TERNYATA DIA YANG TERBAIK

TERNYATA DIA YANG TERBAIK
Menjenguk revi


__ADS_3

"Lo berdua bisa ga sih jalannya biasa aja, gak usah buru-buru kaya orang kebelet kawin gitu" kesal felly yang sedaritadi langkah kakinya selalu ketinggalan oleh maya dan ivan


"Lo nya aja yang jalannya lelet kaya siput" celetuk maya dan ivan kompak melirik satu sama lain tanpa pedulikan felly yang berada dibelakangnya bersama rashya dan meldy


"Tuh liat sya, cewek kesukaan meldy, begitu dia mah nyebelin" ucap felly, meldy langsung memberi kode pada felly untuk jangan berbicara keras-keras karna takut maya dengar


"Itu ka virgo" teriak maya yang sudah hampir sampai kamar revi


Virgo melirik dan melihat langsung felly yang berjalan bersama rashya dan meldy dari kejauhan, disapanya maya dan ivan yang sudah sampai lebih dulu, mereka bertanya bagaimana keadaan revi didalam.


"Drttt drrrtt " Handphone felly bergetar tertulis panggilan kevin


"Ngapain dia nelpon gue" kata felly berbicara sendiri


"Kenapa fell?" tanya rashya


"Gapapa sya, eh lo berdua duluan aja deh gue mau angkat telpon dulu nih" kata felly langsung menjauhi mereka berdua


"Okedeh, nyusul yaa" kata meldy meninggalkan felly dan felly hanya mengacungkan jempolnya yang berarti sip


"Hay ka" sapa meldy dan rashya pada virgo, mereka berdua bersalaman layaknya hormat junior pada seniornya


"Lah sifelly mana mel?" tanya maya


"Tuh, lagi angkat telpon katanya" jawab meldy sambil menunjuk ke arah felly yang sedang berbicara dengan teleponnya


"Ohh telpon dari siapa dia may, tumben" ujar ivan


"Didalem ada siapa ka?" tanya rashya


"Ada siska sama kikan, biasa" jawab virgo


"Eh tapi ko kavir bisa ada disini? Wah jangan jangan jangan jangan nih" ledek meldy sambil menunjuk virgo


"Apaan sih kamu, enggak, udah sana kalian besuk" kata virgo yang mengakhiri ledekan meldy


"Yaudah ayo may, van masuk" ajak meldy


"Bentar, tunggu felly" kata maya yang tidak ingin masuk tanpa felly, karna hubungannya yang tidak baik dengan revi dan teman-temannya


"Drrttt drrtt" handphone ivan berdering tertulis panggilan felly


"Lah ni anak kenapa nelpon gue, dia dimana emang" ucap ivan menarik perhatian orang disekitar


"Vann, sorry gue ada urusan, kalian berempat besuk aja ya tanpa gue, gue lagi didepan pesen go car" kata felly ditelpon


"Urusan apa fell, ko mendadak?" tanya maya yang mendengar suara felly karna volumenya yang lumayan keras terdengar walau tanpa di loudspeaker

__ADS_1


"Nanti gue ceritain may, gue tutup yaa, jaringan gue gak ada nih kalo nelpon, lagi pesen gocar gue nih soalnya" kata felly disebrang yang langsung mematikan teleponnya


"Felly ga bisa ikut, kita aja, yaudah yuk masuk" ajak ivan, yang lain mengikuti


Virgo yang sedaritadi mengamati pembicaraan ivan ditelepon, langsung bergegas menuju pintu depan rumah sakit, sementara yang lain mulai masuk ke kamar rawat revi.


Berlari kecil seperti takut kehilangan sesuatu, itu yang virgo lakukan saat itu, seperti ada firasat yang tidak enak, ditelponnya felly sambil berlari kecil menuju pintu depan rumah sakit namun nomer felly berada di luar jangkauan


Sampailah virgo di pintu depan rumah sakit, dicarinya felly sambil mencoba menghubunginya lagi tapi masih berada diluar jangkauan.


"Hey... " teriak felly di area parkir


"Kamu ngapain kayak orang bingung gitu? cari siapa?" tanya felly polos


"Kamu mau kemana? ko ga ikut masuk? tadi aku udah liat kamu didalem, kenapa tiba-tiba keluar?" tanya virgo yang betul-betul ingin tahu


"Ada urusan sedikit virgoo" jawab felly lembut


"Kenapa harus pake go car, kenapa ga minta aku buat anter kamu, kan bisa?" kata virgo yang terus-terusan bersikap seperti anak kecil dan felly hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah senior yang terlihat tegas dimata orang lain tapi tidak dimata felly


"Kan kamunya sibuk urus junior kamu yang lagi sakit" ledek felly tersenyum tipis


"Eh go carnya udah mau sampe, bentar aku chat dulu" ucap felly namun virgo langsung bersigap merebut handphone felly dan membatalkan pesanannya


"Virgooooo, kamu ngapain?, kenapa dibatalin, kasian dong dia udah sampe masa dicancel" kata felly kesal langsung merebut handphonenya kembali


"Ikut aku, itu go carnya" kata virgo yang langsung menggandeng tangan felly dan menghampiri go car tersebut


"Oh makasih banyak ya den" kata supir go car paruh baya itu


"Beres kan, sekarang kamu mau ada urusan kemana? aku yang anter" ujar virgo sambil menggandeng tangan felly mengajaknya menuju mobil yang terparkir di area rumah sakit, namun felly hanya diam tidak menjawab pertanyaan virgo.


"Hey... kamu mau kemana? ko diem?" tanya virgo berhenti sejenak dan memegang lembut wajah felly yang ditekuk karna sedikit kesal melihat tingkah virgo yang kekanak-kanakan


"Mau kemana sayang?" tanya virgo lagi yang kini sudah berani memanggil felly sayang


"Aku mau ketemu temen di caffee delima" jawab felly singkat


"Oh jadi aku harus panggil sayang dulu baru kamu mau jawab hahaha" ledek virgo membuat felly gregetan dan langsung mencubit tangannya


"Cewek atau cowok?" tanya virgo penasaran


"Bisa gak wawancaranya nanti aja kalo udah dimobil? ini panas loh" gerutu manja felly


"Siap tuan putri, tuh mobilnya didepan" ujar virgo mengelus-ngelus kepala felly sambil membuka kunci pintu mobilnya dari jauh, felly pun langsung berlari dengan cepat agar bisa langsung masuk mobil karna tidak tahan panas, sementara virgo tertawa tidak tahan melihat tingkah tuan putrinya itu


"Oke kita udah dimobil, mau ke caffee delima ketemu temen kamu, cewek atau cowok?" tanya ulang virgo

__ADS_1


"Cowok" jawab felly


"Oh jadi aku mau nganterin kamu pacaran nih?, gak mau ah kalo gitu, enak aja, mending aku bawa kamu kerumah aku" ledek virgo tersenyum


"Ih siapa yang mau pacaran virgooo, nggak, itu temen, ada yang mau diomongin, penting katanya, yaudah janjian disitu" jelas felly


"Emang lewat telpon ga bisa?" kata virgo yang mulai merasa cemburu


"Gak tau tuh dia" singkat felly


"Dia siapa emang? mantan kamu ya pasti?" tanya virgo yang tepat menebak


"Hmmmm udah yuk jalan, nanti janji aku ceritain"


Tiba tiba handphone virgo berdering, revi menelponnya.


"Revi telpon aku, sebentar ya aku angkat" ijin virgo pada felly


Kenapa vi?


Kavir dimana?


Aku dijalan, ada urusan


Oh, sama siapa?


Felly


Hmm, kesini lagi kan?


Iya nanti kesitu lagi


Yaudah hati-hati ya


Oke vi


"Cieee kayanya udah deket banget nih" ledek felly yang sebenarnya merasa cemburu


"Yaudah aku sendiri aja, kamu balik aja sana kedalem, revi lebih butuh kamu" kata felly yang langsung berusaha membuka pintu mobil namun virgo menahannya


Bersambung,


Terimakasih sudah baca Episode 32 Ternyata Dia Yang Terbaik!


Jangan lupa, like, komen, dan vote nya untuk novel Ternyata Dia Yang Terbaik ya!


biar semangat uploadnya😊

__ADS_1


Maaf postnya lama karna waktu yang sulit buat dibagi, buat kalian yang selalu setia


Terimakasih,


__ADS_2