Terpaksa Mau Menikah 2

Terpaksa Mau Menikah 2
Jangan Pegang-pegang Suami Aku


__ADS_3

Felysia berjalan dengan terburu-buru untuk keruangan Vincent. sekarang ia telah berada di lantai ruangan Vincent berada setelah tadi ia menenangkan Baby twins yang di bantu oleh Bu Erni. Dan setelah Baby twins tenang, Felysia meninggalkan Baby twins untuk sementara waktu bersama dengan Bu Erni menunggu di sebuah ruangan khusus. Walaupun ia masih merasa sangat sakit hati, tapi ia harus bertemu dengan Vincent. Ia tidak lagi mengeluarkan air matanya, ia tidak ingin terlihat lemah di depan wanita itu nantinya. Tak akan ia biarkan wanita itu memiliki apa yang telah menjadi miliknya, tidak segampang itu ia akan membiarkan suaminya di rebut seperti itu. Tanpa menghiraukan panggilan dari sekretaris Vincent yang melarangnya untuk masuk, Felysia langsung mendorong kuat pintu ruangan itu yang membuat kedua manusia yang sedang membahas tentang bisinis di sofa di buat kaget dan langsung melihat ke arah pintu yang di buka dengan sekuat tenaga itu.


"Felysia, kamu ngapain disini?" Tanya Vincent dengan santai ia berdiri menghampiri istrinya itu yang sorot matanya menatap tajam pada Theresia, yang membuat wanita itu seketika bergidik ngeri, astaga mimpi apa ia semalam hingga harus bertemu dengan istri Vincent seperti ini.


Bukannya menjawab pertanyaan dari Vincent, Felysia malah mengalungkan kedua tangannya di leher Vincent dan hal selanjutnya yang terjadi membuat Vincent di buat kaget tapi tidak berlangsung lama ia ikut membalas ciuman dari Felysia. Vincent dapat merasakan jika Felysia menyalurkan semua emosinya di ciuman mereka yang terasa menggebu gebu itu. Hingga beberapa lama kemudian, Felysia yang terlebih dahulu melepaskan ciuman mereka, karena pasokan oksigen di paru-parunya yang terasa berkurang sekarang.


Ehem Ehem Ehem


Theresia berdehem untuk menyadarkan pada dua orang di depannya ini, jika masih ada dirinya di dalam ruangan itu. Ia paling benci jika harus di anggap sebagai obat nyamuk, apalagi dengan posisi seperti ini. Theresia mendapatkan tatapan tajam dari Felysia yang membuatnya meringis sendiri. Pawang Vincent terlihat sangat galak dan tidak mengijinkan ia untuk berdekatan dengan Vincent.


"Dia milikku, kamu nggak akan bisa ambil dia dari aku." Ucap Felysia langsung memeluk Vincent dengan erat dari samping.


"Felysia, kamu ngapain, lepasin aku nggak?" Ucap Vincent mencoba melepaskan pelukan erat Felysia di tubuhnya.


"Nggak akan, kamu pikir aku bisa dengan gampang lepasin kamu. Setelah semuanya, kamu mau ninggalin aku gitu aja? Nggak akan aku biarin. Wanita ini nggak ada apa-apa dibandingkan dengan aku, aku yang lebih baik dari dia dan hanya aku yang cocok sama kamu." Ucap Felysia mencoba berbicara dengan percaya diri, karena ia tidak ingin di jatuhkan oleh wanita yang sekarang ikut berdiri dan berdiri tidak terlalu jauh dari ia dan juga Vincent. Felysia melepaskan pelukannya dari tubuh Vincent, dan berjalan menghampiri Theresia.

__ADS_1


"Jangan macam macam sama Theresia, Felysia. Aku peringatkan sekali lagi, jangan macam macam atau---," ucapan Vincent langsung terpotong dengan ucapan Felysia.


"Kamu diam aja dan nggak usah pake bela dia segala." Ucap Felysia lebih mendekat berjalan ke arah Theresia.


"Oh jadi nama kamu Theresia, nama yang cantik sih. Tapi sayang kelakuan kamu mines. Kamu juga memiliki wajah yang cantik, tapi sayangnya kamu salah pergunakan wajah kamu itu dengan menggoda suami orang." Ucap Felysia dengan suara yang ia coba tahan agar tetap stabil, karena ia takut jika ia hilang kendali akan membuat ia kesakitan karena luka operasinya saat melahirkan Baby twins itu belum lama sembuh.


"Aku tidak menggoda suami kamu sama sekali, dia sendiri yang mau sama aku. Kamu tanya aja sama suami kamu itu kalo nggak percaya." Balas Theresia melipat kedua tangannya di depan dadaa.


Senyuman miring Felysia terbit, untuk pertama kalinya senyuman itu keluar hingga membuat Vincent kaget. Felysia menatap beberapa detik ke arah Vincent dengan tatapan tajam dan setelah itu ia kembali menatap Theresia dengan tatapan lebih tajam dari tatapannya pada Vincent tadi.


"Mau sesuka apapun suami aku sama kamu, tapi kalo kamu tidak menolak sama saja kamu menggoda suami aku."


"Terbaik? Menjadi perebut suami orang kamu anggap itu terbaik?" Felysia menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


"Felysia stop, mending kamu pulang aja kalo cuma mau buat keributan disini." Ucap Vincent mengeluarkan suara.

__ADS_1


"Kamu pikir siapa yang buat keributan disini?" Tanya Felysia seakan ingin memojokkan Vincent. "Kamu sendiri yang tiba-tiba bawa wanita nggak jelas entah dari mana ini ke kantor jadi aku nggak salah dong kalo tiba-tiba buat keributan disini, karena kamu yang duluan yang memulainya."


"Astaga Felysia, Theresia itu---,"


"DIAM!" Felysia berucap dengan nada tinggi. "Sebelum kamu jelasin siapa dia, aku udah tau sendiri. Dia selingkuhan kamu, yang buat kamu nggak mau pulang selama 2 malam ke Mansion kan?"


"Tapi biarpun dia ini selingkuhan kamu, bukan berarti aku akan tinggal diam. Wanita yang berani-beraninya mau merebut suami aku akan langsung berurusan sama aku." ucap Felysia mengambil nafas sebentar sebelum kembali ia melanjutkan perkataannya. "Karena Alexander Centvin atau yang sekarang namanya udah berubah menjadi Vincent Xander hanya milikku, Milik Felysia Deolinda Xander." Ucap Felysia menekan beberapa kata di akhir kalimatnya itu.


"Iya milik kamu, tapi sayangnya dia malah sekarang lebih nyaman sama aku." Ucap Theresia dan setelah itu berjalan mendekati Vincent dan memeluk tangan Vincent dengan manja.


"Yang aku bilang benar kan? Kamu lebih nyaman sama aku, daripada istri kamu yang galak itu?" Tanya Theresia dengan eskpresi di buat- buat seimut mungkin.


Vincent tidak memberikan jawaban sama sekali, ia memilih diam dan menunggu perdebatan kedua wanita itu selesai. Rasanya sangat melelahkan melihat kedua wanita yang sedang bersama dengannya itu sama-sama tidak ada yang mau mengalah.


"Jangan pegang pegang suami aku, wanita kayak kamu hanya akan menjadi kuman yang berbahaya untuk suami aku." Ucap Felysia langsung menarik langsung menarik Theresia lebih tepatnya menjambak rambut wanita itu dengan kuat hingga Theresia langsung melepaskan tangannya yang dari tadi memeluk Vincent karena rasa sakit sekaligus nyeri di kepalanya karena ulah Felysia.

__ADS_1


"Lepas... lepasin rambut aku nggak?" ucap Theresia sambil berusaha untuk melepaskan cengkeraman Felysia yang begitu kuat di rambutnya.


"Nggak akan aku lepasin sebelum kamu botak, biar nggak bisa rebut suami orang lagi. Kalo kamu cuma pengen uang suami aku, aku bisa kasih uangnya sama kamu." Ucap Felysia dengan wajah yang di liputi emosi.


__ADS_2