TERNYATA DIA YANG TERBAIK

TERNYATA DIA YANG TERBAIK
Kedatangan galang


__ADS_3

*Di parkiran kampus*


Ivan yang sudah datang terlebih dahulu menunggu kedua sahabatnya itu persis didepan mobilnya, ditemani oleh rashya dan juga meldy. Mereka membahas tentang pengalaman kelompok mereka masing-masing saat mencari jejak kemarin, meldy yang sangat geram saat tahu 1 anggotanya hilang karna ia harus kembali lagi ke jalan yang begitu menyeramkan dan melelahkan, rashya dan ivan yang mendengarnya hanya tertawa dan meledek menyalahkan meldy kenapa ia harus berkelompok dengan bambang, karna yang anak kampus tahu bambang adalah mahasiswa yang paling ambigu dari sekian mahasiswa baru, jadi wajar saja kalau ia mudah kerasukan.


"Eh tapi gue salut loh sama sirevi dan teman-temannya" kata meldy tiba-tiba


"Gak salah denger nih gue lo ngomong dan teman-temannya? haha sejak kapan bahasa lo jadi indonesia banget mel" ucap rashya


"Sejak hari ini syaa ah komen aje lo" celetuk meldy


"Kenapa emang mereka?" tanya ivan penasaran


"Gue tau mereka takut, tapi mereka paksain buat gak takut, kocaknya yaaaa pas tim gue lagi dikejar-kejar sama pocong nih, mereka bertiga bukannya lari malah nimpukin tu pocong pake bedak yang dibawa mereka masing-masing, sakit gak tu pocong hahaha, udahannya mereka baru lari nyamperin tim gue dan nyesel karna udah ngelempar tu pocong pake bedak kesayangannya hahaha" cerita meldy begitu semangat membuat ivan berpikir soal revi seketika dan langsung hilang karna ingat dengan aira kekasihnya


"Boleh juga tuh mereka, tapi gila sih camping aja sempet-sempetnya bawa bedak tu anak, lebih-lebihan dari dua bidadari gue hahahaa" sahut ivan


"Eh tapi mell, siska boleh juga tuh" ledek rashya


"Yehh eloo kampret, ambil aja buat lo dah, sok-sok an mau nyomblangin gue lo" kilah meldy menepuk tangan rashya


"Tin..tin..tinn" klakson mobil maya yang disupiri oleh seorang laki-laki muda dan tampan terlihat dari kaca mobilnya


"Simaya sama siapa tuh?" ucap meldy merasa penasaran


"Pagi gaes.." sapa maya diikuti seorang laki-laki itu


"Eh ada meldy, ada rashya" sambung maya yang terlihat begitu senang hari ini


"Hai may" jawab rashya dan meldy


"Vann ko lu diem aja, gak inget apa gimana?" tanya maya sambil melirik ke laki-laki yang berada disebelahnya itu


"Galang? ini galang?" ucap ivan tidak menyangka


"Iya ini gue van Galang Dinullah, sepupu maya yang paling ganteng sedunia" sahut galang tertawa dengan pedenya dan ivan langsung menarik tangannya bersalaman dan memeluknya sebentar


"Gilaaa, udah lama banget kita gak ketemu" sambung ivan


"Mel, sya.. kenalin, galang, sepupu gue, dia lagi liburan disini" kata maya memperkenalkan sepupunya pada mereka berdua yang memang belum mengenalnya


Mereka pun saling berkenalan dan langsung bercengkerama seperti orang yang sudah lama kenal, padahal baru saja bertemu,


pertemanan lelaki memang berbeda dengan perempuan, lelaki bisa saja langsung akrab jika bertemu dengan lelaki lainnya yang baru saja dikenal, apalagi yang memang sangat pas untuk diajak ngobrol.


Hal itu membuat maya merasa tidak enak karna ia satu-satunya wanita disana, sesekali ia memainkan handphonenya untuk mencoba menelepon felly yang belum juga datang tapi tak kunjung diangkat oleh felly.


"Van, may, lang, kita ke masuk duluan yaa, mau ketemu yang lain" pamit rashya dan meldy


"Okee, see you next time bro" sahut galang melambaikan dua jarinya disamping alisnya

__ADS_1


"Eh gue ke toilet dulu yaa" ucap galang pada maya dan ivan,


"Tau gak lo dimana toiletnya?" tanya ivan


"Gampang vannn" jawab galang yang langsung berjalan menuju halaman kampus


"Awas lang, banyak cewek-cewek centil" teriak maya tertawa


"Iya centil kaya lo" sahut ivan sambil mengacak-ngacak rambut maya


"Yeh.. gapapa, jomblo ini wleee, emangnya elo, udah punya pacar masih aja godain cewek lain woo" kilah maya


"Sifelly mana nih belom muncul, apa dia kesiangan may? dia udah tau belum ada sigalang?" tanya ivan


"Belum tau van, niatnya gue mau bikin surprise, tapi mana nih anaknya belum muncul"


"Tin.. tin..tinn" suara klakson mobil berwarna biru milik virgo


"Itu kan mobil si virgo, dia ke kampus ngapain" kata ivan berbicara sendiri


"Felly... ko lo bisaaa..." ucap maya terputus karna felly langsung memotongnya dan menjawab


"Bisa lah , udah ah yuk masuk" sahut felly


"Eh bentar.. jangan masuk dulu" ucap maya menahan felly untuk masuk


"Gue belum juga sapa ka virgo haha"


"Bisa lah, udah ah yuk masuk" sahut virgo mengikuti apa yang diucapkan felly sebelumnya dan itu membuat ivan tertawa, berbeda dengan maya yang masih tak percaya


"Kalo jadian pj aja pokonya" ucap maya


"Belum ko may, baru mau" jawab virgo santai


"Eh may.. itu galang bukan? eh galang bukan sih may? apa gue ga salah liat nih may, van?" tanya felly sambil mengucek-ngucek matanya yang melihat galang melambaikan tangannya dari jauh


"Iya itu galang fell, dia baru dateng semalem dari london, ini loh yang gue bilang surprise" jelas maya belum selesai namun felly sudah berlari menghampiri galang dan memeluknya


"Galaaaaanggg... gilaaaaa kemana aja lo baru kesini lagi" teriak felly langsung memeluk galang dan galang membalas pelukannya


Virgo yang melihat felly memeluk galang merasa panas dan cemburu karna di pagi hari yang cerah ini harus melihat wanita yang disukainya itu memeluk cowok lain terlebih lagi ia belum mengenalnya


"Jangan cemburu vir" ledek ivan karna sadar melihat raut wajah virgo yang tidak senang


Maya yang juga melihat raut wajah itu pun menjelaskan pada virgo kalau galang adalah sepupu dekatnya maya yang sudah ivan, felly kenal sejak mereka duduk dikelas 3 SMP, mereka terakhir bertemu galang saat liburan kenaikan kelas 2 SMA, jadi wajar saja kalau mereka sangat rindu satu sama lain.


Sebetulnya maya ingin sekali galang sekolah di Indonesia bersamanya, namun hal itu tidak bisa dilakukan oleh galang, karna galang sudah tinggal di london sejak kecil.


Mendengar cerita maya, virgopun merasa mendapatkan info baru mengenai kehidupan felly yang memang sudah begitu dekat dengan maya dan ivan.

__ADS_1


"Saya ke kantor dulu ya, udah ditunggu soalnya" pamit virgo pada maya dan ivan


"Oh iya ka, tau kan kantornya dimana?" ucap maya


"Ya tau dong may, kan duluan saya disini daripada kamu haha" jawab virgo


"Ohiya lupa, siap senior" kata maya sambil memberikan hormat


Felly yang baru sadar karna ia telah meninggalkan virgo dan melihatnya berjalan meninggalkan parkiran langsung mengajak galang untuk menghampiri ivan dan maya yang masih berdiri disana


"Udahan kangen-kangenannya?" ledek ivan


"Virgo kemana?" tanya felly cemas karna takut virgo salah paham


"Ke kantor fell, udah gausah cemas haha" sahut maya yang paham dengan suasana saat ini


"Virgo siapa nih? pacar lo fell" tanya galang yang masih awam dengan nama itu


"Bukan lang, tapi mungkin bakal iya" jawab ivan


"Akhirnya felly, punya pacar jugaaa, terus lo kapan may?" ledek galang


"Sstt... udah udah gausah bahas pacar pagi-pagi, masuk yuk udah siang" ajak maya mengalihkan pembicaraan dan mereka berempat pun langsung masuk ke dalam area kampus Universitas Manggala yang begitu megah, semua orang dikampus seketika terpana melihat keempat orang itu yang berjalan beriringan, ditambah ada galang, lelaki tampan keturunan inggris yang menjadi sorotan semua para wanita dikampus.


Revi, kikan dan siska yang melihat mereka berempat pun ikut terpana melihat kedatangan galang dan bertanya-tanya siapa laki-laki yang berada disebelah maya itu


"Gilaa ada bule, siapa tuh" kagum kikan


"Pacar simayat kali, biarinlah, kaya baru liat bule aja lo kan" sahut siska yang merasa tenang karna ia tak perlu lagi bersaing dengan maya untuk mendapatkan hati meldy, itu pikirnya


"Ah tapi masih gantengan juga kavirgo kemana-mana lah" bela revi yang tak kalah setianya dengan pilihannya seperti siska


"Ohya, tadi gue denger anak-anak ngomong katanya ka virgo dateng ke kampus hari ini" ucap siska yang selalu saja menjadi orang pertama yang tahu soal berita hangat dikampus


"Serius lo? ngapain kesini?" tanya kikan


"Ko ngapain sih nanyanya? ya udah jelas mau ketemu gue lah kikan noviantiii" sahut revi dengan pedenya


"Yeh pede banget lo vi hahaha, orang dia kesini aja barengan sifelly" sambung siska


"Hah?" kaget revi


******


Bersambung,


Terimakasih sudah baca Episode 22 Ternyata Dia Yang Terbaik!


Jangan lupa, like, komen, dan vote nya untuk novel Ternyata Dia Yang Terbaik ya!

__ADS_1


biar semangat uploadnya😊


Terimakasih,


__ADS_2