
"Kamu tunggu di mobil aja yaa" kata felly yang tidak ingin virgo masuk ke dalam
"Kenapa harus di mobil? kamu gak mau mantan kamu tau kalo kamu sama aku?" keluh virgo menghela nafas
"Bukann gitu, tapi ini soal..." ucap felly belum selesai bicara namun virgo langsung menggandeng tangan felly untuk masuk ke dalam
"Virgooo, please.. ngertiin dulu" kata felly melemah
"Aku bakal beda tempat duduk fell, tenang aja, aku ngerti, aku cuma mau mastiin kamu baik-baik aja sama mantan kamu itu" sahut virgo yang membuat felly tersenyum senang karna virgo mau mengerti
Saat didalam caffee, felly langsung bergegas meninggalkan virgo dan menghampiri kevin yang berada disudut kiri dengan mengenakan jaket berwarna biru, warna favoritenya.
Sementara virgo langsung memposisikan dirinya dibelakang tempat mereka berdua duduk, dipesannya coffee untuk menemaninya sambil menunggu felly selesai bicara dengan kevin.
Di sisi lain, felly yang baru saja datang menghampiri kevin, kevin langsung memeluk felly tanda salam pertemuan setelah sekian lamanya ia lost contact dengan felly, hal ini membuat felly merasa canggung dan virgo panas.
"Akhirnya kamu mau dateng, aku pikir aku bakal nunggu kamu sampai caffee ini tutup hehe" ucap kevin membuka pembicaraan
"Aku gak sejahat kamu vin haha" kata felly yang sudah bersikap dewasa namun masih saja menyindir halus kevin
"Kamu mau makan apa?" tanya kevin
"Aku gak laper, latte aja vin, lagian aku gak bisa lama juga" jawab felly
"Hmm okee"
"Mbaaa... latte nya 2 yaa, dingin" panggil kevin pada pelayan caffee yang sedang berada didekat mejanya
Jangan lama-lama ya sayang, inget ada aku yang lagi jadi penonton huh. -chat whatsapp virgo yang membuat handphone felly menyala dan felly melirik pesannya dengan senyuman
"Apa yang kamu mau jelasin vin?" tanya felly yang tidak ingin basa-basi setelah melihat pesan manja virgo yang dikirim padanya
Tiba-tiba kevin memegang tangan felly,
"Fell, aku gak seburuk yang kamu bayangin, aku gak sejahat yang kamu pikir, aku tetep kevin yang pertama kali kamu kenal, aku gak kaya yang seperti kamu lihat beberapa waktu lalu" suara kevin melemah membuat felly bingung harus bersikap apa, virgo yang sedaritadi memperhatikan malah merasa jealous karna kevin berani memegang tangan felly didepan mata kepalanya sendiri yang padahal justru kevin tidak tahu kalau felly menemuinya bersama laki-laki
"Kenapa vinnn?" tanya felly tidak mengerti
"Fell, aku masih sayang sama kamu, sayaaaang banget, gak ada 1 hari pun aku gak kepikiran kamu selama kita ga kontakan" lanjut kevin ambigu
"Aku gak ngerti vin, maaf" kata felly yang masih saja membiarkan kevin memegang tangannya
"Cewek yang waktu itu ada di snap aku, dia temen aku fell, temen aku dari kecil, dia suka sama aku dari kecil, dan aku baru tau waktu aku udah punya kamu, sekarang dia udah gak ada fell, dia udah meninggal 3 bulan yang lalu" jelas kevin
__ADS_1
"Hey tenang, maksud kamu apa?" tanya felly membalas pegangan tangan kevin
"Maafin aku dulu gak ceritain ini sama kamu, disatu sisi aku gak mau temen aku terluka, dia udah banyak lewatin derita hidupnya, disisi lain aku juga gak mau nyakitin kamu, tapi akhirnya aku malah nyakitin kamu, maafin akuuu" lanjut kevin merasa bersalah
"Udah udah, tenang, kamu minum dulu" ujar felly mendekatkan latte pada kevin
"Kalo kamu gak percaya, aku bisa tunjukin makamnya sekarang juga" ucap kevin lagi
"Ga perlu vin, aku percaya sama kamu, cuma cara kamu salah vin, harusnya kamu jelasin ini dari dulu, jadi aku gak akan bernilai buruk tentang kamu, maya, ivan, mereka juga jadi gak suka sama kamu karna mereka pikir kamu udah khianatin aku, tapi aku udah maafin kamu ko" jawab felly tersenyum sambil mengelus pundak kevin
"Fell..." panggil kevin
"Iya vin" sahut felly tersenyum
"Makasih yaa, kamu udah percaya dan mau maafin aku" ucap kevin dan felly masih saja tersenyum
"Fell..." panggil kevin lagi
"Aku masih sayang kamu" lanjut kevin dan felly tetap tersenyum
"Aku tau kamu udah punya pengganti aku, tapi kamu harus tau, kalo aku masih sayang kamu sampai detik ini fellycia" ucap kevin yang mengira kalau rio adalah pacar felly sewaktu kevin melihatnya di pulau dan felly memahaminya
"Kamu tau ga vin ? Dulu tuh aku sayaaaaang banget sama kamu, sampe kamu cuekin pesan aku aja, aku masih positif thinking, tapi maya sama ivan beda sama pemikiran aku, eh kamu malah kaya gitu hehe" ujar felly tertawa kecil
"Aku maafin ko, semoga temen kamu ditempatkan ditempat yang terbaik yaa, dan buat kamu semoga kamu cepet dapetin pasangan yang terbaik buat temenin kamu di masa depan" bijak felly
"Boleh aku peluk kamu ? mungkin ini untuk yang terakhir kalinya" kata kevin pelan
"Karna aku bakal stay di london, gak tau sampe kapan, mungkin sampe aku bisa lupain kamu" lanjut kevin sedikit bergurau
"Hmmmm okee, take care dimanapun kamu berada vin" sahut felly dan kevin langsung memeluknya
Belum lama mereka berpelukan, handphone felly bergetar tertulis virgo menelponnya, felly langsung menghentikan pelukannya dan menjawab telpon dari virgo
Aku jalan ke mobil sekarang, aku tunggu kamu dimobil.
Ucap virgo begitu singkat dan terlihat marah yang langsung mematikan teleponnya.
"Vinn.. kayaknya aku harus pulang, mamah telpon" pamit felly
"Mau aku anter?"
"Ga usah, aku naik taxi aja" kata felly terburu-buru
__ADS_1
"Yaudah, hati-hati fell, makasih buat semuanya" ucap kevin yang sudah ditinggalkan felly keluar caffee
*****
Di mobil,
"Aku lama yaa? maaf yaa" ujar felly sambil mengenakan seatbelt namun virgo tidak meresponnya
"Kita mau kemana?" tanya felly yang melihat virgo mengendarai tidak sesuai jalan pulang dan virgo masih saja tidak merespon
"Oke dicuekin." ucap felly yang mulai tidak bertanya lagi
15 menit sudah mereka berdua tidak saling bicara, akhirnya virgo membuka suara
"Gimana? enak dipeluk?" tanya virgo tanpa menoleh ke arah felly
"Hahahaahahaaa" felly hanya tertawa keras
"Gak ada yang lucu" ketus virgo
"Okeee okee gak ada yang lucu" jawab felly menghentikan tawanya
"Gimana? enak?" tanya ulang virgo yang sedang cemburu
"Ngga enak, beda rasanya sama kamu yang meluk aku waktu itu" kata felly menggoda dan virgo masih saja diam
"Virgooooooo" panggil felly keras tak dihiraukan
"Sayangggg" goda felly tetap tidak dihiraukan
"Virgo, aku sama dia udah gak ada hubungan apa-apa, peluk tadi itu cuma peluk persahabatan, lagian dia juga bakal stay di london" jelas felly
"Jadi kalau dia gak stay di london, kamu bakal sama sama dia terus gitu?" tanya virgo cemburu
"Ih dasar childish, lagian kita juga bukan apa-apa, kenapa mesti kaya gini?" ucapan felly membuat virgo benar-benar geram
Bersambung,
Terimakasih sudah baca Episode 33 Ternyata Dia Yang Terbaik!
Jangan lupa, like, komen, dan vote nya untuk novel Ternyata Dia Yang Terbaik ya!
biar semangat uploadnya😊
__ADS_1