
Semenjak felly dan kevin berpacaran,
kevin selalu menjemput felly setiap pulang sekolah.
Ia tak pernah absen untuk menjemput pacarnya itu, karna peraturan sekolah mereka yang berbeda, sekolah felly memulangkan muridnya pukul 14.00, sedangkan sekolah kevin pukul 12.30, jadi jelas saja kevin selalu sempat untuk menjemput kekasihnya itu.
Disaat itu juga felly mulai tinggal tanpa didampingi ferna dan andrian, karna keharusan mereka untuk mengurus perusahaannya yang berada dinegeri orang.
Sesekali ivan dan maya meluangkan waktu untuk menginap semalaman dirumah felly ketika libur sekolah, ivan dan maya adalah orang yang sudah jelas dipercayai orangtua felly untuk menjaga felly selama tidak ada mereka disisinya.
Ivan yang selalu memarahi felly jika pulang larut malam karna habis bermain bersama kevin, maya yang selalu melarang felly main karna terlalu sering menghabiskan waktu bersama kevin, daripada bersama mereka atau untuk dirinya sendiri.
Cinta memang membuat semua orang menjadi gila, kevin yang selalu membuat felly nyaman, perlakuan manis kevin yang setiap hari dirasakan oleh felly, membuat felly merasa menjadi wanita yang paling dicintai dan disayangi.
Hubungan mereka terjalin cukup lama, sampai akhirnya kevinpun lulus SMA dan melanjutkan kuliahnya di Universitas ternama dijakarta.
Sementara felly, masih harus berjuang 1 tahun lagi untuk bisa masuk ke perguruan tinggi.
****
Disekolah pukul 14.10,
"Mana sikevin? belum jemput?" tanya maya
"Gaktau, gue chat juga gak dibales" jawab felly
"Yaudah, balik sama kita aja" ajak ivan
"Nanti kalo tiba-tiba dia dateng gimana? kan kasian udah jauh-jauh" sanggah felly
"Yaudah telpon aja" ucap ivan dan felly langsung menelponnya
"Ga diangkat van" ucap felly
"Sibuk kali dia fell, gak sempet megang hp" ucap maya
"Telpon lagi sampe diangkat" kata ivan dan felly mencoba menelponnya lagi
"*Hallo yangg, kamu dimana? tumben udah jam segini belum jemput?"
"Kevinnya lagi sibuk, udah ya jangan telpon lagi, pulang aja sendiri emang gabisa" kata suara cewek yang mengangkat telponnya kevin
"Tut..tut..tut" suara telpon terputus*
"Kenapa fell?" tanya maya
"Hp kevin dipegang cewek may" jawab felly datar
"Maksud lu? tadi yang ngangkat bukan kevin?" tanya ivan
"Cewek van yang angkat" jawab felly yang masih saja datar karna merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar ketika menelpon kevin
"Dia bilang apa?" tanya ivan lagi
"Dia bilang, kevin lagi sibuk, gue disuruh jangan telpon lagi, trus dia bilang emangnya gue pulang sendiri gabisa" kata felly yang sudah memeluk maya dengan muka sedih
"Wah ga beres nih sikevin, apa kita perlu susul ke kampusnya?" ujar ivan
"Iya kita susul aja van" sambung maya
"Gausahlah, mungkin emang lagi sibuk, biarin aja, nanti juga dia hubungin gue mungkin" ucap felly
"Yaudah pulang yuk" ajak felly yang mulai membuka pintu mobil duluan
"Are you okay fell?" tanya maya yang merasa khawatir dengan perasaan temannya
"Gapapa may" jawab felly dengan senyum palsu
"Udah udah, gak usah dipikirin, besok libur nih, kita nginep tempat felly kan may?" tanya ivan yang berusaha membangunkan suasana
"Gaaaaaaaaaaas" jawab maya semangat
Fellypun hanya tertawa kecil melihat tingkah kedua temanya itu,
"Makan dulu yuk gue laper" ajak ivan yang sedaritadi menyetir
"Boleh van gue juga laper" saut felly
"Nah akhirnyaa ngomong juga lo fell, gas vaaaan" ucap maya
"Tempat biasa aja van" sambung maya
"Biasa mana nih? biasa kita kan banyak, Eastern? Osteria? apa Henshin?" tanya ivan
"Eastern" jawab maya melirik felly dan felly mengangguk
"Oke lets go eastern" ucap ivan
30 menit kemudian,
"Yeay makan" kata maya yang sudah melahap makanan yang ia pesan
"Tiati keselek may" ucap ivan
"Fell, makan, tadi katanya laper" sambung ivan yang melihat felly hanya memainkan garpu dan pisau
"Iyaa makan" saut felly datar
"Ting.... " tiba-tiba terdengar suara notifikasi hp felly dan felly langsung dengan semangatnya mengecek, ternyata hanya sms dari operator
"Belum ada kabar juga fell?" tanya maya yang merasa kasihan dengan felly dan felly hanya menggelengkan kepalanya
"Udah ah makan dulu abisin" ujar ivan pada kedua temannya
Setelah selesai makan, merekapun akhirnya memutuskan untuk segera pulang dan saat berada diparkiran
"Van mau kemana?" teriak maya yang melihat ivan tiba-tiba berjalan ke mobil lain
"Eh ka, apa kabar? disini juga?" sapa ivan pada dara
"Eh fell ada ka dara, lama ga ketemu, kesana yuk" ajak maya dan felly pun mengikuti
"Hei vann, baik, kamu gimana kabarnya?" tanya balik dara
"Ka daraaaaa" teriak felly dan maya langsung memeluk dara
"Hei, ade kelas kakak yang cantik-cantik apa kabar?" sapa dara
"Alhamdulillah baik ka, ka dara sendiri gimana?" tanya felly dan maya
"Baik dong, yaampun kalian bertiga masih aja yaa bareng-bareng" ucap dara
"Iya dong ka, ohya sama siapa ka disini?" tanya ivan
"Biasaaaa" jawab dara tertawa
"Ciyeeeeee sama pacarnya yaa" ledek maya
__ADS_1
"Tau aja nih maya" saut dara
"Mana kaa pacarnya, kasih liat kita dooong" ucap felly
"Yah lagi ke toilet fell" jawab dara
"Yah sayang banget, padahal pengen liat" keluh maya
"Udah ah ribet banget emang temen saya ka, maklum, yaudah kita duluan ya ka, langgeng sama pacarnya" kata ivan mengajak felly dan maya kembali ke mobil
"Bye ka dara" ucap felly dan maya yang meninggalkan dara
"Byee" saut dara
Tak lama kemudian, seorang laki-laki pun menghampiri dara
"Ko belum masuk mobil sayang?" tanya laki-laki itu
"Iya tadi ada adik kelas aku waktu smp nyamperin aku kesini" jawab dara
"Cowok?"
"Cowok cewek sayang, mereka bertiga masih sahabatan sampe sekarang ternyata, nempel terus" saut dara
"Kaya kita dong nempel terus" ucap cowok itu bercanda
"Yeh kamu, udah yuk pulang" ajak dara pada laki-laki itu
Laki-laki itu adalah Virgo Agustino Loko, Senior dara di Universitas Manggala sekaligus pacar dara.
****
Sesampainya dirumah felly,
"Akhirnya sampe kamar juga" ucap maya meregangkan kedua tangannya
"kamar siapa?" tanya felly
"kamar kita bertiga, iya kan?" saut maya cengengesan
"Iya doong" jawab ivan
"Enak aja kamar lo van, kamar lo disebelah, pindah sana!" usir felly
"Emang enak van wleee" ledek maya yang tidak ikut diusir
"Udah pada mandi sana, bau tau gak, gue gak mau ya sampe rumah gue bau aroma gak enak gara-gara keringet lo berdua" ucap felly
"Yeh.. kaya sendirinya gak bau aja" timpal maya
"Yaudah ah gue ke kamar dulu nanti kalo lo berdua udah selesai, kontek gue" kata ivan meninggalkan mereka berdua
"May, lu apa gue yang mandi duluan?" tanya felly
"Lo aja fell, gue ngaso dulu" saut maya
"Okee" kata felly yang mulai bersiap-siap dan langsung ke kamar mandi yang berada didalam kamar
"Apa-apaan nih sikevin, ko bikin snap wa foto berdua cewek kayak gini? Ngabarin felly juga enggak, ******* nih cowok" emosi maya saat melihat hpnya dan sontak maya langsung mengirim pesan ke kevin
"*Woy, udah gak ada kabar, tiba-tiba bikin snap foto bareng cewek, hati lo dimana?"
"Woy kevin!"
"Kenapa dibaca doang? Bales nyet!"
"Berani-beraninya lo nyakitin temen gue!"
"Hapus gak tuh snap sebelum temen gue liat!!"
"Gue gak bakalan segan-segan ya buat nampar lo!"
"Cowok brengsek*!"
Tak lama kemudian,
"Eh fell, udahan mandinya?" tanya maya yang berusaha menutupi emosinya
"Kalo belom, gue gak bakalan keluar kali" saut felly
"Fell.. pinjem hp lo yaaa, hp gue mati, gue pengen denger musik sambil mandi" pinta maya sengaja supaya felly tidak melihat snap wa kevin
"Tumben lo denger musik, ada angin apaan? yaudah tuh pake aja, hp gue gak ada bunyi dari pas gue mandi?" kata felly sambil melirik ke arah handphonenya
"Gaada fell, yaudah pinjem ya, gue mandi bentar doang ko" ucap maya yang langsung mengambil hp felly dan berjalan ke kamar mandi
"Vin kamu dimana? kenapa belum ada kabar hari ini? apa kamu udah bosen sama aku?" tanya felly pelan
Sambil menunggu maya mandi, felly pun mencoba memejamkan matanya dikasur yang nyaman itu, sampai maya selesai mandi dan akhirnya fellypun ketiduran.
Maya yang melihat felly tertidur, merasa kasihan karna sahabatnya yang baru saja memiliki cerita cinta pertama, harus mengalami kejadian seperti ini.
"*Van, lo udah kelar?" chat maya pada ivan
"Udah, gue kesitu ya" balas ivan
"Jangan, tunggu, gue aja yang kesitu, felly tidur" balas maya*
Maya pun langsung berjalan kearah luar membuka pintu perlahan dan menutupnya dengan pelan agar felly tidak terbangun
"Vann, gue" panggil maya didepan pintu kamar ivan
"Masuk aja may, ga dikunci" saut ivan dari dalam
"Van, liat hp gue, kevin brengsek van, brengsek" kata maya sambil menunjukkan snap wa kevin, karna maya tahu sejak awal felly berpacaran dengan kevin, ivan tidak saling bertukar nomor telepon dengan kevin
"Ini kevin? ko cewek nyenderan gini?" kata ivan yang sudah melihat snap wa kevin
"Lo liat captionnya juga" kata maya yang mulai emosi
"Brengsek nih cowok" ucap ivan yang juga emosi dan langsung menelpon kevin
"Ko memanggil may? gak aktif wa nya?" tanya ivan
"Mana sini liat" kata maya meraih hpnya
"***** wa gue diblok van, nomer gue juga diblok, gabisa telpon dia" ucap maya
"Sini berapa nomernya, coba gue telpon pake hp gue" kata ivan dan maya langsung menyebutkan nomor teleponnya
"Woy *******, berani-beraninya lo nyakitin perasaan temen gue, minta dibunuh lo" ucap ivan kesal
"***** dimatin may" kata ivan pada maya
"Telpon lagi coba"
"Ga aktif nomernya" jawab ivan
"Lo tau rumahnya dimana?" tanya ivan
__ADS_1
"Gatau gue van, cuma felly yang tau" saut maya
"Trus felly? dia udah tau soal ini?"
"Belum van, justru makanya gue kesini ngasih tau lo dulu, tadi gue sengaja pinjem hp felly, biar dia gak liat dulu, eh sekarang dia tidur" kata maya
"Kan gue bilang juga apa, cowok kalo awalnya manis-manis ya akhirnya gini, felly kan ga pernah pacaran, baru sama sibrengsek ini doang kan" ucap ivan emosi
"May.. van, lo berdua didalem?" teriak felly tiba-tiba dari luar pintu
"Eh.. iya fell masuk" saut maya
"Udah bangun fell? cepet banget lo tidurnya, kalo ngantuk tidur lagi aja gapapa, lagian juga udah malem" kata ivan mencoba menutupi
"Nggak, udah ga ngantuk, ohya may hp gue mana? ada chat masuk gak?" tanya felly yang membuat maya dan ivan bingung menjawab
"Ini fell hp lo, gak ada chat masuk" kata maya sambil memberikan hp milik felly
"Ko kevin gak ada kabar ya may, vann" keluh felly sambil mengecek hpnya
"Eh ini dia buat snap 1 jam yang lalu, foto siapa nih" kata felly yang sudah melihat bulatan snap wa kevin namun belum membukanya
"May, van, ko kevin kaya gini snapnya?" kata felly yang mulai lemas
"Ini gue gak mimpi karna abis bangun tidur kan?" kata felly lagi sambil menunjukkan snap wa kevin pada maya dan ivan
"Nggak fell, itu bener snap kevin" ucap maya datar
"Fell, apa gue sama ivan perlu nyamperin dia buat tanyain soal ini?" tanya maya yang melihat wajah felly mulai sedih
"Gak usah may, gapapa, mungkin ini dibajak" kata felly yang berusaha menutupi kesedihannya
"Gue coba chat ya" kata felly yang mulai mengetik pesan
"*Sayang kamu dimana?"
"Kenapa ga ada kabar seharian?"
"Terus itu snap wa maksudnya apa?"
"Wa kamu dibajak*?"
"Wa nya ceklis satu" kata felly
"Coba gue tunggu deh" sambung felly lagi
Ivan dan maya yang melihat isi pesan felly hanya terdiam bingung ingin berkata apa.
Akhirnya ivan pun mengajak maya dan felly ke atap untuk melihat langit malam dijakarta, felly dan maya pun setuju.
"Setenang ini ya jakarta kalo malem" kata maya yang melihat jalan malam dijakarta mulai renggang
"Iya kalo malem, coba kalo pagi, macetnya minta ampun, sampe telat sekolah mulu kita" timpal ivan
"Selain macet, ditambah juga dong karna felly yang bangunnya susah makanya kita jadi telat" ledek maya
"Kalo ga telat ga cihuy may" saut felly tertawa
"Semoga kita bakal sama-sama terus ya sampe maut memisahkan" kata ivan tiba-tiba
"Aamiin, lo berdua jangan tinggalin gue ya, kemanapun lo berdua pergi, gue ikut" sambung maya
"Aamiin, tapi apa iya kalo gue boker lo ikut may?" tanya felly yang membuat mereka bertiga tertawa
"Ya gaklah najong" ujar maya
"*Eh udah ceklis 2 nih, udah dibaca juga" kata felly tiba-tiba yang mengecek hpnya
"Dibales?" tanya ivan
"Belum" jawab felly singkat
"Apa dia udah bosen sama gue van? Apa lo kalo bosen sama cewek bakal kaya gini van? Apa dia udah ga sayang sama gue van?" tanya felly yang tak sadar sudah meneteskan air matanya
"Aaah felly jangan nangis" ucap maya yang ikut sedih menghapuskan air mata felly dipipinya
"Emosi juga nih gue lama-lama, ayo kita kerumahnya sekarang" ajak ivan yang mulai emosi
"Jangan van, gue gak mau ribut" kata felly yang melarang ivan
"Gue gak terima fell lu diperlakuin kayak gini sama cowok yang gak ada bagus-bagusnya" ujar ivan menjelekkan kevin*
"Gue chat lagi coba yaa" ucap felly dengan suara terbata
"*Vin.. kalo kamu udah bosen sama aku bilang, ga kaya gini caranya. Kan kamu sendiri yang bilang kalo sampe ada rasa bosen diantara kita bilang"
"Inget ga? dulu kamu yang selalu bilang ke aku buat jangan nakal, jangan lirik-lirik cowok lain, karna aku udah punya kamu"
"Kamu yang selalu ngeyakinin aku kalo aku bakal jadi wanita terakhir dihidup kamu"
"Kamu yang selalu bersikap manis ke aku, sampe akhirnya aku nyaman sama kamu dan bertahan sampe saat ini"
"Kamu yang selalu cerita kalo ada cewek yang deketin kamu, dan dengan terang-terangan didepan aku, kamu blokir semua kontak cewek-cewek itu, dan kamu juga bilang gak akan ada cewek lain selain aku dihati kamu"
"Kamu yang janji bakal terus jagain aku"
"Kamu yang nunggu aku lulus SMA, biar kita bisa belajar dikampus yang sama dan ketemu setiap waktu"
"Tapi mana bukti dari semua omongan kamu ke aku vin? Kayak gini kamu sama aku? Aku udah nunggu kabar kamu seharian, telpon kamu gak diangkat, sekalinya diangkat yang jawab siapa? Cewek vin cewek! aku udah berusaha sabar, yakin kalo kamu gak kaya apa yang dipikirin maya sama ivan, tapi nyatanya? mereka bener vin"
"Vin, please jawab chat aku, jangan cuma dibaca doang"
"Vin?? please aku mohon jawab, kalo kamu emang udah bosen dan mau putus, bilang aja gapapa, asal jangan kayak gini"
"Kita jadian baik-baik, putus juga baik-baik"
"Vin? bales vin please, aku mohon*"
"Fell udah fell, gausah nangis, ngapain nangisin cowok ******** kayak sikevin, buang-buang air mata lu aja" kata ivan yang melihat felly menangis sambil mengirimkan pesan pada kevin juga dirangkul maya
"Fell udah yaa, gue yakin Allah punya rencana yang baik buat lo, lupain dia fell, masih banyak cowok didunia ini, masih banyak cowok yang lebih ganteng dari kevin, lebih baik dari kevin, lebih segalanya dari kevin, udah ya jangan nangis" kata maya berusaha menenangkan dan menghapus air mata felly
Sampai keesokan harinya, tak ada satupun pesan felly yang dibalas oleh kevin.
Bahkan nomer fellypun diblokir.
Akhirnya felly memutuskan untuk melupakan kevin, walau itu berat buat felly, karna kevin adalah cinta pertama felly, 1 tahun mereka menjalankan hubungan walaupun orangtua felly sendiripun tidak tahu kalau felly berpacaran dengan cowok yang pernah ferna sambut kedatangannya waktu itu
Dan saat itu juga felly kembali menutup hatinya rapat-rapat, karna ia tidak ingin peristiwa ini terulang kembali, peristiwa yang membuat hatinya hancur berkeping-keping.
*******
Bersambung
Terimakasih buat para pembaca yang masih setia sampai episode 19 ini.
Jangan lupa like dan komen ya, biar author semangat untuk lanjutin ceritanya..
__ADS_1
Buat kalian yang setia baca dari awal sampai akhir nanti, author akan adain give away bagi yang beruntung untuk kalian yang selalu memberi like, komentar disetiap episode dan vote untuk novel ini.
Sekali lagi terimakasih❤️