
Hari begitu cepat berlalu, waktunya mereka untuk kembali mulai beraktifitas seperti biasanya.
Sore itu, felly, maya, ivan dan yang lainnya sudah bersiap-siap untuk segera pulang, "Cepet banget sih 3hari, perasaan baru kemaren" ujar maya yang merasa tak rela jika harus meninggalkan pulau ini, begitu banyak cerita dalam waktu 3hari bersama sahabat-sahabatnya disini
Sementara bagi felly, 3hari bersama mereka dipulau ini justru membuatnya menjadi lebih mengenal sosok rio seniornya itu. Apalagi setelah malam itu rio dengan terang-terangan menyatakan perasaan sayangnya pada felly, namun hal itu tidak membuat felly sama sekali berniat untuk menjauhi rio, terlalu banyak kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan rio untuknya.
Walau felly menolaknya, rio pun dengan lapang dada menerima jawaban felly kalau ia belum bisa untuk membalas perasaannya, terlebih lagi felly memiliki pengalaman kisah cinta yang membuatnya jadi takut untuk merasakan kecewa lagi.
"Siapa nih yang mau bawa mobil?" tanya ivan sambil memainkan kunci mobilnya dengan jari telunjuknya
"Lo ajalah van, gue pengen tidur aja dimobil" kata galang melemah
"Gue juga mau tidur nih" sahut ivan tak mau kalah
"Yaudah sini biar gue aja yang bawa" kata rio langsung mengambil kuncinya di tangan ivan
"Yakin ka rio mau bawa mobil? udah lah galang aja lang sana bawa, ka rio kasian tidurnya malem terus semenjak disini, takut ngantuk" usul felly membuat maya dan ivan menjadi heran karna tak biasanya, namun perkataan felly ini justru membuat rio merasakan kepedulian felly terhadap dirinya
"Tau lu lang, males banget" timpal ivan meledek
"Ah sial lo, yaudah iya gue yang bawa, sini yo gue aja yang bawa" ucap galang
"Nah gitu dong, may lo depan sama galang, dan elo fel ditengah sama rio, gue sama aira dibelakang" kata ivan mengatur letak posisi duduk mereka
"Ngga ada ngga ada, gue sama felly paling belakang" bantah rio
"Yah..kalo udah lo yang minta gue bisa apa" ujar ivan melemah
"Eh tapi ini lo berdua ngga baru jadian kaan?" tanya ivan dengan wajah seriusnya
"Jadian pala lo, ngaco" kata felly menggebuk pundak ivan dan langsung masuk ke dalam mobil menempati bangku paling belakang juga diikuti rio dan yang lainnya
*******
Sementara di bandung dengan cuaca yang tidak mendukung 3 hari belakangan ini,
__ADS_1
Revi terlihat seperti orang sakit saat ingin kembali ke jakarta, matanya yang sayu, bibirnya yang pucat membuat kedua temannya khawatir takut terjadi apa-apa dengannya
"Kamu gapapa vi?" tanya dara yang juga ikut khawatir dengan adik kelasnya itu
"Acting itu mah ra" timpal tina yang berjalan melewati mereka dan langsung menaiki bus
"Tinaaa" ucap dara lembut bermaksud memberitahu agar tina tidak berbicara seperti itu
"Gapapa ko ka cuma agak lemes aja" kata revi sambil memegang kepalanya karna merasa pusing dan
Bruggg....
Revi pingsan tepat didepan dara, semuanya panik dan langsung mencoba membangunkannya tapi tak berhasil, dikeluarkannya minyak kayu putih dari tas dara, sedikit diambil ditangannya agar revi bisa menciumnya hingga sadar, namun tak sadar-sadar
"Ada apa ra? kenapa semuanya duduk dibawah" tanya virgo yang baru saja datang
"Revi pingsan vir" jawab dara
"Yaudah langsung aja bawa masuk mobil sekalian biar disadarain didalem mobil, takut kemaleman kita nanti nyampenya, udah lengkap semua kan? yang lain mana ra? segini doang?" tanya virgo
"Yaudah kalian masuk mobil, revi biar gue yang gendong" kata virgo yang langsung menggendong revi dan masuk ke dalam mobil
Saat virgo sedang menggendong revi, sempat-sempatnya kikan mengabadikan momen itu, dan dijadikannya snap tanpa keterangan apapun difoto, sebelum dijadikan snap kikan mengatur privasi dilihatnya yang hanya ditujukan oleh satu orang saja, yaitu ivan. Karna hanya ivan yang kikan punya kontaknya, begitu juga ivan yang menyimpan nomor kikan dan setelah ini kikan yakin kalau ivan akan memberitahu kabar foto ini dan felly akan melihatnya, hal ini diluar perintah tugas mereka yang sudah direncanakan oleh revi sebelumnya.
Selang beberapa menit kemudian, virgo mencoba menyadarkan revi dengan menyentuh pelan pipinya, namun justru virgo malah merasakan kalau tingkat suhu tubuh revi semakin panas
"Raaa.. raaa?" teriak virgo memanggil dan dara langsung menghampirinya diikuti oleh siska dan juga kikan
"Gimana vir udah sadar?" tanya dara tergesa-gesa
"Belum, badannya panas banget" ucap virgo sambil memegang dahi revi
"Yaampun, sebelumnya dia emang udah sakit atau gimana siska, kikan?" tanya dara pada kedua sahabatnya
"Ngga ko ka, kemaren masih sehat-sehat aja, tapi gatau tiba2 hari ini malah kaya gini" cemas kikan dan siska
__ADS_1
"Fahmiii, sini" teriak dara memanggil
"Iya ra" sahut fahmi
"Lo kan calon dokter, coba nih periksa dia kenapa, dan kenapa gak sadar-sadar sampe sekarang" perintah dara dan fahmi langsung mengambil posisi, sementara virgo beranjak dari duduknya membiarkan fahmi mengobatinya, fahmi pun mencoba meninggikan kaki revi dengan ganjalan tas dan memiringkan kepalanya serta memberikan aroma minyak kayu putih dihidungnya, beberapa menit kemudian akhirnya revi pun sadar dengan mata yang berkaca-kaca karna suhu tubuhnya yang begitu panas membuat dirinya terus-terusan mengeluarkan air mata
"Akhirnya sadar juga" ucap dara merasa lega
"Yaudah yang lain balik ke tempat duduknya masing-masing biarin revi istirahat dulu disini" jelas dara
"Suruh dia minum ini ra, biar panasnya turun" kata fahmi sambil memberikan obat yang dibawanya pada dara
"Okedeh, fahmi emang bener-bener calon dokter" ledek dara sempat-sempatnya
"Hahaha aamiin" sahut fahmi dan langsung meninggalkannya
"Yaudah ra gue juga mau ke belakang" ucap virgo dan saat ingin kembali, revi justru menarik tangannya, memintanya agar tetap disini bersamanya
"Hmmm susah deh nih kalo gini, lo tuh sebenernya gimana sih vir?" tanya dara yang mengerti situasi ini, karna yang dara tahu sebelumnya virgo sangat dekat dengan felly
******
Bersambung,
Terimakasih sudah baca Episode 29 Ternyata Dia Yang Terbaik!
Jangan lupa, like, komen, dan vote nya untuk novel Ternyata Dia Yang Terbaik ya!
biar semangat uploadnya😊
Untuk para pembaca setia yang selalu like, komen dan gak lupa juga buat vote novel Ternyata Dia Yang Terbaik, ditunggu give awaynya buat kalian yang beruntung nanti jika cerita ini sudah tamat.
Yuk bantu vote novel ini dan aku akan melihatnya hehe
Terimakasih,
__ADS_1