
"Fell tunggu" panggil kevin membuatnya menjadi teringat masa lalu yang pahit itu, dimana saat felly sedang sayang-sayangnya, kevin malah pergi meninggalkannya hanya karna wanita lain yang tak lain adalah sahabat kevin sendiri
"Fell, dia manggil" ujar maya yang berjalan tergesa-gesa mengikuti langkah felly
"Pura-pura gak denger aja may" sahut felly terus berjalan tanpa menoleh
"Tapi kalo dipikir-pikir, kalo lo kayak gini, malah dia nanti nyangkanya lo belum bisa move on fell" ucap maya membuat felly berpikir
"Terus menurut lu gue harus kaya gimana?" tanya felly yang mulai menghentikan langkahnya
"Kalem aja, tunjukin diri lo seperti biasa, saat sebelum lo kenal dia" ucap maya bijak
Kevin pun datang dan menghampiri mereka bertiga, pertemuan ini benar-benar membuat felly tak habis pikir, mengingat berapa tahun lalu, kevin meninggalkannya tanpa ada kata pamit sedikitpun, dan dengan tanpa rasa berdosanya ia malah memanggil felly dan menemuinya
"Apa kabar?" sapa kevin masih saja terlihat manis
"Baik nih" jawab felly singkat
"Syukur deh, eh may apa kabar?" sapa kevin pada maya
"Baik vin" jawabnya
"Hay, salam kenal" sapanya lagi pada aira, wanita yang baru pertama ia lihat, kevin memang tidak berubah dari dulu, ia selalu saja bersikap manis pada semua orang, sampai orang tidak bisa membedakan arti sikapnya itu, aira pun hanya menjawabnya dengan senyum
"Eh vin, sorry ya buru-buru nih ditunggu yang lain" ucap felly bingung harus menyebut dirinya aku atau gue karna terakhir ia berbicara sangatlah lembut menggunakan kata aku dan kamu
"Oh okee, semoga kita bisa ketemu lagi ya fell, ada yang mau aku omongin" ucap kevin membuat felly penasaran
"Duluan ya" jawab felly singkat tanpa menanyakan apa yang mau dibicarakan padanya
"Duluan ya vin" ujar maya yang langsung mengikuti felly dari belakang
"Oke may" jawab kevin yang sudah ditinggalkan oleh mereka dan masih saja memperhatikan felly, walau felly tidak menoleh sedikitpun ke arahnya
Saat sampai di saung tempat mereka makan, aira langsung menghampiri ivan yang sedang berdiri menikmati suasana pantai, sedangkan felly dan maya kembali ke menghampiri rio dan galang yang sedang asyik bermain game
__ADS_1
"Cewek mah gitu, ke toilet aja seabad" kata galang yang kesal menunggunya lama karna tak sabar ingin menaiki rolling donut
"Yeee.. gak ada yang nyuruh lo buat nungguin kita lho" ledek felly mengerti maksud galang
"Iya juga sih, ah rese lo" ujarnya
"Rolling donut yuk" ajak rio pada semuanya
"Yukkk..." jawab felly dan maya
"Vann.. ayo rolling donut" teriak rio memanggil ivan
"Gasss yo!.. ayo yang naik" sahut ivan mengajak kekasihnya itu
"Aku samping ka rio yaa" ucap felly dan itu membuat rio kaget
Mereka berenam pun berjalan ke tepi pantai untuk menaiki rolling donut, sesaat aira merasa tidak ingin menaikinya karna takut jatuh ke air
"Pake pelampung ra, tenang" ucap maya memastikan kalau akan aman
"Gausah pake go pro deh lang, kayaknya kita juga bakal fokus pegangan" ucap rio
"Hahaha iya okee bro" sahut galang
Tak lama kemudian sampailah mereka pada gilirannya, ivan yang duduk dipaling depan dengan aira disampingnya, maya yang duduk ditengah dengan galang disampingnya, serta felly yang duduk dibagian belakang dengan rio disamping.
Donut pun mulai ditarik oleh sipengendara, berjalan bergejolak kecil melewati genangan air yang begitu membuat hati sedikit dag dig dug, itu benar-benar harus berpegangan kuat, karna kalau tidak resiko akan jatuh, serempak semuanya berteriak histeris saat donut mulai berbelok-belok, ke kanan, ke kiri, melompat sangat kencang, aira yang sedari awal tidak ingin menaiki inipun terpaksa harus menjatuhkan air matanya karna begitu takutnya, saat keadaan sedang gempar-gemparnya, sempat-sempatnya maya malah meledek aira yang menangis ketakutan, felly yang dijuluki anak laut saja malah berpegangan ditempat dimana tangan rio juga memegangnya, sedangkan galang masih saja melakukan hal yang membuat orang-orang khawatir, dilepasnya tangannya yang satu untuk menyentuh air itu.
Sesaat donut hampir saja ingin terbalik , aira semakin ketakutan, ia hanya bisa memejamkan matanya dan pasrah, tentu saja itu membuat ivan merasa lucu melihat kekasihnya menangis karna donut ini.
Setelah mengelilingi 2 putaran, akhirnya mereka berenam dikembalikan ke tepi pantai.
"Uh sayang aku nangis, sini-sini peluk" ucap ivan memanjakan pacarnya itu, ivan akan berubah 180° ketika dirinya sedang bersama aira, ia akan berubah menjadi lebih manis, berbeda saat ivan sedang bersama maya dan felly
"Parah, bikin envy aja kerjaannya" gerutu maya
__ADS_1
"Makanya punya pacar lo" ledek galang sepupunya
"Sayangnya gak ada yang mau lang sama maya hahaha" timpal felly
"Enak aja, ka rio mau kan?" tanya maya becanda
"Enak aja lo, ka rio punya gue" kata felly langsung menutupi rio dengan badannya seperti anak kecil, itu membuat rio tertawa
"Iya nih, kakak udah punya felly may" sahut rio sambil merangkul felly yang tak disangka dari kejauhan ada kevin bersama kedua temannya sedang memperhatikan mereka dari jauh, hal ini membuat kevin menerka kalau rio adalah pacar felly saat ini.
"Udah may nanti gue cariin, di london bule banyak" kata galang bermaksud meledek
"Ah gak beres lo mah" gumamnya
"Dikampus kan banyak may tinggal pilih" ujar ivan
"Ah gak ada yang menarik, eh tapi kayanya ada sih" jawab maya yang langsung teringat seseorang saat acara kemah kemarin
"Wah ga cerita dia van" ucap felly merasa ada yang maya tutupi
"Kayanya fell kayanya!" tegas maya sambil melatakkan tangannya dipinggang
******
Bersambung,
Terimakasih sudah baca Episode 27 Ternyata Dia Yang Terbaik!
Jangan lupa, like, komen, dan vote nya untuk novel Ternyata Dia Yang Terbaik ya!
biar semangat uploadnya😊
Untuk para pembaca setia yang selalu like, komen dan gak lupa juga buat vote novel Ternyata Dia Yang Terbaik, ditunggu give awaynya buat kalian yang beruntung nanti jika cerita ini sudah tamat.
Yuk bantu vote novel ini dan aku akan melihatnya hehe
__ADS_1
Terimakasih,