TERNYATA DIA YANG TERBAIK

TERNYATA DIA YANG TERBAIK
Aku kangen pengen liat kamu


__ADS_3

Benar-benar diluar dugaan, revi yang masih tidak percaya merasa baru saja mendapatkan mimpi indah dari hasil tidurnya semalam, karna akhirnya ia memiliki kesempatan emas untuk bisa bersama virgo, senior yang disukainya itu.


Malam ini, siska dan kikan menginap semalaman di kediaman revi sahabatnya itu karna mereka bertiga harus berada dikampus besok pukul 08.00 pagi, segala kebutuhan mereka disana sudah disiapkan secara sempurna, bahkan sepulang dari kampus tadi, mereka sampai pergi ke salon untuk melakukan perawatan karna ingin tampil cantik untuk hari esok.


"Vi.. vi..vi, lo udah punya nomer si virgo kan?" tanya kikan tiba-tiba sambil menggoyangkan tangan revi, sementara siska masih sibuk memilih baju yang akan ia pakai besok karna ada meldy bersamanya nanti


"Punya, kenapa?" tanya balik revi


"Dia udah punya nomer lo belum? belum kan? chat sekarang, mumpung ada kesempatan" ucap kikan yang memang ingin sekali temannya dekat dengan cowok yang disenanginya itu


"Chat apa gue malem-malem gini?" tanya revi lagi


"Ya.. lo chat apa kek, tanya soal acara besok kek, pura-pura gak tau aja lah pokonya, gue pengen tau dibales gak, udah cepet chat" suruh kikan


"Bener juga lo, oke nih gue chat"


"Sibuk banget sih nona yang satu ini" kata kikan yang kini menghampiri siska yang masih saja sibuk dengan kesibukannya yang dibuat sendiri


"Eh nih menurut lo bagus ini atau ini" tanya siska sambil menunjukkan kedua baju yang ada ditangannya


"Yang blaster aja" sahut revi yang ikut menghampiri


"kalo lo yang mana kan?" tanya siska yang tidak percaya dengan saran revi


"Iya blaster, lebih cerah, daripada kuning, kaya apa aja lo haha" ledek kikan


"Duh gue bakal jadi kacang gak nih ntar, kalo lo berdua sibuk pdkt sama pilihan lo pada" ucap kikan melemah


"Kan ada ka fahmi, dia juga lumayan ko orangnya, gaet aja sih kan haha" saran siska pada kikan


"Hahaha sial, lo kira gue apaan" kata kikan sambil melemparkan badannya ke kasur


"Tinggg...." suara notifikasi whatsapp revi


"Eh.. dibalessss dong gilaaa" ucap revi yang langsung mengecek hpnya


"Mana.. mana..mana" kata kedua temannya


"Terus vi terus, biar dia jadi kepikiran lo, bukan sipeyot hahaha" timpal kikan yang mengubah nama felly


******


*Dirumah felly*


Felly yang sedang makan malam bersama ferna dan andrian, meminta izin untuk pergi liburan selama 3 hari ke depan bersama maya, ivan, aira, rio, dan juga galang, tanpa banyak bertanya, ferna dan andrian langsung mengizinkannya karna mereka tidak terlalu begitu khawatir kalau putri satu-satunya itu akan pergi bersama sahabatnya yang memang sudah dianggap ferna dan andrian seperti anaknya sendiri


"Yang penting kamu jaga diri ya sayang, telpon mama kalau ada apa-apa disana" kata ferna sambil mengusap kepala putrinya itu


"Iya mam, pasti, yaudah felly naik dulu ya, besok bangunin felly ya takut felly kesiangan"


"Iya nanti mama bangunin"


"Oke bos, felly naik yaa, good night pah, mam" kata felly yang langsung mencium pipi kedua orangtuanya


"Galang itu kan yang pernah kesini dulu ya pah, sepupunya maya kan?" tanya ferna pada andrian karna sedikit lupa


"Iya mam, yang kecil imut itu, udah lama juga ya gak liat itu anak" jawab andirian


Dikamar, setelah meninggalkan meja makan felly langsung mempersiapkan untuk segala kebutuhannya besok, dengan panggilan video call ivan dan juga maya, diletakannya handphone miliknya itu diatas meja riasnya, satu persatu dari mereka pun mulai mengangkatnya


"Iya fell.. hadir" kata maya dilayar panggilan


"Si ivan mana ko belum angkat?" tanya felly yang melihat ivan belum merespon panggilan video callnya


"Hadir.. fell" kata ivan yang sudah merespon


"Vann.. siaira jadi bisa ikut kan?" tanya felly


"Bisa fell, besok gue dateng bareng aira, ngumpul dirumah lo kan, nanti ke pulaunya pake mobil gue aja ya"

__ADS_1


"Van.. awas lo bucin, jangan sering-sering berduaan titik, tau sendiri kan siaira gimana orangnya" celetuk maya yang tidak begitu suka dengan aira karna pernah debat sebelumnya, aira memang masih duduk dikelas 3 SMA, walaupun sifatnya yang masih kekanak-kanakan dan suka cemburu buta dengan maya dan felly, namun ivan sangat menyayanginya


"Udah biarin may, udah lama kan mereka berdua gak jalan bareng gara-gara sama kita mulu haha" sahut felly pengertian


"Tetep aja fell, gregetan gue mah sama tu bocil satu hahah" jawab maya sambil tertawa


"Pacarnya nihhh" geram ivan becanda


"Ampun banggg ampun" sahut maya dan mereka bertigapun tertawa


"Galang mana may?" tanya felly


"Main dia nemuin temennya yang disini"


"Gila gaada capek-capeknya tu anak" sahut ivan


"Haha si galang, yaudah may, van, tidur lo, gue mau lanjut beresin ini dulu" kata felly yang sedaritadi sibuk merapikan persiapannya


"Okedeh, lo juga jangan tidur malem-malem fell, kan lo yang paling susah bangun" timpal maya


"Siap, yaudah gue tutup yaa.. byee"


Sambil melanjutkan persiapan untuk besok, felly baru sadar kalau ada pesan seseorang yang belum ia balas dari tadi sore, felly sengaja tidak membalas langsung karna sebetulnya ia juga tidak senang kalau virgo harus liburan bareng bersama revi, namun ia tidak ingin menunjukkan hal itu didepan teman-temannya


"Bales sekarang gak yaaa" kata felly bicara sendiri


"Ah.. lagian harusnya juga dia nelpon gue dong, gak cuma chat gini" sambungnya lagi


"Bodo deh, ga gue bales" kata felly yang langsung meletakkan hpnya dikasur nyamannya itu


Selang beberapa menit kemudian, felly pun akhirnya selesai mempersiapkan segala kebutuhannya besok, ia berniat untuk langsung beristirahat tidur karna takut ngantuk saat bangun nanti, walaupun saat ini ia masih belum merasakan kantuk.


Saat felly mulai mencoba memejamkan matanya, tiba-tiba suara getar panggilan masuk tertulis virgopun membuatnya harus membuka matanya kembali. Tanpa pikir panjang felly yang langsung senyum-senyum sendiripun menjawabnya


"Hey... kemana aja? kenapa chat aku gak dibales dari tadi sore?" kata virgo disebrang


"Hahaha mana mungkin, aku tau kamu cemburu kan kalo aku besok trip bareng sama revi" ledek virgo


"Ih siapa juga yang cemburu, pergi-pergi aja" jawab felly yang tak mau mengakui


"Aku kangen pengen liat kamu" ucap virgo tiba-tiba membuat felly diam bingung ingin jawab apa


"Ko diem? gak mau turun?" tanya virgo


"Ngapain harus turun?" tanya felly


"Aku udah dibawah dari setengah jam yang lalu, ada om sama tante juga"


"Hah? ko ga bilang? yaudah aku kebawah sekarang" jawab felly langsung mematikan teleponnya dan cepat-cepat ia merapikan rambutnya serta memoles bibir pucatnya itu dengan sedikit liptint, berulang kali ia melihat dirinya di cermin, bahkan ia sampai berganti pakaian hanya untuk menemui virgo


"Sayang.. ini ada virgo nunggu kamu daritadi" kata andrian dan juga ferna yang sedang duduk diruang tamu bersama virgo


"Iya pah" sahut felly yang masih berjalan ditangga


"Yaudah mama sama papa keatas dulu, virgo tante tinggal ya" ucap ferna


"Iya tante selamat malam" kata virgo santun


"Fell.. kamu kenapa?" tanya virgo


"Kenapa apanya?" felly tanya balik


"Kamu make up yaa?" ledek virgo


"Nggaa, ga make up, emang gini daritadi ko" kilah felly


"Hahaha ngaku aja sih" kata virgo tertawa meledek


"Ihh ngga , emang ga make up, yaudah ah aku balik ke atas aja" jawab felly yang tidak mengakui karna malu

__ADS_1


"Eh jangan dong..." kata virgo menarik tangan felly dan mengajak duduk disampingnya


"Kenapa sih kamu selalu bikin aku pengen cubit bawaannya" sambung virgo lagi


"Yeh.. emang aku apaan" kesal felly


"Ohya aku mau cerita nih" ucap virgo serius


"Cerita apa?"


"Aku kan punya temen, nah temen aku itu baru aja deket sama cewek, pas kebetulan temen aku kan lagi nganterin ceweknya itu ke sekolah, tapi pas nyampe sekolah kamu tau gak, temen aku malah harus ngeliat pemandangan yang ga enak diliat gitu" cerita virgo yang membuat felly mengernyitkan dahinya


"pemandangan ga enak gimana maksudnya?" tanya felly bingung


"Iyaaa, temen aku malah ditinggal sama ceweknya dan ceweknya itu malah nyamperin cowok yang ada disebrangnya, udah gitu pake pelukan segala lagi" lanjut virgo


"Ih rese! kamu nyindir aku?!" kata felly yang baru sadar kalau sedaritadi virgo menceritakan soal dirinya,


"Ngga, ga nyindir ko hahaha" sahut virgo tertawa


"Tadi itu galang, sepupu maya, kita emang udah saling kenal lama ko, dulu dia juga sering main kerumah sama maya , ivan juga, jadi ya kita kaya udah kenal deket aja gitu, kebetulan emang udah lama banget gak ketemu" jelas felly


"Hmmmm gitu" singkat virgo


"Cemburu ni yeeee" ledek balik felly


"Iya cemburu"


"Ish kamu mah, kenapa sih secepet itu buat jawab, biasanya kan orang gak mau ngakuin dulu" kata felly kesal


"Loh emang faktanya cemburu ya mau gimana? masa bilang ga cemburu, lagian itu mah kebiasaan kamu kali bukan kebiasaan orang, huuu"


"Ya tapi ..."


"Tapi apa? Udah ga usah tapi-tapian, besok-besok aku gak mau ya liat kamu peluk-peluk cowok lain"


"Terserah aku dong mau peluk siapa"


"Ga boleh" timpal virgo


"Hmmm, ohya besok aku mau liburan sama anak-anak" kata felly bermaksud memberitahu


"Anak-anak siapa?" tanya virgo


"Maya, ivan, pacarnya ivan, ka rio sama galang" jelas felly


"Tuhkan, harusnya aku ikut tuh" gerutu virgo


"Hahaha kan kamu juga udah enak tuh, liburan bareng cewek-cewek cantiknya manggala, ditambah ada mantan tersayang" ledek felly


"Oh gituuu ya... okeee aku bakal nikmatin liburannya" jawab virgo singkat


"Ish bener-bener menyebalkan" gumam felly


******


Bersambung,


Terimakasih sudah baca Episode 24 Ternyata Dia Yang Terbaik!


Jangan lupa, like, komen, dan vote nya untuk novel Ternyata Dia Yang Terbaik ya!


biar semangat uploadnya😊


Untuk para pembaca setia yang selalu like, komen dan gak lupa juga buat vote novel Ternyata Dia Yang Terbaik, ditunggu give awaynya buat kalian yang beruntung nanti jika cerita ini sudah tamat.


Yuk bantu vote novel ini dan aku akan melihatnya hehe


Terimakasih,

__ADS_1


__ADS_2