
Siang ini Felysia sedang menjaga Baby twins yang tertidur nyenyak di box bayi setelah mereka di berikan ASI olehnya tadi. Senyumannya terbit melihat kedua pipi gembul Adelio dan juga Adelia. Selama sebulan ini kedua anaknya itu tumbuh dengan baik dan itu membuatnya merasakan senang. Melihat tumbuh kembang kedua bayinya itu yang sekarang sudah bisa berceloteh saat lapar membuat Felysia sering tersenyum senyum sendiri, setelah ia merasa puas memandangi Adelio dan juga Adelia, Felysia memilih untuk mengecek ponselnya, siapa tahu ada panggilan masuk yang tidak sempat ia angkat tadi karena kesibukannya mengurus Baby twins.
...5 panggilan Video tidak terjawab dari Suami Tampanđź’•...
Astaga ia tidak menyadari jika suaminya itu tadi sempat menghubunginya. Tanpa menunggu lama Felysia langsung menghubungi Vincent via panggilan suara. Jangan heran nama kontaknya itu karena Vincent sendiri yang membuatnya dan tidak mengijinkan Felysia untuk mengganti apa yang sudah ia buat itu.
Sudah 2 kali Felysia mencoba menghubungi Vincent, tapi Vincent belum juga menjawab panggilan darinya itu. Mungkin suaminya itu sedang sibuk bekerja dan tidak ingin di ganggu, pikirnya. Felysia meletakan ponselnya di nakas dan memilih untuk duduk bersandar di tempat tidur karena tidak tahu apa lagi yang akan ia lakukan karena Baby twins telah tidur dengan nyaman. Ia jadi sibuk dengan pikirannya saat mengingat percakapannya dengan Ibu mertuanya tadi pagi saat ia sedang menemani Baby twins berjemur di halaman depan.
"Fel," panggil Sherly pada Felysia yang sedang berjemur dengan Baby twins yang berada di dalam kereta bayi itu.
"Iya Mom," jawab Felysia mengalihkan pandangannya untuk menghadap ke arah Ibu mertuanya itu.
"Ada yang ingin Mom sampaikan sama kamu, Mom harap kamu nggak akan marah setelah ini." Ucap Sherly pelan mendekat ke arah Felysia, tapi cukup membuat Felysia di buat penasaran.
"Mom mau bilang apa sama aku?"
"Sebelum Mom bilang tujuan Mom, biarkan dia membawa Baby twins kedalam untuk bersama Grandma dulu." Ucap Sherly menunjuk seorang pelayan yang ikut dengannya itu.
"Baik Mom," Felysia memberikan akses untuk pelayan itu membawa Baby twins kedalam. Ia rasa sepertinya Ibu mertuanya itu ingin membicarakan hal serius hingga Baby twins di bawa masuk terlebih dahulu karena tidak ingin kelamaan berjemur di luar. Setelah Baby twins sudah berada di dalam, mereka memilih untuk duduk di salah satu bangku yang tersedia di halaman depan itu.
__ADS_1
"Ini soal Vincent," ucap Sherly menggantung ucapannya.
"Kenapa dengan Vincent, Mom?" Tanya Felysia yang belum mengerti dengan arah pembicaraan sang Ibu mertua.
"Mom lihat akhir akhir ini Vincent keliatan lebih banyak murung dan kata Dad, Vincent jadi kurang fokus sama pekerjaannya. Maaf bukannya Mom ingin mencampuri urusan rumah tangga kamu sama Vincent, tapi Mom hanya tidak ingin hal-hal yang tidak baik menimpa rumah tangga kalian." Ucap Sherly mulai menjelaskan, ia sudah mendengar dari sang suami jika akhir akhir ini Vincent terlihat tidak bersemangat selama di kantor.
Felysia mencerna setiap perkataan yang di katakan oleh Ibu mertuanya itu. Felysia yang tidak langsung menjawab itu membuat Sherly kembali membuka suaranya.
"Apa kalian ada masalah akhir akhir ini?" Tanya Sherly akhirnya memilih untuk bertanya.
Dengan cepat Felysia langsung menggelengkan kepalanya, karena memang di antaranya dan Vincent tidak ada masalah apa apa.
"Sayang, Baby twins memang sangat perlu di perhatikan. Tapi kamu juga jangan lupa sama tugas kamu sebagai seorang istri, Mom bukannya mau bela Vincent karena dia anak Mom. Tapi Mom cuma nggak mau kamu sama Vincent hubungannya lama-lama jadi renggang karena ini. Kalian harus menjaga komunikasi kalian berdua tetap baik walaupun kamu sibuk mengurus Baby twins."
"Maaf Mom, Felysia mengaku salah. Sejujurnya aku belum terlalu paham membagi waktuku untuk suami dan anak-anak. Apalagi kalo salah satu di antara Baby twins ada yang rewel, pasti dua-duanya akan ikut rewel. Setelah ini Felysia janji akan lebih adil dalam membagi waktu untuk Vincent dan juga Baby twins." Ucap Felysia panjang.
Sherly tersenyum mendengar ucapan Felysia barusan. Ternyata tidak susah untuk membuat Felysia mengerti dengan maksudnya. Menantunya itu memang masih muda dan juga belum berpengalaman dalam mengurus anak jadi ia merasa wajar jika Felysia belum tahu bagaimana cara membagi waktunya dengan baik.
Felysia tiba tiba tersadar dari lamunannya ketika merasakan seseorang yang memeluknya dan juga mengecup pipinya dari samping. Ia menoleh ke arah samping yang terdapat Vincent yang tersenyum manis ketika tahu ia menyadari keberadaan suaminya itu.
__ADS_1
"Kenapa ngelamun? Sampai nggak sadar aku masuk ke kamar loh tadi." Ucap Vincent pada Felysia yang hanya diam dan tidak menjawab.
"Sayang, hey kok diam sih? Aku nanya loh kamu kenapa ngelamun?" Tanya Vincent lagi tapi sekali lagi tidak mendapatkan jawaban dari Felysia.
"Kalo aku ada salah aku minta---," ucapan Vincent langsung terpotong ketika Felysia langsung memeluknya dengan erat.
"Aku minta maaf," ucap Felysia dan mulai terisak yang membuat Vincent jadi khawatir.
"Sayang, kamu kenapa? Siapa yang udah nyakitin kamu sampai kamu nangis kayak gini?" Tanya Vincent langsung melepaskan pelukan Felysia di tubuhnya dan menangkup kedua pipi Felysia dengan kedua telapak tangannya.
Felysia langsung menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Aku minta maaf karena aku udah buat kamu jadi nggak fokus kerja karena sikap aku." Ucap Felysia sambil sesenggukan.
Vincent mercena apa yang di katakan oleh Felysia barusan. Apa Ayahnya mengatakan pada ibunya tentang yang ia katakan tadi, tapi itu mustahil karena mana mungkin Ibunya itu punya waktu untuk mengatakan itu pada Felysia ketika siang ini dengan tiba tiba Ibunya datang ke kantor untuk membawakan makan siang untuk sang Ayah. Tidak mungkin Ibunya mengatakan semua itu lewat telepon karena jika akan berbicara serius pasti Ibunya itu akan lebih mengutamakan harus bertemu secara langsung.
"Siapa yang bilang kayak gitu sama kamu?" Tanya Vincent memilih untuk bertanya dulu untuk menghilangkan rasa penasarannya.
"Tadi pagi, saat aku lagi berjemur sama Baby twins, Mom cerita kalo kamu akhir-akhir ini sering murung dan kata Dad kamu jadi kurang fokus sama kerjaan kamu, ini semua gara gara aku kan." Ucap Felysia masih dengan sesengguhkannya.
Vincent langsung membawa Felysia kedalam pelukannya kembali. Ia menepuk nepuk pundak Felysia dengan pelan, mencoba menenangkan Felysia yang sesengguhkan itu.
__ADS_1
"Udah jangan nangis ya, sekarang waktunya kita berdua bicara baik baik untuk kedepannya." Ucap Vincent melepaskan pelukan mereka dan menghapus sisa-sisa airmata di wajah Felysia.