TERNYATA DIA YANG TERBAIK

TERNYATA DIA YANG TERBAIK
Hallo selamat siang


__ADS_3

Pagi hari di Universitas Manggala,


semua mahasiswa kembali melakukan aktifitas seperti biasanya.


Mulailah mereka untuk kembali dipusingkan dengan tugas-tugas yang selalu menghantui hampir di setiap harinya, namun dibalik bayangan tentang perkuliahan yang rumit dan penuh dengan menumpuknya tugas, hal itu dapat terpatahkan begitu saja dengan segala kegiatan kuliah di luar yang menyenangkan.


"Kuliah lagi, kuliah terus, kuliah lagi aja terus" gerutu ivan sambil mengeluarkan bukunya


"Ngeluh mulu hidup lo vann van" timpal felly


"Selamat pagi.." sapa pak anton


"Yah kan dia lagi , males gue, pusing" gumam pelan ivan


"Kenapa van?" tanya pak anton sambil menurunkan kacamatanya dihidung


"Eh gapapa ko pak, ih pak anton hari ini keliatannya sumringah banget nih, iya kan guys, cerita cerita dong pak, share kebahagiaannya biar kita ketularan juga" ucap ivan sengaja agar pak anton tidak langsung membahas materi hari ini


"Ah kamu van bisa aja, oke langsung saja ya" kata pak anton yang tidak suka basa basi


"Ah dia gak peka, udah tau gue lagi mager" gumam ivan pelan


1 jam berlalu


Felly, maya dan ivan berkumpul di parkiran sambil menunggu mata kuliahnya yang kedua, disana juga terdapat beberapa teman lainnya termasuk meldy dan rashya.


Meldy membawakan berita hangat tentang salah satu mahasiswa universitas manggala yang sedang dirawat dirumah sakit, yaitu revi.


Setelah mereka bertiga mendengar kabar itu, hanya maya lah yang merasa senang saat tau kabar tersebut, berbeda dengan felly dan ivan yang justru ingin membesuknya, walaupun sikap revi tidak pernah baik dan selalu memandang felly dengan kebencian, tapi felly tidak pernah ada niatan untuk bersikap balik seperti itu padanya.


"Maaaay.. jangan gitu ah, gak boleh" tegur felly mencoba mengingatkan temannya itu


"Kenapa si fell lo baik banget jadi orang, salut gue" ucap maya sambil memeluk sayang sahabatnya itu


"Jadi gimana nih, kapan kita mau besuk?" tanya ivan pada mereka


"Siangan jam 1 boleh van" jawab meldy dan rashya


"Oke kalo gitu nanti setelah kita bertiga selesai matkul ya" sahut ivan


"Ashyiap, kalo gitu gue balik kelas dulu" ucap meldy dan rashya sambil meninggalkan parkiran


Sementara meldy dan rashya pergi, felly, maya dan ivan masih saja duduk berkumpul diparkiran, mereka bertiga memang selalu bersamaan layaknya ban becak yang tidak bisa jalan jika hilang satu, sesekali ivan bercerita tentang hubungannya dengan aira, maya yang bercerita tentang galang sepupunya yang masih saja belum kembali ke negara asalnya dan terus mengganggunya ketika dirumah, dan felly hanya menjadi pendengar yang baik saja saat itu


"Ohya van, tau gak, waktu kemaren kita pas dipulau, ada kevin lho van" cerita maya membuat felly teringat dengan whatsapp kevin yang belum sempat ia baca namun sudah terlihat di jendela notifikasi handphonenya


"Kevin? kevin yaangg..." sahut ivan sengaja tidak meneruskan omongannya


"Iya dia van" terang felly sambil mengecek handphonenya bermaksud membuka pesan dari kevin

__ADS_1


"Dia chat gue dari kemaren nih, cuma gue belum baca-baca, baru liat di notif aja" kata felly yang sibuk menscroll whatsapp dihandphonenya


"Chat apa dia fell?" tanya maya penasaran yang langsung ikut melihat handphone felly


Fell, aku mau ngomong sama kamu penting.


Bisa aku telpon sekarang?


Fell?


Aku tau pasti kamu anggap aku cowok brengsek, aku minta maaf.


Tapi ada yang perlu kamu tau fell dibalik semua yang kamu anggap itu.


Kabarin aku yaa kalo kamu mau denger penjelasan aku.


Aku akan selalu tunggu.


Bye fell


"Ko dia tiba-tiba bilang gini ya?" tanya felly heran pada kedua temannya


"Halah trik cowok itu mah fell, udah gak usah dibales" kata ivan yang terlihat sebal melihat isi chat kevin, karna ia juga sudah sangat membenci kevin yang pernah membuat sahabatnya menangis


"Ngga gitu juga deh kayanya van, siapa tau kan kenapa, ya gak fell" sahut maya yang penasaran apa maksud dari omongan kevin


"Hmm.... gue udah terlanjur baca nih, jadi gimana?" ucap felly


"Ihhh mayaaa, masa gitu balesnya, tengsin dong gue" kesal felly


"Hahahaha boleh juga sih fell digituin, gapapalah" setuju ivan dengan balasan maya


Waktupun sudah menunjukkan kalau mereka harus kembali ke kelas, di perjalanan menuju kelas mereka berpapasan dengan rio dan dara yang ingin segera pulang.


"Hallo ka dara, yoo" sapa ivan kepada mereka


"Hey van," sahut dara


"Hallo adik kelas aku yang cantik cantik ya kan yoo", sapa dara pada felly dan maya


"Iya cantik kayak yang ngomong" sahut rio bermaksud memuji teman seperjuangannya itu


"Tumben lo bilang gue cantik" protes dara tertawa


"Mau kemana ka?" tanya felly


"Ini ke rumah sakit, jenguk revi, abis gak enak juga sih, dia jadi sakit setelah ikut acara dibandung" jelas dara


"Sakit apa emang dia ka?" tanya maya penasaran

__ADS_1


"Kata virgo sih DBD" jawaban dara membuat felly dan maya mengerutkan dahinya


"Eh oh gitu, semoga cepet sembuh buat revi" kata felly menyelesaikan pembicaraan, maya pun mengerti maksud felly yang juga heran kenapa ada nama virgo di jawaban dara


"Kalian ikut gak yuk?" ajak rio


"Boleh sih, tapi sayang, kita bertiga masih ada jam, kakak berdua duluan aja deh, salam ya buat dia" jawab felly


"Okedeh, semangat belajarnya hehe" ucap dara langsung pergi meninggalkan mereka diikuti rio


"Kenapa virgo?" tanya heran maya


"Kebayang gak sih lo kalo sekarang pasti ada virgo disana?" panas ivan


"Hahaha ya biarinlah van" jawab felly berusaha santai


"Yah fell, udahlah, kayaknya dia gak baik buat lo, ntar kayak sikevin lagi manis diawal doang" kata maya sambil menarik tangan felly dan ivan menuju kelas


Pembicaraan mereka bertiga terus mengalir sepanjang sebelum sampai kelas, tiba-tiba handphone felly dengan nada Avenged Sevenfold - So Far Away pun berdering


tertulis nama virgo disana


"Panjang umur dia may, van" ucap felly tiba-tiba


"Siapa? kevin atau virgo?" tanya maya


"Virgo" jawab felly singkat


"Ngapain dia nelpon?" tanya ivan


"Yaudah angkat aja fell, speakerin" kata maya


"Yeah enak aja speaker, nanti satu kampus tau gimana, bisa dimusuhin abis-abisan gue hahaha" jawab felly tertawa


"Gue angkat nih, kalian diem ssst" ucap felly sambil meletakkan jari telunjuk didepan bibirnya yang manis


"Hallo Selamat siang dengan Fellycia Putri Andrian disana" virgo buka suara terlebih dahulu


"Iya betul dengan saya sendiri, dengan siapa saya berbicara?" kata felly yang mengikuti arus candaan virgo


"Dengan saya Virgo Agustino Loko yang sedang rindu dengan Fellycia Putri Andrian"


Bersambung,


Terimakasih sudah baca Episode 31 Ternyata Dia Yang Terbaik!


Jangan lupa, like, komen, dan vote nya untuk novel Ternyata Dia Yang Terbaik ya!


biar semangat uploadnya😊

__ADS_1


Yuk bantu vote novel ini dan aku akan melihatnya hehe


Terimakasih,


__ADS_2