TERNYATA DIA YANG TERBAIK

TERNYATA DIA YANG TERBAIK
Ceban (Cerita Bandung)


__ADS_3

Cewek mana di kampus yang gak mau jadi pacar virgo? yang digosipkan sebagai alumni tampan itu?


Sore itu, revi, siska dan kikan mengerubutinya bagai semut menyerbu manisan. Pakaian yang mereka kenakan seperti kekurangan bahan. Mata mereka itu berbinar-binar menatapnya, terlebih lagi revi yang memang sedari awal sudah jatuh cinta padanya. Ia seperti bersikeras menarik perhatian Virgo, bahkan tina, senior yang dikenal tidak suka mencampuri urusan orang sudah mencapnya sebagai cewek gatel karna muak melihat gerak gerik revi yang dari awal berangkat selalu mencari perhatian pada virgo.


"Sendirian aja ka" sapa revi diikuti oleh siska dan kikan yang setiap hari menjadi dayang-dayangnya


"Berempat kan sama kalian" jawabnya tersenyum tipis


"Bisa aja nih ka virgo" ucap siska tertawa pelan


"Eh vi, gue mau ke villa dulu yaa hp gue ketinggalan" kata kikan yang sengaja ingin membiarkan revi bersama alumni tampan itu


"Anterin gue yuk sis" ajaknya, siska pun mengerti maksud kikan, mereka langsung berjalan balik menuju villa yang letaknya tak jauh dari kebun teh itu


"Okee jangan lama-lama ya, nanti gue sendirian" jawabnya sengaja seperti memberi kode agar virgo tidak pergi meninggalkannya


Sore hari dikebun teh, angin berhembus kencang, namun tidak menandakan akan turun hujan, duduklah revi tepat disamping virgo, dan virgo hanya membalasnya dengan senyum kecil, sambil dimainkannya handphone miliknya, melihat status whatsapp felly yang berisi foto bersama rio dengan caption yang membuat virgo merasa tidak senang untuk melihatnya


"Bisa aja nih ka rio" ujar revi tiba-tiba yang juga melihatnya


"Bisa aja gimana maksudnya?" tanya virgo sambil disimpannya handphone itu ke dalam saku celananya


"Iyaaa itu, sengaja gak ikut kesini karna mau liburan bareng felly" kata revi sok tahu


"Udah lama juga sukanya, cuma gak pernah dinyatain aja" lanjutnya lagi membuat virgo diam sejenak


"Ahaha gak pede mungkin dia nyatainnya" ucap virgo yang tidak menunjukkan rasa penasaran dan cemburunya


"Masa gak pede sih ka, orang fellynya juga ngasih lampu hijau ko" sambung revi


"Waktu kemah kemarin aja, sosweet banget tauu mereka berdua ditenda, ka rio sampe lepas jaketnya buat dikasih ke felly" lanjutnya lagi sengaja membuat pikiran virgo jadi kalang kabut


"Hahaha" kata virgo tertawa


"Ko ketawa ? emang aku cerita lucu?" tanya revi yang ikut tertawa kecil


"Lucu lah, udah gede masih aja kayak gitu, kalau anak SMA mah wajar deh gapapa, eh ini udah kuliah percintaannya masih kaya gitu, kamu payah nih seleranya, masa ngasih jaket aja dibilang sosweet, ngasih cincin tuh baru sosweet" ujar virgo bangun dari duduknya


"Ehh.. mau kemana ka?"


"Kesana.. , mau ikut?" tanyanya dan tentu saja revi ingin ikut


"Boleh deh, lagian siska sama kikan belum balik" katanya yang masih saja melanjutkan drama mereka bertiga


Pemandangan dan keindahan kebun teh, serta hawa yang menyejukkan membuat virgo dan revi terbawa suasana.

__ADS_1


Virgo yang mulai selalu membuka pembicaraan, bertanya mengenai revi, bagaimana bisa masuk di kampus ternama itu, kenapa tidak dengan kampus yang lain, sedikit demi sedikit mereka mulai berbicara banyak dan sesekali tertawa karna mendengar ceritanya satu sama lain, revi memang sangat pintar untuk dalam hal bermuka dua.


Setengah jam kemudian, virgo dan revi telah sampai di tengah hamparan kebun teh. Mereka melihat sekelompok pemetik teh yang sedang bekerja dan langsung menghampirinya


"Punten pak, boleh ya lihat-lihat" sapa virgo pada sekelompok pemetik teh itu


"Nya silahkan den" jawab salah satu pemetik


"Aden sama eneng timana yeuh?" tanya si pemetik teh


"Dari jakarta pak" jawab virgo sambil mencium daun-daun disekitar diikuti revi


"Rek naon didieu teh?" tanyanya lagi


"Biasa pak, liburan kampus" sahut virgo


"Hooh enak atuh nya liburan jeung kabogoh" ucap pemetik itu menganggap kalau mereka berdua adalah sepasang kekasih, virgopun hanya tertawa kecil


"Diem wae nih si eneng, namina saha? geulis pisan" kata sipemetik itu


"Revi, pak" jawab revi singkat karna memang ia tidak begitu paham dengan bahasa sunda dan hanya mengerti sedikit saja


"Ooh non revi, kalo si aden namina saha?" tanyanya lagi


"Virgo, pak" jawab virgo


"Bisa aja pak" kata revi yang mulai menjawab


"Yaudah atuh pak, semangat metiknya, kita berdua pamit dulu yaa" ucap virgo


"Hooh iya den, hati-hati licin" jawab sipemetik teh itu


Usai bercengkerama dengan pemetik teh, revi dan virgo melanjutkan perjalanannya menuju sebuah saung yang berada tepat ditengah-tengah perkebunan itu, jelas saja mereka harus berhati-hati saat berjalan diatas tanah perkebunan ini, karna jalannya yang licin akibat tetesan embun setiap harinya ditambah semalam hujan disini.


"Ka tunggu, jalannya jangan cepet-cepet, aku pake sendal kaca nih soalnya" teriak revi yang tertinggal sedikit, virgo pun menoleh ke belakang dan langsung menghampiri revi, dituntunnya tangan revi khawatir akan jatuh, virgo melakukannya semata-mata karna memang ia adalah orang yang selalu bertanggung jawab atas oranglain saat sedang bersama dirinya. Tentu saja hal itu membuat revi terbang sampai ke langit ke tujuh, perasaannya begitu senang, ia berpikir menjadi pemenang adalah anugerah terindah dari Tuhan yang pernah ia miliki, berbeda dengan virgo, walau saat ini ia sedang bersama wanita lain, hatinya tak pernah berhenti untuk memikirkan felly sedang apa dan bersama siapa, apalagi setelah mendengar cerita revi tadi, tentu saja membuatnya ingin cepat-cepat kembali ke jakarta.


"Ka virgo sampe kapan dateng ke kampus?" tanya revi basa-basi


"Emang kenapa?" tanya balik virgo


"Ya gapapa sih nanya aja" sahut revi yang masih dituntun oleh virgo


"Setelah dari sini, aku udah gak dateng ke kampus lagi mungkin" katanya sambil terus melangkahkan kakinya yang juga diikuti revi


"Hmmm gitu" ucap revi singkat

__ADS_1


"Kerja ka?" sambungnya lagi


"Kerja dong" jawab virgo santai


"Kerja dimana ka?"


"Di tempat kerja" jawabnya bergurau


"Ya tau aku juga, maksudnya perusahaan apa huh"


"Loko grup" singkat virgo


"Ohiya aku baru sadar, nama kaka aja ada loko nya yaa, jadiii..." ucap revi terputus


"Iya itu punya keluarga aku, aku juga tadinya gak disini, dijepang, cuma yaa baru aja dipindah tugasin sama orangtua sendiri, jadi ya terpaksa harus disini" jelas virgo


"Ohgituuu, untung aja orangtua ka virgo pindah tugasin kesini" kata revi mendelik


"Ko gitu?" tanya virgo heran


"Ya kan aku jadi bisa ketemu ka virgo" jawab revi menatap dan tersenyum kepadanya, virgo pun membalasnya dengan senyum manisnya


Sampailah mereka di saung, ditengah-tengah perkebunan, virgo yang merasa takjub melihat pemandangan luar biasa ini langsung mengabadikan momen itu, difotonya daun-daun yang begitu lebat disekitarnya, langit biru yang menunjukkan kalau saat ini adalah sore hari yang cerah, ditambah hembusan angin yang benar-benar menyejukkan, ya begitulah bandung, kota yang biasa disebut kota kembang.


Tak lupa juga dengan revi yang ikut mengabadikan momen ini, divideonya suasana disekitar untuk dijadikannya status.


"Kaa.. liat sini bentar dong" ucap revi yang berniat ingin memoto virgo yang sedang duduk di saung dengan latar belakang perkebunan yang indah dan hijau, tersenyumlah virgo saat revi memintanya untuk melihat ke arah kamera handphonenya.


Tanpa malu revi pun meminta untuk berfoto bersama dengannya, dan virgo menyetujuinya


1,2,3 foto bersama virgo mulai mengisi galeri handphone revi, ini benar-benar anugerah dari Tuhan pikirnya.


******


Bersambung,


Terimakasih sudah baca Episode 26 Ternyata Dia Yang Terbaik!


Jangan lupa, like, komen, dan vote nya untuk novel Ternyata Dia Yang Terbaik ya!


biar semangat uploadnya😊


Untuk para pembaca setia yang selalu like, komen dan gak lupa juga buat vote novel Ternyata Dia Yang Terbaik, ditunggu give awaynya buat kalian yang beruntung nanti jika cerita ini sudah tamat.


Yuk bantu vote novel ini dan aku akan melihatnya hehe

__ADS_1


Terimakasih,


__ADS_2