Terpaksa Mau Menikah 2

Terpaksa Mau Menikah 2
Mimpi yang Terasa Nyata


__ADS_3

Felysia membuka matanya secara perlahan dengan rasa pedih yang ia rasakan di matanya ketika matanya telah terbuka dengan sempurna. Satu tangannya terulur menyentuh wajahnya yang terasa basah.


Apa ia menangis dalam tidurnya?


Apa semuanya hanya mimpi?


Apa Vincent sama sekali tidak ada disini?


Pikiran-pikiran itu mulai muncul di pikirannya. Pandangan Felysia langsung menyapu bersih seisi kamar untuk mencari keberadaan Vincent yang sama sekali tidak ada tanda-tanda keberadaannya itu. Dengan masih sedikit berharap jika semalam bukanlah mimpi, Felysia bangun dari tidurnya dan berjalan menuju ke walk in closet untuk mencari keberadaan Vincent tapi nyatanya tidak ada, ia beralih ke kamar mandi yang juga sama hanya kekosongan didalamnya. Tidak ada tanda-tanda jika Vincent pulang semalam, ternyata ia hanya sedang bermimpi, mimpi yang terasa begitu nyata.


Baru satu hari Vincent tidak ada bersama dengannya, rasa rindu itu sudah ada karena tidak adanya Vincent yang biasanya selalu berada di sampingnya setiap ia pulang kerja. Hari ini terasa sangat berbeda, dan rasanya ia jadi tidak bersemangat menjalani harinya hari ini. Felysia melangkah ke box bayi untuk melihat Adelio dan juga Adelia yang ternyata sudah bangun dan sedang berceloteh entah apa.


Sejak kapan anak-anaknya itu bangun, pikirnya. Karena sedari tadi ia tidak mendengarkan suara tangisan dari Adelio maupun Adelia. Anak-anaknya itu seperti tahu jika ia sedang dalam suasana hati yang tidak baik hingga tidak menangis saat mereka bangun.


"Sayang, anak-anak Mommy udah bangun ya?" Ucap Felysia yang di balas celotehan oleh Adelio dan juga Adelia.


"Kalian kangen sama Daddy, nggak sayang?"


"Pasti kalian kangen kan, sama Mommy juga kangen sama Daddy."


"Daddy kalian pasti marah banget sama Mommy, makanya Daddy belum pulang sampai sekarang." Ucap Felysia terus mengajak bercerita kedua anaknya itu.


"Kita ke kantor Daddy ya? Siapa tau Daddy ada disana."


Walaupun Babytwins hanya menjawab dengan celotehan riang, tapi menurut Felysia itu sudah di rasa cukup. Sebelum akan bersiap, ia terlebih dahulu menyusui Babytwins sebelum mereka menangis karena kehausan, setelah itu ia memandikan kedua anaknya itu secara bergantian dan setelah itu ia yang gantian membersihkan dirinya dan bersiap-siap untuk ke kantor Vincent.


Saat sementara ia sedang bersiap-siap, dan sedang memoles dirinya dengan sedikit makeup, suara ketukan pintu membuatnya menghentikan apa yang sedang ia lakukan.

__ADS_1


"Mom, ada kenapa?" Tanya Felysia ketika ia membuka pintu dan melihat ternyata Ibu mertuanya yang mengetuk pintu kamarnya dan Vincent tadi.


"Baby Sitter yang akan bantu-bantu kamu ngurus Lio dan Lia udah datang sayang." Jawab Sherly menjawab pertanyaan singkat dari menantunya itu.


"Bukannya nggak jadi ya Mom? Soalnya kan seharusnya kemarin Baby Sitternya datang."


"Jadi kok, cuma kemarin Baby Sitternya belum sempat kesini. Kemarin Vincent yang bilang sendiri sama Mom, emangnya Vincent nggak bilang sama kamu?"


Tanpa sadar Felysia menggelengkan kepalanya dan hal itu tidak luput dari pandangan Sherly. Ia jadi heran sendiri, dan sedikit merasa jika ada perubahan yang terjadi sejak kemarin malam hingga hari ini. Tidak biasanya Vincent tidak pulang, kecuali jika sedang keluar kota karena perjalanan bisnis.


"Sebenarnya kamu sama Vincent kenapa?" Tanya Sherly tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi.


"Nggak kok Mom, aku sama Vincent baik-baik aja." Jawab pelan Felysia.


Sherly menghela nafas pelan, dari cara Felysia menjawab pertanyaannya, sudah dapat ia simpulkan pasti ada sesuatu yang terjadi diantara anak dan juga menantunya itu.


"Iya Mom, makasih. Aku akan lakukan seperti yang Mom katakan." Jawab Felysia tersenyum yang di balas oleh Sherly.


"Kamu mau kemana? Kok dandan gini." Tanya Sherly ketika ia baru menyadari jika Felysia berdandan seperti akan bepergian ke suatu tempat.


"Aku mau ke kantor Vincent, Mom."


"Nah pas banget kalo kamu mau ke sana, udah ada Baby Sitter yang bisa menemani kamu," ucap Sherly.


"Nggak apa-apa Mom, biar Baby Sitternya istirahat dulu. Kan kasihan baru datang terus langsung kerja." Ucap Felysia menolak dengan cara halus.


"Astaga kamu ini, itu Baby Sitternya sudah datang dari semalam, tapi pas kamu udah tidur jadi belum sempat bertemu dengan kamu. Dan Baby Sitternya udah siap untuk kerja hari ini, jadi kamu nggak usah khawatir jika dia belum istirahat."

__ADS_1


"Baiklah Mom,"


"Oh iya cucu-cucu, Mom masih bobo ya?" Tanya Sherly, karena sedari tadi ia dan juga Felysia hanya terlibat pembicaraan di depan pintu kamar.


"Mereka udah bangun kok Mom, kan aku jadi lupa ngajak Mom kedalam." Felysia seketika menepuk pelan dahinya, ia langsung mengajak Ibu mertuanya itu kedalam kamar untuk melihat Adelio dan juga Adelia.


"Mereka lagi anteng ya Fel," ucap Sherly ketika melihat Adelio dan Adelia yang sedang berceloteh dan sesekali tertawa.


"Iya nih Mom," jawab Felysia.


"Oh iya bentar lagi Baby Sitternya akan kesini buat perkenalan diri ke kamu."


"Iya Mom,"


Sesuai dengan yang dikatakan oleh Ibu mertuanya itu, sebuah suara ketukan kembali terdengar di pintunya. Felysia bergegas membuka pintu dan terlihatlah seorang wanita yang usianya berkisaran di awal 40 tahunan.


"Selamat pagi Bu, saya Erni Baby Sitter yang akan membantu Ibu Felysia." Ucap wanita yang diketahui bernama Erni itu.


"Selamat pagi juga, Bu Erni. Mari masuk kedalam," dengan ramah Felysia mengajak Bu Erny masuk kedalam kamarnya itu.


Wanita itu mengikuti Felysia yang masuk kedalam kamar dengan perlahan. Di dalam kamar itu ia melihat ada dua orang bayi yang berada di dalam box bayi dan sedang di ajak berbicara oleh Nenek dari kedua bayi itu.


"Ini kedua anak saya Bu, yang laki-laki namanya Adelio, dan yang perempuan namanya Adelia." Ucap Felysia mulai membuka suara untuk menjelaskan tentang apa yang harus Bu Erni selama akan bekerja bersamanya. "Yang laki-laki merupakan kakak, dan yang adik si perempuan ini." Bu Erny menggangguk mengerti mendengar lanjutan perkataan Felysia.


"Jadi tugas Bu Erny tidak susah, Bu Erni hanya akan membantu saya di saat saya sedang kerepotan saja di saat Baby twins sedang rewel dan hal lain juga di saat saya tidak bisa menanganinya sendiri." Ucap Felysia ke topik utama.


"Baik Bu, akan saya lakukan sesuai dengan perkataan Ibu Felysia." Ucap wanita paruh baya itu.

__ADS_1


__ADS_2