
***hay guys autor kembali up nih
Mohon maaf apabila cerita yang author buat tidak menarik karena author sudah berusaha semaksimal mungkin
happy reading guys***.
.
.
.
Setelah selesai makan siang santi mengetuk pintu ruangan Zun ketika sudah di ijinkan masuk santi langsung masuk keruangan Zun.
" Permisi pak, tamu dari turky sudah datang dan bapak sudah di tunggu di ruang rapat." Ucap santi kepada atasannya yang sedang duduk di samping istrinya, santi sedikit mengenduskan hidungnya dan mencari tau bau apa ini yang mengganggu indra penciumannya.
Larisa yang sedikit ilfil dengan tingkah santi langsung menegurnya
" Hey kenapa kamu mengendus seperti itu." ucap Larisa dengan ketus, ia masih kesal karena ulah sekertaris suaminya itu yang tadi menarik tangannya sampai ia terjatuh.
" Tidak bu." Jawab Santi lalu memperbaiki lagi sikapnya.
" Bu?? Hey kau pikir aku sudah seperti ibu ibu." jawab Larisa lagi dengan ketus sambil melotot melihat santi.
" Maaf lalu saya harus memanggil dengan sebutan apa." ucap santi
" Panggil saya nona." ucap Larisa sambil membusungkan sedikit dadanya dan sedikit mengangkat dagunya
Hah panggilan apa ini, tak sudi rasanya aku harus memanggil dia dengan sebutan nona
" Iya Nona" ucap santi sambil mendengus kesal.
__ADS_1
" Kau siapkan semua bahan meeting yang akn kita bahas, lima menit lagi saya akan keruang meeting." perintah Zun.
" Baik pak." jawab santi lalu meninggalkan Zun dan Larisa.
Lalu Zun bersiap siap untuk pergi ke ruang meeting sebelumnya ia menuju ke kamar mandi untuk menggosok gigi karena ia habis makan petai.
Larisa juga berpamitan kepada suaminya untuk pulang tapi sebelum sama sama meninggalkan ruangan itu ia melontarkan pertanyaanya kepada suaminya
" Lebih cantik mana aku atau dia." yang di maksud adalah Santi, karena sedari tadi ia memperhatikan body santi yang semampai dan terlihat lebih cantik darinya.
" Maksud mu?" ucap Zun yang tidak mengerti maksud pertanyaan istrinya.
"Cih..... Itu sekertaris barumu." jawab Larisa sambil mendengus kesal
" Ohh.. Santi maksud mu,"
" hmmmm... Lebih cantik siapa ya.? Ucap Zun sambil melirik ke atas dan melipat tangan di atas dadanya. Padahal menurut Zun pasti lebih cantik istrinya tapi ia sedikit meledek Larisa ..
Zun tidak menjawab dia hanya tersenyum simpul dan beranggapan bahwa istrinya sekarang sedang merasa tersaingin oleh sekertarisnya.
"kenapa diam,? dasar laki laki ga bisa melihat wajah yang bening sedikit." wajah Larisa mulai cemberut
" hahahha... apakah kamu sekarang sedang merasa tersaingi oleh Santi ? Tanya Zun kepada istrinya .
" Cih untuk apa aku merasa tersaingi sama perempuan seperti dia." jawab Larisa ketus
"sudah jelas lebih cantik kamu lah." jawab Zun sambil tertawa karena lucu melihat wajah istrinya yang cemberut.
" Halah bohong, pasti kamu bicara seperti itu hanya untuk membuat hatiku senang kan, iya kan ?"
" Aku tidak bohong, kamu kan istriku walaupun di luar sana banyak wanita cantik tapi di mataku tetap istriku yang lebih cantik." jawab Zun sambil menggoda
__ADS_1
Karena bagi Zun walaupun di luar sana banyak perempuan yang lebih cantik dari istrinya tetapi hanya Larisa yang menjadi pioritasnya, dan hanya Larisa yang ada di dalam hatinya walaupun terkadang hatinya di buat sakit karena ulah istrinya tapi Zun tetap cinta kepada Larisa.
( Haduhhh jaman sekarang masih ada gak yah laki laki seperti Zun author jadi ikut baper ).......
.
.
.
Larisa yang mendengar perkataan dari Zun sedikit malu dan tersenyum mukanya yang tadi cemberut sekarang merona menjadi merah karena malu.
" Sudah ah aku mau pulang." Larisa sedikit mengalihkan pembicaraan.
" Iya hati hati di jalan" jawab Zun
Kerita Larisa akan membuka pintu tiba tiba Zun menarik tangan Larisa lalu ia mencium kening Larisa dengan lembut, sekita jantung Larisa derdetak sangat kencang dan mukanya makin memerah, lalu Zun membisikan kata I love you di telingan istrinya namun Larisa tidak menjawabnya ia langsung membuka pintu ruangan itu dan menuju keluar sedangkan Zun menuju ruang rapat.
Larisa pulang menggunakan taksi online yang sudah dia pesan sebelumnya, selama perjalanan jantungnya masih berdebar sangat kencang dia masih terbayang saat suaminya mencium keningnya namun ia bingung dengan perasaanya sekarang apakah ia sudah bisa mencintai suaminya atau belum.
Ponsel Larisa berbunyi ia langsung mengambil ponselnya yang berada di dalam tasnya ia langsung menjawab panggilan masuk yang ada di ponselnya karena terlihat jelas bahwa Romi yang meneleponnya.
Ia berbincang dengan Romi di panggilan itu lalu setelah Romi memustuskan panggilannya Larisa meminta kepada supir taksi online yang sedang ia tumpangi itu untuk merubah rute perjalanannya. ia segera merubah tujuan lokasi di aplikasi ponselnya ia langsung menuju apartement Romi .
.
.
.
Mohon dukunganya untuk author ya jangan lupa like komen and vote karena like and vote kalian sangat berarti buat author
__ADS_1
Terimakasih semoga kalian terhibur dengan karya author....