
"Thanks ya vin buat hari ini, hati-hati dijalan, kalo udah sampe kabarin ya" kata felly
"Iya sama-sama fell, gue balik ya, lu istirahat sana" saut kevin sambil menancapkan gasnya
Setelah meninggalkan rumah felly,
felly langsung berlari kecil menuju kamarnya sambil senyum-senyum sendiri.
Ferna dan andrian yang melihat tingkah aneh anaknya itu hanya bisa ikut tersenyum, merasa ikut senang jika anaknya senang.
"Fell.. jangan baper fell, lo gak boleh baper, dia cuma anggap lo temen, jadi gak usah geer" ucap felly pada dirinya sendiri
Tiba-tiba handphone felly pun berdering,
felly sudah semangat kalau yang menelpon adalah kevin, tapi ternyata itu panggilan video call dari ivan dan maya.
"Woii woii woii woii yang abis jalan, lupa sama temennya" ledek maya
"Yahhh, masa felly punya pacar sih, gue udah kehilangan maya, masa harus kehilangan lu juga" kata ivan berlagak sedih
"Apaan sih van, lebay banget lu hahaha, kaya gue sama maya kemana aja" saut felly
"Lagian gue gak pacaran vaaan, cuma temen" sambung felly
"Iya sekarang temen, besok juga jadian, liat aja" ujar maya
"Van, berani tarohan gak, besok felly pasti udah jadian" tantang maya
"Yah, gue juga yakinnya gitu may, yakali tarohan pegang jawaban yang sama" saut ivan
"Lu berdua apaan sih, udah ah gue mau tidur, sampe ketemu besok disini, byee mmuah" ucap felly yang mematikan panggilannya duluan
Waktu sudah menunjukkan pukul 9.30 malam, namun tak ada kabar dari kevin.
Sampai akhirnya fellypun ketiduran.
Keesokan harinya, jam 6 pagi.
"Sayang.. ivan sama maya udah dateng nih" teriak ferna dari bawah
"Felly.. kamu udah bangun kan?" teriak ferna lagi namun tak ada jawaban
"Coba kalian susul langsung aja dikamarnya yaa, tante buatin sarapan dulu" kata ferna sambil meninggalkan ivan dan maya
"Oke tante" jawab maya dan ivan
Didepan pintu kamar felly
"Fell...felly" teriak ivan mengetuk pintu
"Felly.. main yuuu" ucap maya meledek
"Wah belum bangun kayaknya nih van" ujar maya
"Eh pintunya ga dikunci" ucap maya mencoba membuka pintu
"Yaampun fell, lu tidur apa mati" kata ivan yang melihat felly masih tertidur pulas
"Gila parah van temen lu, jam segini belum bangun, kita langganan telat gara-gara dia mulu nih" celetuk maya
"Eh lu mau ngapain may?" tanya ivan yang melihat maya sudah memegang gayung berisi air
"Gue siram, biar cihuy" jawab maya tertawa
Srakkkkk....
"Aduh" teriak felly yang mulai membuka matanya
"Mayaaaaaaaaaaaaaa... gue kenapa disirammmmm, dingin *****" kesal felly
"Heh, udah jam berapa ini, gue gak mau ya dijemur terus disekolah gara-gara lu kebo kaya gini" timpal maya
"Ya gak gini juga maaaay, ah basah kan dingin" ucap felly
"Hahaha udah sana mandi fell, kita tunggu dibawah" kata ivan mengusap-usap kepala felly
__ADS_1
"Mandi lu mandi, cepet gak pake lama" tekan maya membulatkan matanya pada felly
"Iya!" ketus felly
Ivan dan maya pun ke bawah menghampiri ferna dan duduk dimeja makan
"Gimana? dia lagi dandan ya?" tanya ferna
"Boro-boro dandan tante, masih tidur dia" ucap ivan
"Ampun tuh anak, terus udah bangun belum sekarang?" tanya ferna
"Udah tante, maya guyur" jawab maya sambil tertawa
"Bagus may, biar kapok dia" saut ferna tertawa
"Om kemana tan?" tanya ivan
"Om udah berangkat duluan karna mau ada meeting" saut ferna
"Ohya, nanti tante sama om bakal tinggal disingapur sementara, tante titip felly sama kalian ya, kalo perlu kalian tinggal disini juga gapapa" ucap ferna
"Oke tante shiapp" jawab ivan dan maya
20 menit kemudian,
"Morning mam" sapa felly mencium kening ferna
"Morning sayang, yuk sarapan dulu" ajak ferna
"Awas lo berdua" ancam felly yang masih kesal karna diguyur
"Iya nih kita awas ya van haha" ledek maya
"Mah masa felly diguyur mah, kan dingin-_-, trus kasur juga basah tuh gara-gara maya" gerutu felly
"Lagian kamu tidur gak kira-kira, biarin nanti biar bibi yang beresin, udah sekarang kalian bertiga sarapan abis itu berangkat" ujar ferna
Tiba disekolah jam 7.10, toleransi 10 menit berlaku disana.
"Ini may, dari semenjak gue jalan semalem, ko sikevin gaada ngechat gue sama sekali ya? Semalem gue ada salah apa ya kira-kira, sampe dia gak ngabarin gue gini? Apa dia ngerasa gak klik sama gue?" saut felly bertanya-tanya
"Positif thinking aja, mungkin dia gak sempet atau ketiduran buat ngabarin lu semalem" kata maya mencoba dewasa
"Cieee felly, kayaknya mulai tumbuh benih-benih cinta nih" ledek ivan
"Ssst diem deh van, gue lagi gak mood becanda" gumam felly
*Pulang sekolah diparkiran*
"Fell..cepet-cepet liat.. siapa yang dateng" kata maya sambil menggoyangkan tangan felly
"Siapa sih emang, Pak kepsek? hah?" saut felly yang masih sibuk bermain hp sambil berjalan
"Liat dulu fell cepetan" greget maya
"Hah kevin?, ngapain dia kesini may" tanya felly terkejut melihat kevin sudah ada didepan gerbang sekolah
"Eh lu ivan kan yang kemaren sparing? temennya felly?" sapa kevin pada ivan
"Iya, lu kevin bukan?" tanya ivan
"Iya, kenalin gue kevin" ucap kevin mengulurkan tangannya
"Iyaa ivan, lu ada apa kesini?" tanya ivan heran
"Gue mau jemput temen lu nih, dimana ya dia?" kata kevin membuat ivan bingung
"Tuh felly" jawab ivan sambil menunjuk felly dan maya yang mulai menghampiri mereka
"Hai vin" sapa maya
"Hai may, fell" sapa balik kevin
"Ada apa kesini?" tanya maya
__ADS_1
"Ini gue mau pinjem temen kalian dulu boleh kan?" ucap kevin melirik ke arah felly
"Oh boleh boleh, pinjem aja, asal balikin yaa" timpal maya tertawa
"Jagain temen gue jangan sampe lecet, kita duluan ya" pamit ivan mengajak maya meninggalkan felly
"Ayo masuk mobil bikselku" ucap manis kevin membukakan pintu mobil dan felly hanya tersenyum masih tak menyangka dengan kedatangannya kevin disekolah
"Ko diem aja?" tanya kevin yang sudah menjalankan mobil
"Eh gapapa, gue masih kaget aja ko lo tiba-tiba kesini" kata felly
"Ya abis gue kangen, makanya kesini" saut kevin
"Hah kangen? gak salah hahaha" jawab felly tertawa
"Nggak dong, gaada yang salah sama kangen, yang salah itu gue udah buat lu nunggu kabar dari gue" kata kevin sambil melirik senyum kearah felly
"Ehhh siapa juga yang nunggu kabar dari lu, geer" kilah felly
"Yakiiiinn? yaudah kalo ga nunggu, berarti gue gak perlu jelasin kenapa ga ngabarin" timpal kevin
"Gue kira lu udah gak mau kenal gue makanya gak ngabarin" celetuk felly
"Tukan nungguin, cieeeee" ledek kevin
"Maaf ya fell, semalem hp gue lowbatt, trus gue ketiduran, tadinya pas pagi gue mau chat lu tuh, tapi gue tahanlah, biar lu kangen" sambung kevin
"Dih, pd banget lo haha" saut felly
Tiba-tiba kevin menghentikan mobilnya dipinggir jalan
"Fell?" panggil kevin menatap felly
"Iya? kenapa vin ko berhenti? mogok?" jawab felly
"Mogok? mana mungkin mobil sekeren yang punya ini mogok" becanda kevin
"Ampun deh ni orang pdnya, emang kata siapa lo keren?" ujar felly
"Kata gue barusan haha" saut kevin
"Yah ampun, lo gak lagi sakit kan vin?" tanya felly yang menempelkan telapak tangannya dikening kevin untuk mengecek panas atau tidak
"Nggak ko, bahkan gue yang tadinya sehat aja jadi sehat banget berkat kehadiran lo" gombal kevin sambil memegang tangan felly dan tidak melepaskannya
"ahaha bisa aja lu" kilah felly malu-malu
"Fell, gue tau mungkin ini terlalu cepet buat gue bilang, tapi gue juga gak mau mendem perasaan lama-lama, gue suka sama lo dari pertama kali gue liat lo, diem-diem gue liatin lo dari dalem lapangan, sampe akhirnya gue beraniim diri keluar lapangan buat kenalan sama lo" ucap kevin yang masih memegang tangan felly
"Hmm terus?" saut felly
"Gue mau gak jadi pacar lo?" ucap kevin
"Ih kevin ga gituuu" kata felly tertawa mendengar ucapan kevin
"Salah yaa? hahaha" saut kevin
"Oke ulang, lo mau gak jadi pacar gue?" tanya kevin serius
"Hmmm"
"Hm aja?? Gamau ya?? yaudah gapapa, emang ini mungkin terlalu cepet fell, gue juga gak maksa" kata kevin yang mulai melepaskan tangan felly
"Kata siapa gamau?" jawab felly
"Jadi mau?" tanya kevin semangat
Dan felly hanya mengangguk
"Coba bilang" kata kevin yang masih tidak percaya
"Iyaaaaa keviiiin gue mau jadi pacar lo" jawab felly
"Yesss" kata kevin mengepalkan tangannya
__ADS_1