Terpaksa Mau Menikah 2

Terpaksa Mau Menikah 2
Selamat Tidur Suamiku


__ADS_3

Malam ini Vincent dan juga Felysia harus di buat begadang karena Adelio dan juga Adelia sangat rewel. Baby twins berusia 1 bulan itu tidak mau tidur dan terus merengek hingga membuat mereka berdua kewalahan sendiri. Sebagai Ayah dan Ibu yang belum mempunyai pengalaman dalam mengurus bayi tentu mereka sangat kebingungan. Vincent yang sebenarnya sangat kelelahan karena ada beberapa masalah di kantor yang sedang di urusnya. Tapi ketika ia pulang dan melihat Felysia yang kesusahan dalam menenangkan kedua anak mereka, memilih untuk membantu Felysia yang tampak kesulitan menenangkan Baby twins mereka itu. Melihat Felysia yang seperti ini membuat ia jadi tidak tega, apalagi jadwal tidur Felysia jadi tidak teratur semenjak kehadiran Baby twins.


"Sayang, kamu tidur aja biar Lio sama Lia aku yang jaga." Ucap Vincent yang langsung mendapatkan penolakan dari Felysia karena tidak ingin menambah kelelahan sang suami setelah seharian sibuk bekerja di kantor.


"Nggak Vincent, mending kamu aja yang tidur. Aku tau kamu lagi capek banget." Ucap Felysia, ia tahu jika suaminya itu sudah sangat lelah tapi hanya saja suaminya itu tidak ingin membiarkan ia sendiri yang mengurus Baby twins


"Nggak bisa Fel, aku nggak mungkin tidur, terus biarin kamu kesusahan nenangin anak kita." Ucap Vincent, ia menimang nimang Adelia yang masih sangat rewel itu.


"Sayang, anak Daddy yang cantik, jangan nangis dong." Ucap Vincent mencoba menenangkan putrinya itu.


Felysia yang melihat Vincent tetap kekuh dengan pendiriannya untuk membantunya memenangkan anak-anak memilih untuk membiarkan saja. Sekarang ia lebih fokus pada Adelio yang juga tidak kalah menangis seperti Adelia. Kedua anak mereka ini memang setiap malam akan seperti ini, jika ada satu yang menangis, maka yang satunya juga akan ikutan menangis. Lama mereka berdua mencoba untuk menenangkan Adelio dan juga Adelia.


Hingga akhirnya Adelio dan juga Adelia bisa tertidur setelah secara bergantian di berikan ASI oleh Felysia. Mereka berdua tentu saja merasa lega ketika melihat kedua bayi mereka telah tertidur dengan nyaman di dalam box khusus bayi.


"Baby twins kalo udah tidur kaya gini, buat aku jadi kepengen bangunin mereka lagi deh." Ucap Vincent dengan pelan yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Felysia.


"Nggak usah aneh aneh deh kamu, baru aja mereka tidur setelah tadi rewel banget." Ucap Felysia menatap tajam pada Vincent yang menatapnya dengan tampang biasa saja.


Karena Vincent tidak lagi membalas ucapannya, Felysia berjalan keluar dari kamar untuk ke dapur karena ia merasa sangat haus sekali. Vincent yang melihat kepergian Felysia tanpa bicara mau kemana hanya membiarkan saja dan memilih untuk membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah itu di tempat tidur. Ia tahu jika istrinya itu pasti akan ke dapur karena kehausan jadi ia tidak akan heran lagi. Jika ia tidak terlalu kelelahan biasanya ia akan mengekor pada Felysia hingga ke dapur tapi berbeda dengan sekarang.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Felysia kembali masuk kedalam kamar dengan membawa segelas air putih sebagai cadangan ketika ia haus lagi nanti.


"Belum tidur?" Tanya Felysia setelah meletakan gelas berisi airnya di atas meja.


"Nggak bisa tidur, badan aku rasanya pegal semua." Keluh Vincent melihat ke arah Felysia.


Felysia naik ke atas tempat tidur. "Aku pijitin ya biar badan kamu enakan terus bisa tidur." Tawar Felysia karena tidak tega melihat suaminya itu yang tidak bisa tidur karena merasa tidak nyaman dengan seluruh tubuh yang terasa pegal.


"Tapi kamu pasti udah capek banget selama seharian ngurus Baby twins." Ucap Vincent mencoba menolak walaupun sebenarnya ia ingin sekali jika Felysia mau memijatnya.


"Udah nggak apa apa, yang penting kamu bisa istirahat sayang. Kamu harus kerja besok loh, kalo nggak tidur nanti kamu lemas pas di kantor." Ucap Felysia mulai memijat tubuh Vincent.


"Udah diem, kalo perlu merem biar cepat bisa tidur. Ini udah bukan malam lagi, tapi udah pagi. Tuh liat jam udah di angka 3, jadi nggak usah banyak bicara lagi." Ucap Felysia mulai mengomel yang membuat Vincent terkekeh.


"Istri aku semenjak jadi emak emak, sukanya ngomel ngomel muluh deh."


"Vincent diem," Ucap Felysia dengan suara keras seakan lupa dengan kedua bayi kembar yang saat ini sedang tidur nyenyak di dalam box khusus bayi.


"Jangan berisik sayang, ingat ada Baby twins yang lagi tidur loh." Tegur Vincent yang langsung membuat Felysia teringat dengan si kembar.

__ADS_1


"Makanya kamu diem aja nggak usah banyak bicara, aku kan jadinya kecoplosan bicara keras gara gara kamu." Ucap Felysia menyalahkan Vincent.


"Lah kenapa jadi aku yang di salahin?" Tanya Vincent tidak ingin di salahkan.


"Udah kamu diem aja, atau aku---,"


"Okay aku diem." Vincent langsung memotong perkataan Felysia karena bisa saja perkataan Felysia selanjutnya itu bisa merugikan dirinya nantinya.


"Nah gitu dong, sekarang mending merem biar bisa cepat tidur." Ucap Felysia yang di angguki oleh Vincent.


Sekitar setengah jam berlalu Felysia telah selesai memijat tubuh Vincent. Bahkan kini Vincent telah mengubah posisi tubuhnya tidak seperti saat sedang di pijat tadi. Felysia menyelimuti suaminya itu hingga sebatas dadaa hingga menutupi tubuh Vincent yang tidak memakai baju itu. Entah kenapa setelah Baby twins lahir, kebiasaan tidur tanpa baju atasan telah menjadi kebiasaan dari Vincent.


"Selamat tidur suamiku, aku mencintaimu." Bisik pelan Felysia dan memberikan sebuah kecupan lembut di kening Vincent dan tanpa di sadari oleh dirinya jika kedua sudut bibir Vincent terangkat membentuk senyuman ketika ia menahan kecupannya selama beberapa detik di dahi Vincent.


Setelah itu Felysia ikut berbaring di samping Vincent. Ia mencoba menidurkan tubuh lelahnya itu walaupun hanya dalam beberapa jam kedepan, tapi ia rasa jika itu sudah sangat cukup. Tanpa di duga sebuah tangan menariknya untuk masuk kedalam pelukannya, siapa lagi jika bukan Vincent. Vincent membawanya untuk bersandar di dadaanya dan mengelus kepala Felysia dengan sayang.


"Aku juga sangat dan sangat mencintai kamu." Balas Vincent yang membuat Felysia tersenyum.


"Kamu pasti capek banget, jadi sekarang waktunya tidur. Aku akan akan mengusap ngusap sayang kepala kamu sampai kamu tidur." Ucap Vincent yang tidak mendapatkan jawaban sama sekali dari Felysia. Karena wanita itu matanya sudah sangat memberat dan mulai tidak mendengarkan apa saja yang di katakan oleh Vincent.

__ADS_1


__ADS_2