
Saat ini Felysia dan juga Vincent duduk bersandar di tempat tidur, dengan kepala Felysia ia posisikan di bahu Vincent. Setelah acara drama menangis tadi, kini mereka berdua belum terlibat pembicaraan lagi karena keduanya seperti sibuk dengan pikiran masing masing.
"Lio, sama Lia udah tidur dari tadi ya?" Tanya Vincent memecahkan keheningan yang tercipta di antara mereka.
"Belum lama kok," ucap Felysia. "Kamu kenapa kok udah pulang kerja aja? Bukannya di kantor lagi ada masalah ya?" Tanya Felysia, ia mengubah posisi tubuhnya menjadi menghadap Vincent.
Kedua sudut bibir Vincent terangkat membentuk senyuman, dan sebelum ia menjawab pertanyaan dari Felysia, ia mengangkat satu telapak tangannya untuk mengusap sayang kepala istrinya itu.
"Aku pulang karena nggak semangat kerja, karena istri aku nggak perhatian lagi sama aku." Ucap Vincent dengan nada bicara yang di buat-buat seperti orang merajuk.
Felysia terdiam sebentar karena bingung mau menanggapi apa, tapi setelah itu sebuah kecupan ia daratkan di pipi Vincent.
"Maaf karena aku udah jarang perhatian sama kamu selama ini. Aku bukannya sengaja, tapi aku belum bisa sesuain waktu aku antara kamu sama Baby twins." Ucap Felysia dan langsung menghambur kedalam pelukan Vincent.
"Aku juga minta maaf karena nggak ngertiin kamu, seharusnya aku ngerti dengan kondisi kamu sekarang yang sibuk mengurus kedua bayi tercinta kita." Balas Vincent membalas pelukan Felysia dan sesekali ia memberikan sebuah kecupan di kepala Felysia.
Setelah beberapa menit Vincent duluan yang melepaskan pelukan mereka, tapi karena ia ingin mengubah posisi Felysia menjadi duduk di atas pangkuannya.
"Mau apa?" Tanya Felysia ketika ia sudah duduk menyamping di pangkuan Vincent.
__ADS_1
"Pengen minta vitamin aku, udah beberapa hari aku puasa nggak dapat vitamin dari kamu. Eh bukan cuma beberapa hari, tapi emang udah jarang dapat juga." Ucap Vincent dengan wajah yang mulai ia dekatkan dengan Felysia. Kedua sudut bibir Felysia terangkat membentuk senyuman dan tetap berada di posisinya tanpa mundur sedikitpun. Hingga saat hampir saja bibir mereka akan bertemu, Vincent menjauhkan wajah mereka yang membuat Felysia jadi bertanya-tanya.
"Kenapa?" Tanya Felysia pada Vincent yang memilih tidak menjawab, ia menurunkan Felysia dari pangkuannya setelah itu turun dari tempat tidur dan berjalan menghampiri box bayi yang berisi Adelio dan juga Adelia.
"Sayang, anak Daddy yang ganteng dan cantik, Daddy mohon jangan ganggu Daddy pas mau minta vitamin penambah tenaga Daddy ke Mommy kalian ya." Ucap Vincent yang membuat Felysia menggelengkan kepalanya melihat Vincent yang ternyata sedang mencoba bernegosiasi dengan anak-anak mereka dulu.
"Vincent kamu ngapain sih astaga," ucap Felysia merasa tidak habis pikir.
"Shutttt, nanti Baby twins nangis kalo kamu berisik. Aku nggak mau nggak dapat lagi vitamin aku hari ini." Ucap Vincent kembali naik ke tempat tidur dan kembali memposisikan Felysia seperti posisi tadi.
"Kamu ada-ada deh, lagian kayak Baby twins bakal paham aja kamu ngomong kayak gitu sama mereka." Ucap Felysia, ia melingkarkan kedua tangannya di leher Vincent dan menarik posisi kepala Vincent agar lebih mendekat ke arahnya.
"Pasti mereka paham, Daddy bucin mereka ini paling nggak bisa nggak dapat asupan vitamin dari Mommy mereka. Udah jarang banget dapat juga pas Baby twins lahir, jadi harus dapat yang lama hari ini." Ucap Vincent dengan senyuman manis yang ia tunjukkan pada Felysia.
"Huaaa dua minggu lagi, cobaan apa ini." Ucap Vincent mendramatisir yang membuat Felysia tertawa. "Tapi nggak apa apa, yang penting aku dapat ciuman dari kamu hari ini."
Vincent langsung mendekatkan wajah mereka hingga nafas mereka sama-sama saling beradu dan tidak ada jarak di antara mereka. Kedua mata mereka tertutup seraya menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Vincent yang selalu memperlakukan Felysia dengan lembut itu, membuat Felysia merasa sangat nyaman.
Setelah beberapa menit berlalu, mereka berdua menjauhkan wajah mereka ketika merasakan pasokan udara di paru-paru mereka menjadi menipis. Vincent mengakhiri ciuman mereka dengan sebuah kecupan di dahi Felysia yang ia tahan selama beberapa saat.
__ADS_1
Saat Vincent melepaskan kecupannya itu tiba-tiba terdengar suara tangisan dari arah box bayi yang membuat mereka berdua tertawa.
"Ternyata mereka nurutin kemauan kamu tuh," ujar Felysia bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Adelio dan Adelia yang sedang menangis itu.
"Udah pasti dong, mereka pasti ngerti bagaimana sengsaranya jadi aku." Ucap Vincent menyusul Felysia turun dari tempat tidur dan membantu Felysia menenangkan Adelio. Sedangkan Adelia sudah berada di pelukan Felysia dan sedang menyusui dengan lahap.
Felysia memilih untuk duduk di pinggir tempat tidur untuk memposisikan dirinya dengan nyaman saat sedang menyusui.
"Sayang, kayaknya kalo pake gantian gini lama-lama salah satu dari Baby twins akan dehidrasi karena kelamaan nunggu." Ucap Vincent sambil sementara menenangkan Adelio yang menangis di gendongannya itu.
"Aku juga rasa kayak gitu, tapi aku bingung mau gimana." Ucap Felysia karena ini adalah pengalaman pertama untuknya
Vincent mencoba memutar otaknya. Apa yang bisa dilakukan agar Baby twins tidak ada yang menangis setiap Felysia sedang menyusui mereka. Ia memutuskan untuk mencari di Internet cara apa saja yang bisa di lakukan, tapi sebelum itu Vincent meletakan Adelio kedalam box bayi terlebih dahulu.
"Fel, kayaknya aku punya cara yang bisa buat salah satu di antara Lio dan Lia nggak nangis setiap kamu nyusuin mereka deh." Ucap Vincent langsung menunjukkan sebuah web yang memuat tentang pertanyaan yang ia cari itu. Felysia menatap gambar yang ada di tablet itu dengan seksama.
"Kamu yakin ini aman buat Baby twins?" Tanya Felysia sedikit merasa ragu.
"Aku sedikit ragu sih, tapi kamu nggak mungkin tega kan biarin salah-satu di antara mereka harus ada aja yang nangis tiap kamu nyusuin mereka. Mending kita coba aja dulu, kalo emang kamu ngerasa nggak nyaman, nggak usah di terusin lagi." Ucap Vincent.
__ADS_1
"Ya udah kita coba dulu aja kalo gitu. Tapi kayaknya nanti aja karena ini Lia udah tenang. Aku minta tolong kamu ambilin Lio buat aku susuin" ucap Felysia yang di turuti oleh Vincent, ia mengambil Adelia terlebih dahulu dari gendongan Felysia dan membawa Adelia ke dalam box bayi terlebih dahulu dan ia ganti mengambil Adelio dan memberikannya pada Felysia untuk di susui.
Sementara Felysia yang sibuk menyusui Adelio, Vincent memilih untuk sibuk bersama dengan Adelia yang tidak lagi tidur dan terus berceloteh entah apa itu, tapi cukup membuat Vincent jadi terhibur.