
Setelah Larisa menikah dengan Zun semua keperluan Larisa menjadi tanggung jawab Zun.
Zun mulai belajar untuk bisa membiasakan diri dengan tingkah istrinya yang sedikit keras kepala begitupun Larisa juga harus membiasakan diri dengan sifat Zun.
Semenjak mereka tinggal bersama Zun sebelum berangkat ke kantor selalu mengantarkan Larisa pergi kuliah karena memang sudah tanggung jawabnya sebagai seorang suami.
Sebelum mereka berangkat untuk melaksanakan aktivitasnya seperti biasa Zun dan Larisa menyantap sarapan di meja makan dengan bersama walaupun tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka, Zun yang sibuk dengan laptopnya untuk memeriksa jadwalnya dan kakek sedangkan Larisa yang sibuk dengan ponselnya untuk meliat update komik kesukaannya.
Tapi pagi ini sedikit berbeda Larisa mencoba membuka obrolan mereka karena terpaksa.
" Hari ini aku akan pulang telat karena akan ke toko buku dan membeli perlengkpan makeup yang sudah habis."
Zun yang mendengar perkataan istrinya hanya melirik dan menganggukan kepalanya tetapi dia juga mengambil sesuatu di dalam kantong dan mengeluarkan sebuah kartu credit miliknya.
" Ini pakailah untuk membeli keperluanmu, kamu bisa menggunakannya sesukamu." ucap Zun sambil menyodorkan tangan untuk memberikan kartu credit pada Larisa.
" Tidak usah aku masih punya uang untuk membelinya." Tolak Larisa.
" Sudah ambil saja ini salah satu tanggung jawabku sebagai seorang suami untuk memenuhi kebutuhan mu." Memaksa Larisa untuk mengambil Kartu kredit itu.
Akhirnya Larisa mengambil kartu kredit yang diberi oleh Zun dan lanjut menyantap sarapannya.
"Terima kasih" jawab Larisa
Bagaimana bisa dia masih memikirkan tanggung jawabnya sebagai suami, sedangkan aku tak bisa memenuhi tanggung jawab ku sebagai istri, batin Larisa sambil melirik ke arah Zun tapi lelaki di depannya itu masih asik dengan laptopnya.
Setelah sarapan selesai mereka berangkat dan untuk saat ini dan kedepannya Larisa akan membiasakan diri untuk duduk di samping Zun walaupun tak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka.
Sesampainya di kampus Larisa dari dalam mobil Larisa melihat kedua sahabatnya Shinta dan Dewi.
" Nanti jangan menjemputku karna aku akan ke toko buku dan ke mall, aku akan pulang dengan Shinta dan Dewi." ucap Larisa
" Jangan pulang terlalu malam, Usahakan sebelum jam 20.00 kamu sudah di rumah dan makan malam bersamaku." ucap Zun
Namun Larisa tidak menanggapinya ia langsung turun dari mobil Zun tapi Larisa sudah mengerti bahwa ada peraturan yang juga harus dia ikuti selama di tinggal di rumah Zun, lalu Larisa segera menghampiri kedua sahabatnya yang sudah menunggu kehadirannya di depan gerbang kampus, Zun membuka kaca jendela mobilnya lalu senyum dan menegukan kepalanya kepada Shinta dan Dewi yang berarti memberi sapaan, Shinta dan Dewi pun membalas sapa yang di berikan oleh Zun lalu mereka langsung memasuki area kampus sedangkan Zun masih memperhatikan istri cantiknya itu sampai dia masuk kedalam kampus setelah istrinya hilang dari pandangannya Zun langsung melanjutkan perjalanannya untuk menuju kantor.
Setelah memasuki halaman kampus mereka bertiga tidak langsung memasukin ruang kelas karena masih beberapa menit lagi dan mereka duduk di bangku yang ada di taman kampus.
" Cie sekarang udah ga di anterin supir tapi di anter suami." ledek Dewi.
" Biasa aja kali, malah gue tambah sebel sama dia semenjak gue tinggal di rumahnya gue harus ikutin peraturan yang ada di rumahnya." jawab Larisa ketus.
" Lo sekarang tinggal di rumah Zun Sa." tanya Shinta yang sedikit penasaran.
__ADS_1
"Iya setelah tiga hari nikah dia langsung minta ijin sama kakek buat ngajak gue tinggal di rumahnya." ucap Larisa.
" Mungkin biar ga ad yang ganggu kali sa." ledek Dewi lagi.
" Ganggu apaan maksud lo" tanya Larisa.
" Yaelah Sa pura-pura gatau, maksud dewi itu ga ada yang ganggu malam pertama lo, kan lo sama Zun belum bisa honeymun ni jadi Zun buru-buru deh ngajak lo buat pindah rumah hahaha." Timpah Shinta untuk menyambung perkataan dewi.
" Ihhhh ngomong apaan si lo berdua, ga ada bulan madu ga ada malam pertama ya, gue itu ngelarang Zun buat nyentuh gue sedikitpun dan gue juga pisah kamar sama dia, pindah rumah juga karena gue terpaksa." jelas Larisa.
"Apa,???" jawab Shinta dan Dewi kompak.
" Lo ga ngebolehin Zun buat nyentuh lo sedikitpun Sa, dan lo juga pisah kamar sama dia " tanya Dewi memperjelas.
" Iya." jawab Larisa
"Wah wah wah parah. Lo itu sudah jadi istrinya Zun Sa jadi bagaimanapun lo harus bisa melayani suami lo dengan iklas." jawab Shinta
"Denger ya gue itu nikah sama Zun karena terpaksa jadi bukan salah gue dong kalo gue ga mau di sentuh sama dia, kan gue ga cinta" jawab Larisa.
" Gila lo Sa, ga ngerti gue sama jalan pikiran lo." sambung Dewi.
" Udah ayo ah kita masuk , kelas udah mau mulai tuh."
" Anterin gue yu ke toko buku ada komik yang mau gue beli nih terus nanti kita ke mall gue mau beli peralatan makeup gue yang udah abis."
Ajak Larisa kepada dua sahabatnya
" Ayo kebetulan juga ada yg mau gue beli nih." sambung Shinta
Akhirnya mereka mendatangi sebuah toko buku menggunakan mobil Dewi karna Dewi setiap hari ke kampus membawa mobil pribadinya.
Sesampainya di toko buku Larisa langsung menuju tempat komik yang kesukaanya dan tak butuh waktu lama ia langsung membayarnya di kasir dan bergegas menuju mall tapi mereka berencana untuk makan siang dulu di salah satu cafe.
Sesampainya di cafe setelah mereka memesan makanan dan sedang menikmati makan siangnya tak di sengaja Larisa melihat seseorang laki- laki yang berjalan ke arah pintu keluar
" Romi."
" Romi." kedua sahabatnya ikut menengok kearah mata Larisa tertuju.
" Itu Romi kan,." tanya Larisa.
" Mana si Sa salah liat kali lo" Tanya dewi.
__ADS_1
" Ga mungkin gue salah liat itu beneran Romi." Larisapun langsung mengejar laki- laki itu namun sayang ia kehilangan jejak karena langkah kaki laki- laki itu terlalu cepat.
Shinta dan Dewi POV
Sebenarnya Shinta sudah melihat Romi sedari tadi tapi ia pura-pura tak melihatnya.
Shinta melihat Romi sedang makan dengan seorang wanita di sudut lestoran itu dan terlihat begitu mesra tapi ia seakan akan menutup matanya dan tak memberi tahu kepada Dewi dan Larisa.
" Ta emang tadi ada Romi ya." tanya Dewi kepada shinta di saat Larisa sedang mengejar laki laki itu.
" Iya ." jawab Shinta santai sambil menikmati makan siangnya.
" Hah serius, kenapa lo ga bilang."
" Ngapain gue bilang ga penting juga, lagi pula nanti gue di sangka salah lihat seperti waktu itu.
( cerita episode 5)
" Jadi Romi beneran udah pulang dari luar negri." lagi lagi menanyakan kepada Shinta.
" Mungkin," jawabnya masih santai.
Back
Lalu dari kejauhan terlihat Larisa yang berjalan menuju meja tempatnya tadi sambil memasang muka kecewa.
" Gimana Sa beneran Romi tadi." tanya Dewi.
" Iya gue yakin itu pasti Romi." jawab Larisa
" Tapi kan Sa waktu itu dia bilang gatau kapan dia bakal balik ke sini, " tanya Dewi lagi.
" Iya memang dia bilang begitu waktu itu " jawab Larisa masih memasang muka kecewa.
" Udah lah Sa lo kan udah punya suami, ngapain juga lo masih peduliiin Romi yang udah ninggalin lo gitu aja." sambung Shinta .
" Iya Sa bener tuh yang di bilang Shinta." Timpah Dewi.
" Biar bagaimana pun Romi cinta pertama gue dan ga bisa gue lupain gitu aja." jawab Larisa.
Larisa tak melanjutkan makannya karena sudah tak selera dia langsung meminta sahabatnya untuk mengantarkannya pulang.
" Kita ga jadi ke mall ni?"
__ADS_1
"Gue udah ga mood ayo cepet kita pulang." ucap Larisa yang sudah meninggalkan meja itu. Lalu Dewi dan Shinta mengikuti di belakangnya