Terpaksa Mau Menikah 2

Terpaksa Mau Menikah 2
Pagi yang Merepotkan


__ADS_3

Jam 5 pagi Felysia telah terbangun dari tidurnya setelah mendengar tangisan dari Adelio dan juga Adelia. Felysia melepaskan tangan Vincent yang melingkar memeluknya itu secara perlahan karena tidak ingin menganggu Vincent yang masih tidur. Mungkin sekitar setengah jam lagi baru ia akan membangunkan Vincent karena tidak tega membangunkan Vincent yang tampak begitu nyenyak dalam tidurnya. setelah itu turun dari tempat tidur untuk melihat kedua bayinya.


"Selamat pagi anak anaknya, Mommy." Ucap Felysia pada Adelio dan juga Adelia yang menangis dan sepertinya mereka sedang kehausan.


"Uh tayang tayang, anak Mommy lapar ya?" Ucap Felysia sekali lagi mengajak bicara si kembar. Ia mengambil Adelia dan membawanya ke dalam pelukannya untuk memberikan ASI pada Adelia.


"Lio sabar sayang, nanti gantian sama Lia." Ucap Felysia menepuk nepuk pelan kaki Adelio.


Felysia memang terlihat sangat kerepotan jika harus mengurus kedua bayi kembar itu sendirian setiap pagi dan Ibu mertuanya sudah pernah menawarkan jasa pengasuh untuk membantu Felysia, yang langsung di tolak oleh Felysia karena ia ingin mengurus kedua anaknya sendiri. Ia tidak ingin kedua anaknya itu tumbuh kekurangan kasih sayang darinya, maka dari itu dengan cara mengurus anaknya sendiri adalah pilihan yang tepat menurutnya.


"Cup cup cup, Lio jangan nangis sayang." Ucap Felysia mencoba menenangkan Adelio, sedangkan Adelia tampak begitu menikmati ASI yang diberikan oleh Felysia.


Vincent yang tertidur nyenyak itu tiba tiba terbangun ketika mendengar suara tangisan bayi. Dengan perlahan Vincent membuka matanya dan menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya.


"Lio, kenapa sayang?" Tanya Vincent mengucek ngucek matanya turun dari tempat tidur dan menghampiri Felysia yang tampak sangat kerepotan.


"Ini Lio nangis karena kehausan, tapi aku baru nyusuin Lia. Dan Lia keliatannya haus banget sampai belum mau berhenti nyusunya," ucap Felysia.


"Tapi ini Lio juga kasihan sayang, sini Lia biar aku gendong dan kamu nyusuin Lio dulu." Ucap Vincent ingin mengambil alih Adelia dari gendongan Felysia.

__ADS_1


"Tapi kamu harus kerja Vincent, mending kamu siap siap sana, ini udah mau setengah 6 dan sebentar lagi sarapan akan di mulai."


"Aku nggak peduli dengan kerja ataupun sarapan, yang penting aku nggak mau anak aku ada yang nangis." Ucap Vincent langsung mengambil Adelia dari gendongan Felysia yang langsung membuat Adelia langsung menangis.


"Kan Lia-nya jadi nangis, kamu sih." Kesal Felysia karena ia sudah berusaha dengan susah payah agar Adelia tidak menangis.


"Kamu urus Lio dulu, Lia udah lumayan kenyang jadi dia nggak akan lama nangisnya." Ucap Vincent membawa Adelia keluar dari dalam kamar mereka agar suara tangisan Adelia tidak akan mengganggu Adelio yang sedang di berikan ASI oleh Felysia.


"Vincent, Lia kenapa nangis?" Tanya Sherly menghampiri Vincent yang sedang mencoba menenangkan Adelia.


"Ini Lia nangis karena aku ambil dari Felysia yang lagi nyusuin dia, Mom." Ucap Vincent mencoba menimang nimang Adelia agar mau berhenti menangis.


"Ya ampun, Lio juga pasti ikutan nangis sampai buat kalian kerepotan. Yaudah sini Lia-nya biar sama Mom dulu, kamu mandi sana." Ucap Sherly mengambil alih Adelia dari gendongan Vincent. "Dan juga kalo mau keluar jangan lupa pakai baju dulu, ingat disini banyak pelayan yang masih muda, bisa saja mereka tergoda melihat kamu yang nggak pakai baju kayak gini dan---," tambah Sherly tapi ia sengaja tidak meneruskan ucapannya karena Vincent pasti sudah tahu apa yang akan ia katakan selanjutnya.


"Mom cuma ingatin kamu aja, banyak loh kejadian kayak gitu. Jadi mending berjaga dari sekarang, jangan nanti nyesel kemudian kan." Ucap Sherly sambil menenangkan cucunya Adelia yang mulai tenang karena mungkin sudah mulai lelah terus menangis.


"Iya Mom, aku balik ke kamar dulu kalo gitu." Ucap Vincent, ia mengecup pipi berisi putrinya, setelah itu berjalan menuju kamarnya dan Felysia


Sesampainya di kamar, Vincent melihat jika Adelio sudah tampak tenang dalam pelukan Felysia yang masih menyusuinya itu.

__ADS_1


"Lia mana, Vincent?" Tanya Felysia penasaran ketika tidak melihat kehadiran Adelia ketika Vincent kembali ke kamar mereka.


"Lia lagi sama Mom, aku di suruh balik ke kamar buat mandi terus katanya kalo mau keluar kamar pakai baju dulu jangan sampai pelayan yang masih muda tergoda sama suami tampan kamu ini." Ucap Vincent yang di akhiri dengan memuji dirinya. Felysia menggelengkan kepalanya karena tingkat kepercayaan diri Vincent sama sekali tidak berkurang tetapi semakin bertambah setiap harinya.


"Lagian kamu, kenapa juga udah hobi banget selama sebulan ini nggak pake baju tiap mau tidur?" Ucap Felysia yang di balas kekehan dari Vincent.


"Gerah sayang, makanya aku nggak mau pakai baju." Ucap Vincent memberikan alasan.


"Alasan banget, kalo gerah kenapa suka peluk peluk aku pas tidur?" Tanya Felysia yang membuat Vincent tertawa cengengesan.


"Ya mau gimana lagi, tanpa pelukan kamu artinya aku nggak bisa jalani hari hariku dengan baik. Apalagi kalo aku belum dapat vitamin aku, makin nggak bisa kerja aku." Ucap Vincent mulai mendekatkan tubuhnya pada Felysia yang langsung membuat Felysia mundur.


"Jangan aneh aneh deh, ada Lio di antara kita." Ucap Felysia mengatakan penolakan untuk apa yang ingin dilakukan oleh Vincent.


"Lio kan nggak ngerti sayang, mau ya mau ya." Ucap Vincent membujuk Felysia.


"Nggak ada! Mandi sana karena kamu udah bau." Ucap Felysia yang langsung membuat Vincent menghela nafas pelan.


Sebulan setelah kehadiran Baby twins tercintanya itu, ia jadi jarang bisa mendapatkan ciuman selamat pagi dari Felysia seperti yang ia biasa lakukan sebelum Baby twins ada. Ah memikirkannya saja membuat ia jadi kesal karena istrinya itu jadi susah untuk di bujuk sekarang. Hanya pelukan ketika tidur di saat malam hari yang selalu bisa ia dapatkan dari Felysia, dan kadang kadang ia mendapatkan ciuman di keningnya.

__ADS_1


Sekarang Felysia lebih banyak perhatian pada Baby twins dan perhatian untuknya mulai berkurang. Apa ia mulai merasa cemburu pada Baby twins? Vincent pikir itu tidak mungkin, tapi sepertinya ia memang sedikit merasa cemburu karena perhatian Felysia padanya jadi berkurang selama sebulan ini. Karena tidak ingin membuat Felysia marah marah di saat masih pagi pagi begini, Vincent menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sementara Vincent yang sedang mandi, Felysia meletakan Adelio yang sudah kembali tertidur kedalam box khusus bayi dan menuju ke walk in closet untuk menyediakan pakaian kerja untuk suami tercintanya itu. Ia sadar jika sebulan ini memang ia jadi kurang memperhatikan suaminya, ia melakukan itu bukan tanpa sengaja, tapi karena ia memang kewalahan dalam mengurus Baby twins. Semalam pun ia yang mengambil inisiatif untuk untuk memijat Vincent karena perasaan bersalah karena tidak memperhatikan Vincent dengan baik selama sebulan ini.


__ADS_2