Terpaksa Mau Menikah 2

Terpaksa Mau Menikah 2
Kehampaan Vincent


__ADS_3

Vincent keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit tubuh bagian bawanya dan handuk kecil yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Ia tidak melihat ada tanda-tanda jika Felysia berada di kamar itu, tapi ketika ia melihat Adelio yang tertidur di dalam box bayi memungkinkan jika Felysia masih berada di dalam kamar mereka. Dengan tangan yang masih sibuk mengeringkan rambutnya, Vincent berjalan menuju ke walk in closet.


Felysia yang sedang memilih pakaian kantor untuk Vincent, di buat kaget ketika dengan tiba tiba sepasang tangan telah melingkar di perutnya.


"Aku cariin, ternyata kamu disini." Ucap Vincent dan memberikan sebuah kecupan singkat di pipi Felysia.


"Vincent, lepasin dulu pelukannya. Kamu pakai pakaian kamu dulu, nanti masuk angin kalo kelamaan pakai handuk terus." Ucap Felysia dengan perhatian, ia tidak ingin jika suaminya itu sampai sakit.


"Cium dulu, baru aku mau pakai baju." Ucap Vincent sengaja mencari kesempatan karena sekarang waktunya terasa pas untuknya meminta jatah ciumannya dari Felysia.


"Kayak anak kecil deh, udah pakai baju kamu." Tolak Felysia dengan keinginan Vincent itu.


"Nggak mau, cium dulu pokoknya." Rengek Vincent tidak peduli walaupun statusnya sekarang sudah bertambah satu lagi, bukan hanya suami tapi juga seorang Ayah untuk kedua anaknya dan Felysia.


"Ya ampun nggak sadar umur banget, kamu bukan anak kecil lagi yang harus merengek karena nggak aku cium." Ucap Felysia tapi tidak mau di dengarkan oleh Vincent. Ia tetap merengek minta di cium.


"Pokoknya aku minta cium sekarang, aku nggak mau tau pokoknya harus." Ucap Vincent yang kali ini terdengar memaksa Felysia untuk menuruti keinginannya.


Karena tidak mau suaminya itu semakin merengek terus dan berakhir akan membuang buang waktu, Felysia memilih untuk menuruti kemauan Vincent. Ia berjinjit sedikit dan melingkarkan kedua tangannya di leher Vincent. Vincent terlihat begitu senang ketika keinginannya akan di turuti oleh Felysia, senyumannya terbit seiring wajah mereka yang semakin mendekat hingga beberapa saat tinggal sedikit lagi hingga bibir mereka akan bertemu, suara ketukan dari pintu kamar mereka membuat Felysia menjauhkan wajah mereka.


"Kamu pakai pakaian kamu, aku mau buka pintu dulu. Mungkin itu Mom yang mau bawa Lia kesini." Ucap Felysia dan ingin segera berlalu dari hadapan Vincent, tapi lengannya langsung di tahan oleh Vincent.

__ADS_1


"Aku belum dapat ciuman dari kamu loh, masa nggak dapat lagi hari ini." Ucap Vincent dengan eskpresi cemberut.


"Next time okay? Aku buka pintu dulu." Ucap Felysia dan setelah itu meninggalkan Vincent di dalam walk in closet itu sendiri.


Huh


Selalu saja begini, di saat ia akan mendapatkan apa yang ia mau, selalu saja ada penghalang. Dengan rasa malas Vincent mengambil pakaian kantor yang di sediakan oleh Felysia dan memakainya. Sedangkan Felysia yang membuka pintu, langsung mengambil alih Adelia yang tertidur di pelukan mertuanya itu.


"Lia rewel banget ya Mom?" Tanya Felysia sambil menimang nimang Adelia yang sudah terlelap sedari pelukan sang Nenek.


"Sempat rewel sedikit tadi, tapi untung nggak lama Lia udah diam." Ucap Sherly mengatakan apa yang ia alami tadi.


"Felysia minta maaf karena udah ngerepotin Mom,"


"Terima kasih Mom," ucap Felysia membalas senyuman Ibu mertuanya itu.


"Oh iya, Vincent mana? Sebentar lagi sarapan mau di mulai loh." Ucap Sherly ketika tidak melihat kehadiran Vincent.


"Vincent lagi ganti baju di walk in closet Mom," jawab Felysia.


"Yaudah kalo gitu Mom ke ruang makan dulu ya. Kamu sama Vincent nanti ikut nyusul," ucap Sherly yang di angguki oleh Felysia.

__ADS_1


Setelah kepergian Ibu mertuanya itu, Felysia menutup kembali pintu kamar mereka, dan membawa Adelia ke dalam box bayi bersama dengan Adelio. Tidak lama kemudian Vincent keluar dengan menggunakan kemeja putih beserta celana kain dan jas dan juga dasi yang masih berada di dalam genggamannya.


"Kamu mandi aja dulu, biar Lio sama Lia aku yang jaga." Ucap Vincent yang di angguki oleh Felysia. Ia menuju walk in closet untuk mengambil pakaian dan setelah itu ia ke dalam kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya yang hanya memakan waktu sekitar 10 menit, karena ia tidak ingin terlalu lama berada di dalam kamar mandi. Keadaan dulu dan sekarang berbeda, ketika Adelio dan Adelia ada maka ia harus selalu siaga.


Felysia keluar sudah langsung menggunakan pakaian santainya. Felysia menghampiri Vincent yang terlihat sedang memperhatikan Baby twins yang tertidur nyenyak itu.


"Sini aku pakein dasinya," Felysia mengambil alih dasi yang berada di genggaman Vincent, dan meminta Vincent untuk menghadap ke arahnya.


Wajah Felysia tampak begitu serius memasangkan dasi untuknya dan membuat Vincent tidak bisa mengalihkan pandangannya. Ia tiba tiba merasa rindu dengan semua yang selalu mereka lakukan dulu, ah ia hanya merindukan sikap istrinya seperti dulu. Ia hanya tidak ingin sikap Felysia yang sekarang jadi sedikit berbeda seperti ini. Sebulan ia menahannya tapi lama lama ia tidak bisa tahan.


"Aku rindu kamu yang dulu Fel," lirih pelan Vincent ketika Felysia telah selesai memakaikan dasi padanya.


Felysia mengerutkan keningnya. "Maksud kamu?" Tanya Felysia.


"Udah nggak apa apa, mending kita ikut sarapan." Ucap Vincent langsung mengalihkan topik.


"Kamu duluan aja, aku mau atur Baby twins dulu." Ucap Felysia yang di angguki oleh Vincent.


"Aku bantuin ya?" Tawar Vincent yang langsung mendapatkan penolakan dari Felysia.


"Kamu mending duluan aja, aku jadi nggak enak kalo salah satu di antara kita belum ada yang di ruang makan." Ucap Felysia yang di angguki oleh Vincent. Ia berjalan keluar sendiri menuju ke ruang makan, sedangkan Felysia yang mulai sibuk dengan Baby twins. Tidak mungkin ia akan membiarkan Baby twins sendiri di dalam kamar kan, dan seperti biasa ia akan menggunakan kereta bayi untuk ke ruang makan. Dengan perlahan Felysia mengangkat tubuh Baby twins secara bergantian ia memindahkan ke kereta khusus bayi itu.

__ADS_1


Sedangkan di ruang makan Vincent diberikan banyak pertanyaan karena hanya datang sendiri tanpa Felysia dan juga Baby twins. Vincent hanya menjawab seadanya jika Felysia sedang mengatur Baby twins sebelum ke ruang makan dan setelah itu ia memilih diam dan tidak berkata apa apa lagi. Pikirannya hanya di penuhi dengan sikap Felysia yang berubah padanya, ia rindu Felysia-nya kembali. Perhatian Felysia sekarang sudah sangat berbeda dan banyak hal yang mulai Felysia tolak ketika ia menginginkan sesuatu.


Sebulan Kehadiran Baby twins, sebulan juga ia merasa kurang di perhatikan oleh Felysia. Walaupun sebenarnya ia seharusnya mengerti dengan posisi Felysia yang sekarang yang sibuk mengurus Baby twins, tapi tetap saja ia jadi merasa jika Felysia mulai tidak membutuhkannya sekarang.


__ADS_2