Terpaksa Mau Menikah 2

Terpaksa Mau Menikah 2
Makin Sayang Sama Kamu


__ADS_3

"Sayangnya Daddy. Daddy kangen sama kalian berdua." Ucap Vincent sambil mengelus kepala kedua anaknya itu. Akhirnya ia bisa bertemu dengan anak-anaknya setelah Theresia dan juga suaminya pulang.


Sementara Vincent yang sedang sibuk bersama dengan kedua anaknya itu, Felysia sedang berada di dapur untuk memasakkan sesuatu untuk suaminya itu. Karena hari ini, pria itu sama sekali belum makan, dan tentu ia tidak ingin sampai Vincent jatuh sakit nantinya.


"Daddy kira, Daddy nggak akan bisa ketemu sama kalian dan juga Mommy kalian lagi." Ucap Vincent terus bercerita sambil tersenyum melihat kedua bayi kembar itu yang saat ini dalam keadaan tertidur nyenyak.


"Kalian berdua mau tau sebuah rahasia. Daddy punya kejutan yang Daddy harap Mommy bakal suka dengan kejutan yang Daddy kasih, bukan cuma Mommy, tapi semoga nanti kalian akan menyukainya saat kalian sudah mengerti nanti." Ucap Vincent lagi.


Ekhem


Suara deheman yang tiba-tiba dari belakang, membuat pandangan Vincent teralihkan ke asal suara. Seseorang yang tadinya berdehem itu, tidak lain adalah istrinya sendiri.


"Sini," panggil Felysia sambil meletakkan nampan yang berisi makanan di atas meja yang berada di kamar mereka itu. Dengan cepat Vincent langsung mendekat ke arah istrinya itu, dan langsung memeluk wanita itu dari belakang.


"Kangen sayang, kangen banget." Ucap Vincent sambil memberikan kecupan-kecupan kecil di kepala Felysia itu.


"Makanya jangan suka bercanda sama hal kayak gitu, untung aja aku belum beneran tinggalin kamu." Ucap Felysia sambil mengusap pelan kedua tangan Vincent yang melingkar di tubuhnya itu.


"Ih jangan. Aku nggak akan biarin kamu ninggalin aku pokoknya." Ucap Vincent mengeratkan pelukannya pada sang istri.


"Iya-iya. Yaudah lepasin dulu pelukannya, luka kamu harus di obati sama terus kamu juga harus makan. Kata kamu tadi, kan belum makan sama sekali, nanti sakit loh." Ucap Felysia dengan penuh perhatiannya.


Cup


"Jadi makin sayang jadinya aku sama kamu." Ucap Vincent setelah memberikan sebuah kecupan di pipi Felysia, ia melepaskan pelukannya pada sang istri dan memilih untuk duduk di pinggir tempat tidur. Sementara Felysia, mengambil kotak obat untuk mengobati suaminya itu.


"Aduh," ringis Vincent saat Felysia sementara mengobati lukanya itu.

__ADS_1


"Makanya jangan suka bercanda, kan kena pukul sama Ayah sekarang." Ucap Felysia mengomel yang membuat Vincent tersenyum. Ia suka dengan Felysia yang seperti ini padanya.


"Maaf sayang, janji deh nggak ngulangin lagi. Tapi kalo aku ingat ya." Ucap Vincent yang langsung membuat Felysia langsung menekan luka suaminya itu menggunakan kapas, hingga membuat Vincent meringis kesakitan.


"Awas aja kalo sampe kamu ngulangin ya. Aku beneran bakal ninggalin kamu." Ucap Felysia memberikan ancaman, dan kembali fokus mengobati luka Vincent.


"Nggak boleh. Aku bakal kurung kamu di kamar kalo perlu, biar nggak bisa ninggalin kamu nantinya." Ucap Vincent mengambil satu tangan istrinya it, dan membawanya kedalam genggaman tangannya.


"Nggak gitu juga kali Vincent. Udah-udah sekarang kamu makan dulu terus mandi." Ucap Felysia sambil melepaskan genggaman tangan Vincent karena ia harus membereskan kotak obat yang ia gunakan untuk mengobati luka Vincent itu.


"Kok mandi juga?" Tanya Vincent sambil mengikuti pergerakan Felysia yang berjalan menuju ke tempat penyimpanan kotak obat.


"Iya mandi. Pakaian kamu udah kotor gini loh." Ucap Felysia kembali mendekat ke arah Vincent.


"Ya aku lakuin ini juga kan biar bisa ketemu sama kamu dan juga Baby twins. Aku rela mau di pukul sebanyak apapun sama Ayah, yang penting aku punya kesempatan untuk bersama kamu, Lio, dan Lia." Ucap Vincent yang membuat kedua sudut bibir Felysia terukir sebuah senyuman.


Felysia hanya memperhatikan Vincent yang terlihat begitu lahap dengan makanannya. Hingga suara tangisan dari box bayi membuat wanita itu langsung dengan cepat melangkah ke arah box bayi tersebut. Bukan hanya Felysia, Vincent juga ikut melangkah menuju ke box bayi setelah meletakkan piringnya di atas meja.


"Sayang, anak Mommy udah bangun ya. Nyenyak tidurnya sayang, pasti nyenyak dong. Sekarang udah laper lagi ya, makanya kebangun." Ucap Felysia sambil mencoba menenangkan Lio dan Lia yang menangis itu.


"Aku bantuin nenangin Baby twins ya?" Ucap Vincent memberikan tawaran pada Felysia, yang langsung mendapatkan gelengan kepala dari wanita itu.


"Kamu makan aja, biar Lio sama Lia aku yang nanti nenangin mereka. Kamu makan aja dulu, terus mandi. Aku nanti bisa di bantuin sama Bu Erni." Ucap Felysia sambil mengangkat tubuh Lio dalam gendongannya.


"Tapi..." Ucap Vincent ragu karena tidak mungkin ia membiarkan anak-anaknya menangis, dan ia hanya melihatnya saja tanpa melakukan apa-apa.


"Udah kamu dengerin aja apa aku. Lagian nggak mungkin kan kamu peluk Lia dengan keadaan baju kamu udah kotor gini." Ucap Felysia yang membuat Vincent berpikir jika yang dikatakan oleh istrinya itu ada benarnya juga.

__ADS_1


"Yaudah aku bantuin panggilkan Bu Erni aja kalo gitu. Aku nggak bisa makan dengan tenang kalo Baby twins lagi rewel kayak gini." Ucap Vincent dan langsung keluar dari dalam kamar tanpa persetujuan dari Felysia.


Tidak beberapa lama kemudian Vincent kembali bersama dengan Bu Erni yang langsung membantu Felysia menenangkan bayi kembar itu. Untung saja kerewelan dari kedua anak-anaknya itu tidak memakan waktu lama, hingga membuat Vincent bisa menyelesaikan memakan makanannya dengan tenang.


Bu Erni langsung pamit untuk keluar dari kamar, setelah ia selesai membantu menenangkan Lio dan Lia. Ia merasa tidak enak ketika harus berada di dalam kamar saat sedang ada Vincent di dalamnya.


"Vincent, kamu main sama Lio dan Lia bentar ya. Aku mau ambilkan pakaian ganti buat kamu." Pinta Felysia yang langsung di sanggupi oleh Vincent.


Selagi menunggu Felysia yang sedang mengambilkan pakaian ganti untuknya, Vincent mengajak berbicara kedua anaknya itu yang kini sedang melihat ke arahnya sambil tersenyum. Seakan mereka berdua tahu, jika pria yang sedang melihat mereka itu adalah ayah mereka.


"Anak-anak Daddy, cantik dan ganteng ya kalo lagi senyum." Ucap Vincent ikut tersenyum juga.


"Kalian kangen nggak sama Daddy? Pasti kangen kan? Karena Daddy juga kangen sama kalian." Ucap Vincent.


"Vincent," panggil Felysia setelah keluar dari ruangan ganti setelah mengambilkan pakaian Vincent yang memang sengaja di sediakan di ayahnya itu, agar saat mereka tiba-tiba menginap tanpa persiapan, mereka tidak perlu khawatir tentang pakaian lagi.


Cup


"Aku mandi dulu sayang." Ucap Vincent setelah berhasil mencuri sebuah kecupan di bibir istrinya itu.


*


*


*


Kalian nggak masalahkan kalo aku update sehari sekali aja, tapi tiap hari?

__ADS_1


__ADS_2