Terpaksa Mau Menikah 2

Terpaksa Mau Menikah 2
Morning Sayang


__ADS_3

Pagi harinya....


Hari kini telah berganti menjadi pagi, dan kembali Felysia sudah harus di sibukkan untuk mengurus Adelio dan Adelia, dengan bantuan dari Bu Erni. Saat ini mereka sedang berada di samping kamarnya dan Vincent, yang adalah kamar khusus untuk kedua bayi kembar itu. Sebenarnya Kedua bayi itu belum akan di buat kamar terpisah dengannya dan sang suami. Hanya saja karena kehadiran dari Bu Erni membuat Felysia harus melakukan itu. Karena tidak mungkin kan, di saat ia butuh bantuan dari Bu Erni, wanita paruh baya itu harus masuk ke kamar utama. Apalagi Felysia dapat melihat jika wanita paruh baya itu terlihat sangat kaku ketika berhadapan dengan Vincent, berbeda saat bersamanya.


Setelah selesai mengganti popok, Felysia menuju ke arah kamar mandi yang ada di kamar tersebut untuk mencuci tangannya.


"Bu, jagain Lio sama Lia dulu ya. Saya harus bangunin suami dulu." Ucap Felysia setelah ia kembali dari mencuci tangannya.


"Baik Nyonya." Ucap Bu Erni yang di tanggapi senyuman oleh Felysia.


"Lio sama Lia disini dulu sama Bu Erni ya sayang. Mommy mau bangunin Daddy kalian yang kebo itu." Ucap Felysia sambil mengecup kepala kedua bayi itu secara bergantian, sebelum ia benar-benar keluar dari kamar itu.


Saat telah berada di kamarnya dan Vincent. Felysia di buat menggelengkan kepalanya ketika melihat suaminya itu masih tertidur dengan nyenyak.


"Vincent, ayo bangun udah pagi." Ucap Felysia duduk di pinggir tempat tidur, dan mulai menggoyang-goyangkan tubuh pria itu.


"Vincent, kamu kerja loh hari ini." Ucap Felysia tidak ingin menyerah untuk membangunkan suaminya itu.


"Morning sayang," ucap Vincent setelah ia berhasil terbangun karena usaha dari istrinya itu.


"Morning. Bangun yuk, udah pagi." Ucap Felysia yang mendapatkan gelengan kepala dari pria itu.


"Sepuluh menit lagi, aku masih ngantuk." Ucap Vincent sambil menarik tubuh istrinya itu untuk ikut berbaring bersamanya.


Vincent langsung memeluk Felysia dengan erat, dan menenggelamkan kepalanya di leher istrinya itu.


"Kamu udah mandi ya pagi-pagi?" Tanya Vincent yang membuat Felysia merasa geli, karena nafas pria itu menerpa kulit lehernya saat berbicara.


"Mana sempat aku mandi pagi-pagi. Emang kenapa?" Tanya Felysia sambil memainkan rambut Vincent dengan salah satu tangannya.


"Kamu wangi biarpun belum mandi." Ucap Vincent sambil memainkan jari jemari Felysia yang bebas.

__ADS_1


"Nggak usah gombal deh Vin. Kita udah bukan ABG loh, udah punya Lio dan Lia sekarang." Ucap Felysia sambil terkekeh.


Mendengar perkataan istrinya itu, membuat Vincent membalikkan tubuh wanita itu, agar berhadapan dengannya.


"Emang kenapa kalo udah ada Lio dan Lia? Ya kan nggak masalah, aku akan tetap sayang dan cinta sama kamu seperti sebelumnya. Mau tanpa atau adanya kehadiran Baby twins, kamu yang utama buat aku." Ucap Vincent yang membuat Felysia tersenyum.


"Makasih," ucap Felysia sambil mengelus lembut pipi kanan Vincent, hingga membuat pria itu menutup matanya menikmati usapan halus tangan istrinya itu di wajahnya.


"Ya udah sekarang, kamu mandi dulu. Nggak lupa kan, kalo mulai hari ini kamu udah harus kembali bekerja lagi?" Ucap Felysia yang mendapatkan anggukan dari Vincent.


"Temenin aku mandi yuk," ajak Vincent dengan kedua alis yang ia naik turunkan itu.


"Nggak mau! Nggak usah aneh-aneh deh. Mandi aja sendiri, aku tau kamu punya maksud lain lagi kayak kemarin. Sekarang waktunya kerja, nanti yang ada kamu balik tidur lagi." Ucap Felysia mulai mengomel, yang membuat Vincent terkekeh.


"Iya-iya aku mandi sendiri aja kalo gitu," ucap Vincent pura-pura merajuk. Pria itu bangun dari tidurnya dan melangkah menuju ke kamar mandi tanpa mau melihat ke arah Felysia lagi.


Felysia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah ajaib dari suaminya itu. Biarkanlah, kalau pun pria itu merajuk pada dirinya, tidak akan lama juga. Karena yang pasti pria itu tidak akan tahan berlama-lama jauh dari dirinya.


Sementara menunggu Vincent yang sedang mandi, Felysia merapikan tempat tidur mereka, setelah itu ia menyiapkan pakaian kantor untuk suaminya itu.


"Kenapa?" Tanya Felysia tanpa mau membuka pintu kamar mandi itu, berbeda dengan Vincent yang langsung membuka pintu kamar mandi itu, yang membuat Felysia langsung melotot.


"Astaga!" Tepuk Felysia di dahinya karena ulah suaminya itu. " Kamu kalo mau buka pintu, pakai handuknya dulu dong." Tegur Felysia yang mendapatkan kekehan dari Vincent.


"Udah nggak ada stok handuk bersih lagi di kamar mandi, dan aku baru tau pas baru selesai mandi. Ini juga aku mau minta kamu ambilkan handuk." Ucap Vincent dengan begitu santainya.


"Tapi nggak dengan buka lebar-lebar pintu kamarnya juga kali. Kamu nggak malu nggak pakai baju gini?" Tanya Felysia yang langsung mendapatkan gelengan kepala dari Vincent.


"Ya ngapain aku malu. Aku kayak gini juga, cuma kamu yang liat." Ucap Vincent sambil menaik turunkan alisnya menggoda Felysia.


"Udah-udah, pikirannya di jaga. Nggak usah mesum pagi-pagi." Ucap Felysia sambil berjalan menuju ke tempat penyimpanan handuk bersih, dan setelah itu ia kembali dengan membawa satu handuk yang langsung ia berikan pada suaminya itu.

__ADS_1


"Ya nggak apa-apa, kita udah nikah. Bebas aja kalo mau mesum kapan aja." Ucap Vincent sambil mengikuti Felysia yang berjalan menuju ke arah tempat tidur mereka.


"Udah nggak usah bahas yang aneh-aneh. Sekarang ganti pakaian kamu." Ucap Felysia yang langsung di turuti oleh suaminya itu.


"Nggak ganti disini juga kali Vin, ganti di walk in closet kan bisa." Decak Felysia yang sama sekali tidak di pedulikan oleh pria itu.


"Kelamaan sayang kalo gantinya disana. Selagi Lio dan Lia lagi nggak disini, ya nggak apa-apa." Ucap Vincent yang kini telah selesai menggunakan pakaian kerjanya, selain dasi dan juga jas kerjanya yang memang akan ia gunakan setelah ia selesai sarapan nanti. Tapi untuk dasi, itu adalah tugas dari Felysia untuk memasangkannya.


"Terserah kamu deh," ucap Felysia yang kini memakaikan nasi pada suaminya itu.


Cup


Cup


Cup


"Vincent stop, aku lagi ikat dasi kamu." Ucap Felysia yang menjadi tidak fokus karena pria itu terus-menerus memberikan kecupan-kecupan di bibirnya.


"Nggak mau sayang, nggak mau." Ucap Vincent yang membuat Felysia bergidik ngeri yang membuat pria itu langsung tertawa.


"Kamu gemesin deh, jadi pengen bawa ke tempat tidur, terus aku peluk seharian jadinya." Ucap Vincent yang di tanggapi putaran bola mata malas dari Felysia.


"Stop lebaynya deh. Sekarang kita sarapan." Ucap Felysia sambil menarik tangan Vincent untuk mengikutinya.


"Tapi sayang, kamu belum kasih ciuman selamat pagi buat aku loh." Ucap Vincent saat mereka kini telah berada di anak tangga.


"Tadi kan udah," ucap Felysia tanpa melihat ke arah Vincent.


"Yang tadi kan aku yang cium kamu duluan, dan itu artinya beda." Protes Vincent.


"Di buat sama aja, kamu bisa telat kalo kamu bertingkah seperti ini terus tau." Decak Felysia.

__ADS_1


"Aku nggak masalah telat, aku bosnya dan nggak akan ada yang marah kalo aku telat juga." Ucap Vincent.


"Bos bukan berarti bisa seenaknya ya," Ucap Felysia melihat sekilas ke arah Vincent dan setelah itu kembali melanjutkan langkahnya.


__ADS_2