Terpaksa Menerima Perjodohan Ini

Terpaksa Menerima Perjodohan Ini
Menyesal


__ADS_3

****hay guys autor kembali up nih


Mohon maaf apabila cerita yang author buat tidak menarik karena author sudah berusaha semaksimal mungkin


happy reading guys**


Setibanya di rumah sakit Larisa langsung menuju ruang ICU di lihatnya dari kejauhan ada sosok Zun dan kedua pekerja yang di pekerjaakan di rumah kakeknya, Zun yang menyadari kedatangan istrinya langsung berdiri dan menyambut Larisa.


" Zun, Dimana kakek" tanya Larisa dengan nafas yang tergesa gesa


" Ada di dalam" Jawab Zun


Larisa langsung masuk kedalam ruang ICU yang di belakangannya di ikuti oleh Zun, air mata Larisa mulai membasahi pipi mulusnya ketika ia tak tega melihat kakeknya yang selama ini membesarkannya terbaring lemah di tempat tidur tidak sadarkan diri dan di lengkapi dengan peralatan medis yang di pasangkan di tubuhnya.


Larisa bersungkur di lantai berdiri dengan lututnya lalu ia menggenggam tangan kakeknya dan mencium punggung tangan lelaki yang sedang berjuang untuk mempertaruhkan nyawanya.

__ADS_1


" Maafkan Risa kek, hiks hiks hiks " ucap Larisa sambil menciumi tangan kakeknya dan air matanya mulai berderai deras.


.


Zun yang berdiri kurang lebih setengah meter dari istrinya kini mendekat karena tak tega melihat Larisa yang sepertinya merasa menyesal, Zun memegang pundak istrinya lalu mengusapnya seraya menenangkan istrinya, ia bisa merasakan apa yang Larisa rasakan saat ini


Beberapa menit kemudian seoarang perawat menghampiri mereka dan menyuruh mereka untuk keluar dari ruangan karena waktu yang diberikan oleh perawat yang berjaga diruangan ICU tidak lebih dari sepuluh menit.


Zun membantu istrinya berdiri karena sedari tadi Larisa bersungkur di hadapan kakeknya , Zun membawa Larisa keluar ruangan itu sambil menuntun sang istri, di luar ruangan Zun langsung menduduki istrinya di tempat duduk dan memberikan air minum untuk Larisa agar lebih tenang.


" Apa yang terjadi dengan Kakek " tanya Larisa dengan suara pelan dan mengatur nafasnya karena ia masih menangis


" Lalu bagaimana kita bisa dapat mendonor ginjal yang cocok buat kakek?"


" Pihak rumah sakit sedang berusaha keras untuk mencari pendonor yang cocok buat kake" Ucap Zun menenangkan istrinya

__ADS_1


"Andai aku bisa mendonorkan buat kakek, pasti aku sudah mendonorkannya tapi sayang darahku saja berbeda" Ucap Larisa dengan tatapan kosong.


" Sudahlah kita berdoa yang terbaik buat kakek, kita serahkan semua pada Allah."


Larisa yang mendengar perkataan dari suaminya itu malah tambah menangis, ia merasa tidak bisa menjadi cucu yang baik, secata tidak sadar ia menangis di dada bidang suaminya lalu Zun yang memahami isi hati istrinya langsung menjawab dengan hangat.


" Manangislah jika ini bisa membuatmu lebih tenang" Ucap Zun sambil mengusap kepala Larisa lalu ia mencium mesra kepala istrinya dan menghirup wangi shampo pada rambut istrinya.


Larisa tidak menggubris perkataan Zun ia tetap menangis di dada suaminya bahkan sekarang ia memeluk erat tubuh Zun seakan akan tak ingin kehilangan, ia merasakan kehangatan yang ada pada dirinya bahkan ia sempat aneh dengan perasaanya karena berkali kali ia berpelukan dengan Romi sedikitpun ia tidak merasakan kehangatan.


**Hai guys maaf ceritanya sedikit karena author lagi ada pekerajaan juga di kehidupan nyat Hehehehehehe.


author juga kan butuh uang buat makan


Terima kasih yang sudah berkunjung ke karya ku

__ADS_1


jangan lupa tinggalakn jejak ya lalu like komen and vote.


Terima kasih semuanya sampai jumpa di next Episode**


__ADS_2