
Felly dan rio terpana menyaksikan pemandangan malam ini, sementara yang lain telah beristirahat terlebih dahulu di kamarnya masing-masing.
Terlihat pulau yang begitu indah dari atas villa ini, Keheningan malam membuatnya seperti dapat mendengar dengan jelas suara desingan ombak yang begitu tenang dan damai.
"Ka...coba lihat deh itu, indah banget ya?" tanya felly tersenyum menatap ke arah ombak sambil menunjukkan jari telunjuknya
"Iyaa kaya kamu, indah" sahut rio yang malah memperhatikan wajah felly dari samping, namun felly masih saja menatap ombak itu
"Nanti, kalo aku udah punya keluarga kecil, aku pengeeeeen banget tinggal didaerah yang suasananya kayak gini, dipinggir pantai, banyak pohon-pohon, denger suara ombak, apalagi kalau dipasang ayunan didepannya, tepat di dekat tepi pantai, pasti indah banget" ucap felly tiba-tiba membuat rio semakin tidak ingin untuk tidak melihat wajahnya malam ini, apalagi saat ia berbicara soal masa depan, ingin sekali rasanya rio mewujudkan apa yang dikatakan felly saat ini
"Kira-kira yang bakal wujudin keinginan aku nanti siapa ya ka, jadi pengen cepet-cepet ketemu hahaha" sambungnya lagi
"Entah dalam hitungan detik ke berapa aku dan ia aka berjumpa" gumamnya menghela nafas
"Aku bisa ko wujudin keinginan kamu, tapi nanti kalo kamu udah siap" jawab rio menunjukan raut wajah seriusnya dan felly yang sedaritadi hanya melihat ke arah ombak, justru langsung menatap rio yang sedang berdiri berada disamping dan menatapnya, namun felly hanya tertawa dan memukul lengan rio, kemudian menggandeng tangan dan menyenderkan kepalanya
"Tau gak?" tanya rio
"Nggak" jawab felly santai
"Yeh ya belumlah, aku kan belum lanjutin omongannya" kata rio tertawa diikuti felly.
"Lagian ngomong setengah-setengah, yaudah apa coba?" ucap felly menatap rio dengan senyum manisnya
"Ga jadi deh" sahut rio
"Ih nyebelin, gak mau tau pokonya harus jadi" gerutu felly dengan muka manjanya
"Ga jadi ah" kata rio lagi
"Gamau, harus jadiiiii" ucap felly sedikit lebih keras
"Eh sssst... jangan berisik, nanti yang lain bangun, gagal deh berduaannya" kata rio tertawa
"Hah ga salah denger aku? hahaha bisa ngomong gini juga ternyata" kata felly meledek, karna yang ia tahu selama ini rio adalah sosok cowok yang sok cool, apalagi didepan orang lain
"Bisa dong, khusus ke kamu aja, yang lain ga boleh denger" sahutnya
"Jadi?" tanya felly
"Jadi?" tanya balik rio
"Iih.. jadi gimana mau bilang apa tadi?" greget felly
"Ooooh nanya dong yang bener hahah" sahut rio dan felly hanya menarik nafas
"Gimana sih caranya deketin cewek yang kita suka?" tanya rio
"What? ini serius nanya gini?" jawab felly kaget
__ADS_1
"Emang aku keliatan becanda ya?" tanya rio sambil menunjuk ke arah wajahnya dan felly tertawa
"Sebelum aku jawab, aku mau nanya dulu" kata felly
"Nanya aja, mau nanya apa?" tanya rio
"Ka rio pernah punya pacar?" tanya felly menatap rio
"Hmmm.. coba tebak menurut kamu aku pernah gak punya pacar?" kata rio yang malah tanya balik ke felly
"Sumpah aku ga jago nebak, dan aku gatau" jawab felly
"Huh payah" katanya sambil mengusap kepala felly
"Ga pernah" jawab rio singkat
"Hah serius?" tanya felly yang langsung melepaskan gandengan tangannya
"Ko dilepas?" kata rio tertawa melihat tingkah lucu felly
"Takut aku, jangan-jangan ka rio gak normal lagi hahaha" ledek felly dan itu membuat rio harus mencubit pelan pipinya karna sudah menilai dia yang bukan-bukan
"Enak aja, normal lah, normal banget malah" jelas rio
"Apa buktinya?" tanya felly menantang
"Cupp..." diciumlah pucuk kening felly, sontak itu membuat felly kaget serta dan salah tingkah sedikit
"Gimana? cukup?" tanya rio menantang
"Oke oke.. iya aku gak bakal bilang gitu lagi" kata felly menggaruk kepalanya dan tertawa pelan
"Aku pernah loh ditembak cewek" kata rio bercerita
"Hah cewek yang nembak?" tanya felly
"Iya, belum lama malah" sambung rio
"Seriusan? sama siapa? anak manggala juga?" tanya felly penasaran
"Iya anak manggala juga, diatas kamu, tapi masih dibawah aku" jelas rio
"Siapaa?" tanya felly semakin penasaran
"Kalo aku sebut, kasian dong dianya, aku gak terima soalnya" ucap rio
"Kenapa ga diterima?" tanya felly lagi
"Yaaa karna emang faktanya aku gaada perasaan apa-apa sama dia, dia cuma anak temen mamah aku yang sengaja dikenalin ke aku" jelas rio
__ADS_1
"Hmmm gituuuu, ko aku gatau ya haha" sahut felly
"Jadi mau tau banyak tentang aku nih?" tanya rio memancing
"Dengan senang hati" jawab felly tanpa berpikir kalau ia justru memberikan harapan palsu pada rio
"Oke, next time aku bakal tunjukin ke kamu" ucap rio
"Oke ditunggu pertunjukannya hahha" sahut felly
"Drrrt... drrtt.." panggilan video call tertulis virho dihandphone felly namun felly sengaja tidak ingin mengangkatnya karna ia sedang bersama rio, terlebih lagi saat tau kalau virgo selalu bersama revi disana
"Siapa yang nelpon?" tanya rio yang melihat felly kembali menaruh handphonenya disaku jaketnya
"Biasa.. temen, biarin deh, lagian udah malem, bisa besok hehe" jawab felly cengengesan
"Pasti cowok ya" kata rio menebak
"Cewek ko" jawab felly berbohong
Hari semakin malam, suasanapun semakin dingin, waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 dan mereka masih saja berbicara satu sama lain. Hal ini justru membuat rio menjadi berubah pikiran, ia tidak ingin membiarkan felly dimiliki oleh siapapun selain dirinya termasuk virgo, karna ia berpikir sampai kapan harus memendam perasaannya terus kepada felly, sampai kapan harus selalu mengalah untuk oranglain, sementara ia tidak pernah menuruti keinginan dirinya.
"Ohya tadi kan ka rio nanya gimana caranya deketin orang yang kita suka, aku rasa deketin orang yang kita suka itu gak perlu pake cara, biarin semuanya ngalir gitu aja, karna kalau pake cara itu sama aja berarti sesuatu yang direncanakan, dan biasanya sesuatu yang direncanakan itu kalau hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita sudah rencanakan, kita pasti bakal ngerasain yang namanya kecewa" kata felly yang tiba-tiba bersikap dewasa
"Yaampun ada angin apa ini fell" kata rio tertawa
"Ih kenapa?" tanya felly heran
"Ko kamu jadi tiba-tiba bijak gini" kata rio meledek
"Ih nyebelinnnn, yaudahlah gajadi, aku tarik omongan aku tadi, gausah diinget lagi" gerutu felly
"Haahahaha marah-marah aja nih anak ayam" ucap rio mencubit pelan pipi felly
******
Bersambung,
Terimakasih sudah baca Episode 28 Ternyata Dia Yang Terbaik!
Jangan lupa, like, komen, dan vote nya untuk novel Ternyata Dia Yang Terbaik ya!
biar semangat uploadnya😊
Untuk para pembaca setia yang selalu like, komen dan gak lupa juga buat vote novel Ternyata Dia Yang Terbaik, ditunggu give awaynya buat kalian yang beruntung nanti jika cerita ini sudah tamat.
Yuk bantu vote novel ini dan aku akan melihatnya hehe
Terimakasih,
__ADS_1