya
Mereka pun tertawa terbahak-bahak melihat muka sebal maya
"Ohya mau nanya apa van tadi" saut dara kembali serius
"Ka emang bener ya pas cari jejak bakalan ada hantunya?, saya liat di agenda kegiatan gaada keterangan soal itu kayaknya" tanya ivan serius
"Kamu kata siapa van?" tanya dara heran
"Saya denger dari maba lain sih ka, mereka pada bilang gitu" jawab ivan serius
"Emang iya van? wah gawat dong van kalo ada hantu bohongan mah" saut maya
"Gawat kenapa may?" tanya rio penasaran
"Temen kita yang satu phobia hantu banget ka" jawab maya
"Felly maksud kamu?" saut rio meyakinkan
"Weis rio, giliran soal bidadarinya aja langsung" ledek dara
Dara dan Rio memang sudah begitu kenal dengan Ivan, Maya dan Felly.
karna mereka berasal dari satu sekolah yang sama saat waktu SMP,
sedangkan Rio dan Dara sudah bersahabat sejak mereka dari kecil, wajar kalau dara dan rio saling tahu soal diri mereka satu sama lain.
"Memang betul ada, itu untuk melatih kesetiakawanan kalian masing-masing ditiap kelompok, makanya di surat edaran kan dilampirkan tanda tangan persetujuan kalian apakah bersedia mengikuti kegiatan ini atau ngga" jawab rio menjelaskan
"Tapi kalian jangan bocorin ini ke tim yang lain ya, saya gamau loh sampai ini bocor, karna kalau ini bocor, berarti tim senior kita gagal mendidik junior kita" jawab dara serius
"Kita ga akan bilang ko ka, buat apa juga ya kan van, yang jadi masalah, felly itu bener-bener phobia hantu ka, aku takut dia kenapa-kenapa aja" jawab maya khawatir dengan felly
"Tenang aja may, ada saya ko pembimbing kelompok kalian" jawab rio antusias
"Tuh ada bang rio katanya" jawab dara sambil ketawa
"Yaudah sekarang kalian istirahat sana balik ke tempat duduk kalian, biar nanti pas acara tubuhnya strong" perintah rio
"Okray deh ka" jawab ivan dan maya sambil berjalan menuju tempat duduk mereka yang dimana ada felly sedang tertidur pulas
Sementara virgo sudah berada diposisi depan duduk bersama supir bus
"Yaampun fell, lu abis ngapain sih tidur sampe kaya orang mati begini" celetuk maya
"Udah lu juga tidur aja may, jangan ngomong mulu emang ga aus apa lu" saut ivan ngeledek
"Awas-awas gue tengah, awas lu minggir, jangan deket-deket gue, jangan nempel-nempel" jawab maya
__ADS_1
"Siapa juga yang mau nempel-nempel sama lu may, gue mau kedepan ah liat-liat pemandangan" jawab ivan sambil berjalan ke bagian depan bus
Maya pun ikut tertidur disamping felly sambil memeluk felly sahabatnya dari smp itu
"Gila ini makhluk hidup ko pada tidur semua si dari belakang sampe depan, berasa dikuburan gue sepi amat, sirevi cantik juga ya lagi tidur gitu" ucap ivan sambil jalan
"Kamu ga ikutan tidur?" Ucap virgo
"Eh ngga ka, ga ngantuk juga" jawab ivan
"Kalo gitu duduk sini didepan, daripada bete sendirian, gaada hp juga kan?" ucap virgo
Ivan sebetulnya tidak begitu menyukai virgo karna merasa menjadi tersaingi karna ketampanannya virgo, terlebih lagi ada rio yang juga tampan.
"Boleh deh ka" jawab ivan sambil duduk bersama virgo
"Nama kamu siapa tadi? lupa saya" tanya virgo
"ivan ka" jawab ivan
"temen kamu?" tanya virgo lagi
"Temen saya banyak ka haha" jawab ivan becanda
"Iya saya tau, temen kamu pasti banyak, siapa sih yang gamau punya temen ganteng kaya kamu" saut virgo memuji
"haha bisa aja" jawab ivan salting
"Temen kamu yang duduk bareng kamu, siapa namanya?" tanya virgo lagi
"Maya sama felly ka, emang kenapa sama mereka?, suka kali ka? jangan ka jangan, biar mereka cantik juga janganlah pokonya, simaya orangnya rese, bawel, ambekan, apalagi sifelly ka, anaknya manja banget, apa-apa harus diturutin, kalo ngga diturutin dia bakal keluarin jurus manjanya dia itu yang bikin kita wajib nurutin apa yang dia mau" jawab ivan to the point
Virgo pun hanya tertawa mendengar jawaban ivan yang menjelek-jelekan sahabatnya sendiri
"Van coba liat, hp kamu yang mana?" tanya virgo sambil menunjukan kotak besar yang berisi semua handphone maba
"Yang putih itu ka, emang kenapa?" jawab ivan heran
"Oh saya hafal ko nomer saya sendiri" jawab ivan santai
"Emangnya kamu hafal juga nomer 2 teman kamu?" tanya virgo
"Oh jadi kakak nanya hp saya yang mana supaya saya bisa kasih kontak 2 temen saya juga? hafal juga ko, gimana ga hafal sih ka, tiap hari mereka ganggu hidup saya" jawab ivan sambil ketawa
"Hebat ya persahabatan kamu" salut virgo
"Biasa aja ka" jawab ivan
"Oke kalo gitu berapa nomer teleponnya" tanya virgo sambil menyiapkan selembaran kertas berisi semua nomer telepon maba
Ivan pun menyebutkan nomer telepon miliknya, dan maya serta felly.
"Oke thanks ya van" ucap virgo
"iya santai ka" jawab ivan
"Van kamu waktu SMA sekolah dimana?" tanya virgo
"Di MAN 1 ka" Jawab ivan
"Serius man 1?" tanya virgo kaget
"Iya emang kenapa ka?" tanya balik ivan
"Saya juga sekolah disana van waktu SMA, angkatan 84" jawab virgo
"Hah serius ka? kakak kelas dong nih haha" jawab ivan
"Iya serius, tau pak bayu gak?" tanya virgo
__ADS_1
"Tau, tau , tau, itu kan yang kepalanya botak ditengah ga numbuh-numbuh?" jawab ivan sambil ketawa
"hahahah hush ga boleh gitu" jawab virgo sambil ketawa
"Haha sorry sorry, tapi dia guru terbaik tuh di man, gaada guru yang setoleransi dia di man" jawab ivan
"Bener van," jawab virgo
"Kalo kakak angkatan 84, berarti umur kakak sekarang 25? tebak ivan
"Yap betul, gak tua kan saya" jawab virgo sambil tertawa
"Saya kira masih sepantar ka rio loh ka waktu pertama liat, ternyata lebih tua" jawab ivan
"Nggak dong, ohya kamu satu sekolah juga atau gimana sama 2 teman kamu itu?" tanya virgo penasaran
"Ohya jelas 1 sekolah dong ka, kita kenal dari smp kelas 1 sampe sekarang bareng-bareng terus" jawab ivan
"Bahkan kita bertiga juga 1 SMP sama ka dara dan ka rio" jawab ivan lagi
"Ooooh gituu" jawab virgo merasa dapat info baru dari ivan
tiba-tiba hp virgo pun berbunyi dengan nada dering lagu Avenged Sevenfold - Dear God
"Bentar ya van, saya angkat telpon dulu" ucap virgo
"Hallo pak" ucap virgo menjawab telpon
"Ya virgo, gimana sudah sampai villa belum" tanya Pak Ketua Acara ditelepon
"Belum pak, sebentar lagi udah mau masuk area" jawab virgo
"Oke saya tunggu update kegiatannya ya vir" ucap pak ketua
"Oke pak siap" jawab virgo dan telepon pun sudah ditutup
"Suka avenged ka?" tanya ivan antusias
"Banget van" jawab virgo
"Wah gila sih, sama dong sama gueee" jawab ivan
"Kamu suka juga? udah pernah live konsernya belum?" tanya virgo
"Belum kaa aduh, gimana mau live konser, keabisan tiket mulu" jawab ivan
"Kasian banget kamu (sambil ketawa), saya mah ga pernah ketinggalan van sama konsernya" ucap virgo
"Pernah foto bareng dong ka?" tanya ivan
"Pernah dong" jawab virgo santai
"Nih liat" ucap virgo sambil kasih unjuk galeri fotonya pada ivan
"Anjaaaaaaay, sumpah gue iri sama lo ka" jawab ivan
"Nanti kalo ada konser lagi, kita nonton bareng ya , gausah khawatirin soal tiket, tenang ada gue" ucap virgo
"Boleh boleh boleh, ini nih baru senior the best" ucap ivan sambil menepuk pundak virgo
"Yaudah ka, gue ke balik ke belakang dulu ya" ucap ivan
"Oke van, sekalian aja bangunin yang lain karna kita udah mau sampe villa" jawab virgo
"Oh oke siap kavir" jawab ivan senang
Virgo yang daritadi penasaran soal nomer whatsapp yang dikasih felly, langsung mencocokkan nomer yang ivan kasih dan benar ternyata felly mengadali virgo dengan memberi dia nomer telepon palsu.
melihat hal itu virgo pun hanya senyum-senyum sendiri memikirkan tingkah felly
__ADS_1
*Terimakasih untuk yang sudah baca episode 2 ini, pantengin terus update selanjutnya yaa, jangan lupa like dan komen, karna komentar kalian berarti bagi saya*